Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Peluang Hemat! Harga iPhone 16 Pro & Pro Max Turun Drastis, Intip Daftar Lengkapnya

2026-01-04 | 05:46 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-03T22:46:35Z
Ruang Iklan

Peluang Hemat! Harga iPhone 16 Pro & Pro Max Turun Drastis, Intip Daftar Lengkapnya

Penyesuaian harga signifikan menyambut awal tahun 2026 telah terjadi pada lini premium Apple, iPhone 16 Pro dan iPhone 16 Pro Max, di pasar Indonesia. Para pengecer resmi seperti iBox dan Digimap terpantau memangkas harga kedua model tersebut hingga jutaan rupiah sejak awal Januari. Penurunan harga ini menawarkan peluang bagi konsumen yang mengincar perangkat unggulan Apple generasi sebelumnya, di tengah dinamika pasar yang lebih luas dan kekhawatiran kenaikan biaya komponen global.

Penurunan harga paling mencolok terlihat pada iPhone 16 Pro 128GB yang kini dibanderol Rp17.499.000, turun dari harga sebelumnya Rp21.999.000, mewakili diskon sekitar 20 persen atau Rp4,5 juta. Sementara itu, iPhone 16 Pro Max 256GB mengalami koreksi harga dari Rp25.999.000 menjadi Rp21.499.000, selisih Rp4,5 juta. Bahkan, beberapa laporan menyebutkan penurunan untuk varian iPhone 16 Pro Max dapat mencapai hingga Rp5,5 juta.

Berikut adalah daftar harga terbaru iPhone 16 Pro dan iPhone 16 Pro Max per Januari 2026 di Indonesia, dengan perbandingan harga peluncuran:

iPhone 16 Pro
128GB: Rp17.499.000 (harga awal Rp21.999.000)
256GB: Rp19.999.000 (harga awal Rp24.499.000)
512GB: Rp23.499.000 (harga awal Rp28.499.000)
1TB: Rp27.999.000 (harga awal Rp32.499.000)

iPhone 16 Pro Max
256GB: Rp21.499.000 (harga awal Rp25.999.000)
512GB: Rp25.499.000 (harga awal Rp30.999.000)
1TB: Rp29.499.000 (harga awal Rp34.999.000)

Penyesuaian harga ini merupakan strategi pasar yang umum dilakukan Apple dan distributor resminya, iBox dan Digimap, setelah beberapa bulan produk diluncurkan dan melewati musim belanja akhir tahun. Seri iPhone 16 pertama kali masuk Indonesia dengan periode pre-order pada Maret 2025 dan pengiriman mulai April 2025. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan volume penjualan model yang sudah memasuki siklus hidup satu tahun, menjadikannya lebih kompetitif dibandingkan seri terbaru seperti iPhone 17 yang mempertahankan harga normal. Konsumen mendapatkan keuntungan dari penawaran ini, terutama mereka yang menunda pembelian untuk menunggu harga yang lebih rasional atau berencana melakukan peningkatan perangkat dari generasi sebelumnya.

Namun, prospek pasar smartphone ke depan mengindikasikan adanya tekanan kenaikan harga yang signifikan. International Data Corporation (IDC) dan Counterpoint Research memprediksi harga jual rata-rata smartphone global berpotensi naik 3 hingga 8 persen pada tahun 2026. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan harga chip memori DRAM dan biaya produksi chipset dari pabrikan seperti TSMC, yang melonjak akibat permintaan tinggi dari sektor kecerdasan buatan (AI) dan pusat data. Komponen memori kini menyumbang hingga 20 persen dari total biaya produksi sebuah smartphone, dengan harga RAM dilaporkan telah naik lebih dari dua kali lipat sejak Oktober 2025. Analis memperkirakan bahwa jika biaya komponen tetap tinggi, Apple mungkin tidak memiliki pilihan lain selain meneruskan kenaikan biaya ini kepada konsumen untuk model iPhone di masa mendatang, terutama lini iPhone 18 yang dirumorkan akan sangat bergantung pada pasokan RAM dari Samsung. Situasi ini menempatkan Apple dalam posisi sulit, meskipun perusahaan ini dikenal memiliki fleksibilitas lebih besar dalam mengelola biaya dibandingkan produsen lain.

Dengan demikian, penurunan harga iPhone 16 Pro dan iPhone 16 Pro Max pada awal 2026 ini dapat menjadi jendela kesempatan yang relatif singkat bagi konsumen, sebelum potensi kenaikan harga di industri smartphone secara global mengubah lanskap penawaran di masa depan.