Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Pernah Heran? Ini Alasan Mekanik Geber Gas Usai Servis Motor

2026-01-05 | 07:24 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-05T00:24:30Z
Ruang Iklan

Pernah Heran? Ini Alasan Mekanik Geber Gas Usai Servis Motor

Mekanik di berbagai bengkel umum maupun resmi kerap kali menggeber gas sepeda motor berulang kali sesaat setelah menyelesaikan perawatan, sebuah tindakan yang sering memunculkan pertanyaan di kalangan pemilik kendaraan mengenai tujuan dan dampaknya. Praktik ini, meskipun terlihat agresif, sejatinya merupakan bagian dari prosedur pengecekan teknis pasca-servis untuk memastikan kinerja mesin optimal dan mendeteksi potensi masalah dini sebelum unit dikembalikan kepada pelanggan.

Alasan utama di balik praktik menggeber gas motor adalah untuk melakukan pemeriksaan akhir menyeluruh terhadap hasil servis, mulai dari putaran mesin idle hingga putaran tinggi. Tindakan ini krusial setelah perawatan seperti pembersihan karburator atau sistem injeksi, penggantian busi, atau penyetelan klep, di mana komposisi udara dan bahan bakar, respons gas, serta proses pembakaran perlu diuji ulang agar kembali normal dan optimal. Dengan memutar gas beberapa kali, mekanik dapat memastikan tidak ada jeda atau lag saat tuas gas diputar, yang bisa mengindikasikan masalah pada kabel gas, throttle body, atau sistem pembakaran.

Selain itu, pengujian putaran mesin ini membantu membersihkan sisa-sisa kotoran atau cairan pembersih yang mungkin masih tertinggal di saluran bahan bakar atau knalpot. Jika sisa kotoran ini tidak dihilangkan, berpotensi menyumbat sistem saat motor digunakan. Proses ini juga berperan dalam memastikan sirkulasi oli mesin berlangsung sempurna setelah penggantian, melumasi seluruh komponen vital di dalam mesin. Mekanik akan mendengarkan suara mesin untuk mendeteksi kejanggalan, memastikan mesin berputar halus tanpa "cegukan" atau getaran berlebih pada berbagai rentang putaran mesin.

Namun, praktik ini bukan tanpa risiko jika dilakukan secara berlebihan atau tidak tepat. Menggeber gas motor secara ekstrem hingga batas putaran (limiter) dalam kondisi statis dapat memicu "klep floating", yaitu kondisi di mana per klep tidak sanggup menahan putaran mesin tinggi dalam waktu lama, berpotensi menyebabkan klep bengkok atau patah. Ery Subagyo dari DMS Tuning, spesialis tuning dan remap ECU, menegaskan bahwa menggeber mesin hingga limiter saat motor diam sangat berbahaya. Untuk sepeda motor matic, menggeber gas saat kondisi statis dapat merusak komponen CVT seperti V-belt, roller, dan kampas kopling karena beban kerja tanpa pergerakan.

Meskipun terdapat anggapan bahwa menggeber gas dapat menghilangkan endapan karbon, pemilik bengkel Vidici Tire Shop, Ucok Marbun, menyatakan bahwa metode yang dikenal sebagai "Italian Tune Up" (membawa mobil dengan kecepatan tinggi untuk membuang kerak) tidak lagi relevan untuk motor modern yang sudah menggunakan sistem injeksi. Solusi yang lebih efektif untuk mengatasi kerak karbon adalah dengan penggunaan injector cleaner atau kalibrasi injektor selama servis berkala. Pemahaman yang komprehensif mengenai prosedur dan risiko ini esensial bagi pemilik sepeda motor untuk berinteraksi lebih informatif dengan mekanik dan memastikan perawatan kendaraan dilakukan sesuai standar keselamatan dan teknis.