Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Poco X8 Pro Dapat Lampu Hijau SDPPI, Kapan Rilis di Indonesia?

2026-01-06 | 17:46 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-06T10:46:48Z
Ruang Iklan

Poco X8 Pro Dapat Lampu Hijau SDPPI, Kapan Rilis di Indonesia?

Perangkat seluler Poco X8 Pro telah mengantongi sertifikasi dari Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Indonesia, menandakan persiapan peluncuran resminya di pasar domestik. Sertifikasi ini, yang dicatat pada 31 Desember 2025 di bawah nama PT Xiaomi Technology Indonesia, merupakan langkah regulasi krusial yang wajib dipenuhi setiap perangkat telekomunikasi sebelum dapat didistribusikan dan dijual secara legal di Indonesia. Perangkat dengan nomor model 2511FPC34G ini secara luas diyakini sebagai Poco X8 Pro, dan sebelumnya juga telah memperoleh persetujuan dari badan sertifikasi internasional seperti EEC Eropa, BIS India, dan SGS, menegaskan statusnya sebagai varian global yang siap edar.

Persetujuan SDPPI ini secara konsisten berfungsi sebagai prekursor penting sebelum peluncuran komersial, biasanya dalam rentang waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan. Sebagai contoh, Poco X7 Pro dan Poco X7 5G diluncurkan secara resmi di Indonesia pada 25 Februari 2025, mengikuti pola serupa. Poco X8 Pro diyakini merupakan versi rebrand dari Redmi Turbo 5, sebuah strategi yang tidak asing bagi Poco, yang diperkirakan akan meluncur di Tiongkok dalam waktu dekat dan secara global pada Januari 2026. Beberapa laporan secara spesifik memprediksi peluncuran global pada Januari 2026.

Pasar smartphone Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang kuat, dengan peningkatan 15,5% dari tahun ke tahun pada tahun 2024, mencapai hampir 40 juta unit pengiriman. Xiaomi, perusahaan induk Poco, memimpin pasar pada kuartal kedua 2024 dengan pangsa pasar 18,1%, didorong oleh kinerja solid di segmen entry-level. Segmen menengah (USD 200-600) mencatat pertumbuhan paling signifikan, meluas sebesar 74% dari tahun ke tahun pada kuartal pertama 2024. Poco secara strategis menargetkan segmen ini dengan perangkat berorientasi kinerja, menegaskan pentingnya kehadiran X8 Pro.

Sertifikasi SDPPI menjamin perangkat telekomunikasi memenuhi standar teknis, keamanan, dan kompatibilitas frekuensi yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia, yang bertujuan melindungi konsumen dan mencegah interferensi elektromagnetik. Proses mandatory ini, diatur oleh regulasi seperti Permenkominfo No. 16 Tahun 2018 dan KOMINFO No. 3 Tahun 2024, esensial untuk impor dan distribusi legal. Perangkat tanpa sertifikasi ini berisiko ditahan oleh bea cukai dan tidak dapat dipasarkan secara sah. Selain itu, regulasi 2022 menetapkan bahwa 35% komponen pada ponsel yang diproduksi di pabrik Indonesia harus bersumber secara lokal, naik dari 20% pada tahun 2016, membentuk strategi manufaktur di negara tersebut.

Meskipun tanggal peluncuran dan harga spesifik Poco X8 Pro belum dikonfirmasi secara resmi oleh Poco, sertifikasi SDPPI, ditambah dengan persetujuan internasional sebelumnya, sangat mengindikasikan peluncuran yang segera terjadi. Spesifikasi yang bocor menunjukkan Poco X8 Pro akan dilengkapi layar LTPS AMOLED 6,67 inci dengan resolusi 1.5K dan refresh rate 120Hz, ditenagai chipset MediaTek Dimensity 8500. Perangkat ini juga dikabarkan memiliki baterai berkapasitas 6550 mAh (meskipun beberapa rumor menyebut 8000mAh+) dengan dukungan pengisian cepat 90W atau 100W, serta menjalankan Android 16 dengan antarmuka HyperOS 3. Seri X Poco secara historis dikenal karena fokusnya pada kinerja multitasking dan gaming yang kuat, yang selaras dengan rumor penggunaan chipset Dimensity 8500. Perkiraan harga di Indonesia disebut-sebut sekitar IDR 6.222.405.

Potensi peluncuran Poco X8 Pro bertepatan dengan pasar smartphone Indonesia yang sangat kompetitif dan terus berkembang. Pengiriman smartphone 5G, misalnya, melonjak 98% dari tahun ke tahun pada kuartal kedua 2024, menyumbang 32% dari total pengiriman. Pasar secara keseluruhan diperkirakan tumbuh pada CAGR 7,23% dari 2024 hingga 2035, didorong oleh peningkatan penetrasi internet dan permintaan perangkat 5G. Masuknya Poco X8 Pro ke lingkungan yang dinamis ini kemungkinan akan mengintensifkan persaingan, terutama di segmen performa menengah. Fokus pada chipset berperforma tinggi dan kapasitas baterai besar, jika rumor terbukti akurat, menunjukkan Poco berupaya menarik pengguna yang memprioritaskan kekuatan mentah dan daya tahan. Laporan juga mengindikasikan bahwa Poco mungkin tidak akan merilis varian X8 standar tahun ini, melainkan akan berkonsentrasi pada X8 Pro dan kemungkinan X8 Pro Max, menandakan strategi untuk menghadirkan varian berperforma tinggi untuk seri X-nya pada tahun 2026.