Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Prediksi HP Flagship 2026: Arena Persaingan Smartphone Kian Panas

2026-01-11 | 08:53 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-11T01:53:38Z
Ruang Iklan

Prediksi HP Flagship 2026: Arena Persaingan Smartphone Kian Panas

Proyeksi pasar ponsel pintar global untuk tahun 2026 menunjukkan persaingan di segmen flagship akan semakin sengit, di tengah tantangan kenaikan biaya komponen dan pergeseran preferensi konsumen. Lembaga analis Counterpoint Research merevisi proyeksi pasar smartphone global menjadi menyusut 2,1% pada 2026, dari sebelumnya stagnan, dengan penyebab utama lonjakan harga memori yang diprediksi belum akan mereda. IDC juga memperkirakan penurunan volume pengiriman global sekitar 0,9% pada 2026, yang didorong oleh kelangkaan pasokan chip memori. Situasi ini memaksa produsen menaikkan harga jual rata-rata hingga hampir 7%, lebih tinggi dari proyeksi awal, sekaligus berisiko mempersempit pilihan menarik di segmen menengah dan entry level.

Produsen besar seperti Samsung, Apple, Xiaomi, dan Google sudah menyiapkan perangkat andalan mereka untuk menghadapi tahun 2026, dengan fokus utama pada integrasi Kecerdasan Buatan (AI) secara mendalam, peningkatan kapabilitas fotografi, dan efisiensi chipset yang lebih tinggi.

Samsung, sebagai salah satu pemain kunci, diperkirakan akan meluncurkan seri Galaxy S26 pada 25 Februari 2026 di San Francisco, Amerika Serikat. Lini ini dilaporkan akan mencakup Galaxy S26 standar, Galaxy S26 Plus, dan Galaxy S26 Ultra. Samsung Galaxy S26 Ultra disebut akan ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 (2nm) untuk versi global dan Exynos 2600 untuk varian reguler dan Plus, menjanjikan efisiensi daya dan performa yang lebih baik. Desainnya diprediksi tidak lagi kaku dengan sudut melengkung dan bingkai kamera seragam. Samsung juga dilaporkan mempertimbangkan untuk membekukan harga seri Galaxy S26 seperti seri S25 tahun lalu, dengan Galaxy S26 Ultra dipatok mulai USD 1.299, untuk menjaga pangsa pasar dari Apple dan kompetitor China. Namun, Co-CEO Divisi Mobile Samsung, TM Roh, memperingatkan bahwa kenaikan biaya komponen membuat penyesuaian harga ponsel bisa tak terhindarkan. Selain itu, Samsung berencana menggandakan jumlah perangkat seluler berfitur AI yang didukung Google Gemini pada 2026 sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem AI mobile.

Apple, yang telah menyalip Samsung sebagai produsen ponsel terbesar pada 2025 didorong penjualan iPhone 17 yang kuat, dirumorkan akan merilis iPhone lipat pertamanya, iPhone Fold, pada akhir 2026 dengan layar utama 7,8 inci. Selain itu, iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max dengan chipset A19 Pro 2nm juga diprediksi meluncur. Apple telah menunjukkan komitmen untuk berinvestasi di Indonesia dengan membangun fasilitas riset dan pengembangan (R&D) di Indonesia, yang akan melibatkan kampus-kampus besar.

Dari ranah Android lain, Xiaomi 16 Ultra, yang bekerja sama dengan Leica, dilaporkan mengincar predikat kamera ponsel terbaik dengan fitur mechanical zoom ring dan pengisian daya super cepat hingga 90W. Google Pixel 11 Pro diprediksi akan menggunakan chipset Tensor G6 buatan sendiri sepenuhnya untuk memaksimalkan fitur AI. Redmagic 11 Pro telah meluncur di Indonesia pada 8 Januari 2026, mengklaim sebagai smartphone pertama di dunia dengan sistem pendingin cair internal, ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5, dan memiliki layar AMOLED 6,85 inci 144Hz. Honor, Oppo, dan Vivo juga diperkirakan akan menanggung pemotongan pengiriman paling dalam akibat lonjakan harga memori. Namun, mereka tetap berinvestasi pada R&D; Vivo memiliki sembilan pusat R&D global yang fokus pada pengembangan hardware, software, AI, dan teknologi pencitraan. Oppo sendiri telah menginvestasikan Rp20,7 triliun untuk R&D pada 2019, dengan fokus pada AI dan 5G.

Pergeseran teknologi menuju AI-native menjadi tren dominan pada 2026. Presiden Honor South Pacific, Justin Li, menyebut fokus perusahaan ke depan adalah meningkatkan kapabilitas AI Imaging dan AI Productivity, serta memperluas integrasi ekosistem lintas perangkat, dengan perangkat AI revolusioner seperti "Robot Phone" yang akan diungkap di Mobile World Congress (MWC) 2026. Lenovo dan Motorola juga telah memperkenalkan platform AI baru bernama Qira di CES 2026, yang dirancang bekerja lintas perangkat pada level sistem. Senior Consultant dan Analis Pasar Smartphone SEQARA Communications, Aryo Meidianto Aji, menilai tren smartphone pada 2026 tidak lagi bertumpu pada kekuatan hardware semata, melainkan pada kapabilitas software dan AI yang semakin matang.

Aspek kamera juga mengalami lompatan signifikan. Resolusi 200 megapiksel yang selama ini menjadi fitur mewah, diprediksi akan menjadi standar baru bagi flagship pada 2026. Tipster gadget ternama, Digital Chat Station (DCS), membocorkan bahwa produsen sensor gambar SmartSens dan OmniVision sedang menyiapkan tiga model sensor kamera periskop telefoto 200 MP dengan ukuran 1/1.28 inci untuk produksi massal. Samsung Galaxy S26 Ultra diprediksi mengusung kamera utama 200 MP. Apple juga dikabarkan akan mengadopsi kamera 200 megapiksel pada iPhone mulai tahun 2028, dimulai dengan iPhone 21.

Di tengah inovasi ini, industri menghadapi tantangan berat. Kenaikan harga memori hingga 40% diperkirakan berlanjut hingga kuartal kedua 2026, mendorong kenaikan biaya material (BoM) untuk flagship sekitar 10% hingga 15%. Hal ini mendorong produsen untuk memangkas spesifikasi atau menaikkan harga jual. Ponsel dengan RAM 16GB diprediksi akan hampir punah, digantikan oleh varian dengan kapasitas lebih rendah seperti 6GB atau 8GB, sementara harga jual tetap berpotensi lebih tinggi. Analis Counterpoint, Yang Wang, menyatakan Apple dan Samsung berada di posisi paling aman menghadapi guncangan ini berkat skala bisnis dan margin mereka, sedangkan merek lain dengan margin tipis akan kesulitan menyeimbangkan pangsa pasar atau profitabilitas.