Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Presiden Samsung Indonesia Kupas Tuntas Vision AI: Konten Resolusi Standar Kini Setara Premium

2026-01-06 | 02:58 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-05T19:58:11Z
Ruang Iklan

Presiden Samsung Indonesia Kupas Tuntas Vision AI: Konten Resolusi Standar Kini Setara Premium

Presiden Samsung Electronics Indonesia, Harry Lee, telah menggarisbawahi peran krusial Vision AI dalam mentransformasi konten beresolusi standar menjadi pengalaman visual berkualitas premium, sebuah langkah strategis untuk memenuhi ekspektasi konsumen di tengah dominasi layar beresolusi tinggi. Pernyataan ini mencerminkan fokus Samsung dalam memperkuat posisi kepemimpinan mereka di pasar TV global, dengan inovasi AI sebagai pilar utama.

Era konten beresolusi ultra-tinggi seperti 4K dan 8K telah menciptakan celah signifikan dengan ketersediaan konten lama atau siaran televisi tradisional yang masih banyak diproduksi dalam resolusi standar atau definisi tinggi. Ketidaksesuaian ini sering kali mengakibatkan pengalaman menonton yang kurang optimal pada layar premium modern. Vision AI Samsung dirancang untuk menjembatani kesenjangan ini dengan memanfaatkan pembelajaran mesin dan jaringan saraf untuk menganalisis dan meningkatkan detail, ketajaman, dan mengurangi noise pada konten resolusi rendah secara real-time.

Teknologi AI Upscaling yang disematkan pada TV premium Samsung, seperti lini Neo QLED 8K terbaru, menggunakan prosesor NQ8 AI Gen3 yang diklaim dua kali lebih cepat dari pendahulunya, dengan peningkatan jaringan saraf hingga delapan kali lipat, dari 64 menjadi 512. Prosesor ini memungkinkan TV untuk mengidentifikasi objek, wajah, dan tekstur dalam video secara real-time, kemudian menerapkan peningkatan adaptif untuk menghasilkan gambar yang lebih jelas dan alami, bahkan pada konten sumber dengan resolusi rendah. Fitur seperti AI Motion Enhancer Pro juga memastikan adegan bergerak cepat tetap mulus dan jernih, meningkatkan pengalaman menonton olahraga atau film aksi.

Implikasi dari kemampuan Vision AI ini melampaui sekadar peningkatan visual. Bagi konsumen, teknologi ini berarti investasi pada TV beresolusi tinggi dapat dinikmati sepenuhnya, tidak peduli kualitas konten sumbernya. Ini juga membuka peluang bagi konten lawas untuk "dihidupkan kembali" dengan detail yang belum pernah terlihat sebelumnya, memperpanjang relevansi dan nilai hiburan dari perpustakaan media yang luas. Dari sisi industri, adopsi AI dalam pemrosesan gambar menekan kebutuhan untuk selalu memproduksi konten asli dalam resolusi tertinggi, memberikan fleksibilitas lebih besar bagi kreator sekaligus memastikan kualitas tampilan yang konsisten di berbagai perangkat.

Samsung secara aktif mengintegrasikan Vision AI ke dalam jajaran produk terluas mereka, termasuk Neo QLED, OLED, QLED, dan The Frame, menjadikan layar cerdas yang adaptif bukan lagi pengecualian, melainkan standar. Langkah ini sejalan dengan visi perusahaan untuk memastikan bahwa teknologi AI dapat dinikmati oleh semua kalangan, dengan perangkat AI yang memahami pengguna dan memprioritaskan keamanan melalui solusi seperti Samsung Knox dan AI on-device. Dengan terus mendorong batas-batas inovasi AI dalam teknologi tampilan, Samsung bertujuan untuk mempertahankan posisi terdepan di pasar TV global di tengah tantangan persaingan yang semakin ketat dan permintaan yang terus berkembang untuk pengalaman menonton yang superior. Harry Lee dan jajaran kepemimpinan Samsung lainnya menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memajukan teknologi terkait kualitas gambar dan suara, termasuk HDR10+ Advanced, Eclipsa Audio, dan Q-Symphony, untuk memperkaya pengalaman sinema rumah.