:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461732/original/091376900_1767435119-istockphoto-1592392776-612x612.jpg)
Engsel pintu mobil yang berkarat, sebuah masalah yang sering dianggap sepele oleh banyak pemilik kendaraan, dapat memicu kerusakan struktural yang lebih luas dan membahayakan keselamatan, serta memangkas nilai jual mobil di kemudian hari. Korosi pada engsel pintu tidak terjadi secara instan, melainkan merupakan akumulasi dari paparan kelembapan berulang, penumpukan debu dan kotoran, serta penggunaan pelumas yang tidak tepat, menurut analisis dari berbagai ahli otomotif dan penyedia layanan perawatan kendaraan.
Secara historis, karat pada komponen logam kendaraan, termasuk engsel pintu, telah menjadi tantangan perawatan yang konstan. Logam besi yang terpapar oksigen dan air akan mengalami oksidasi, membentuk oksida besi atau karat. Di daerah tropis dengan curah hujan tinggi seperti Indonesia, risiko ini meningkat drastis. "Kelembapan adalah musuh utama logam. Ketika air hujan, embun, atau cipratan genangan menempel pada engsel, proses oksidasi berlangsung lebih cepat," jelas laporan Suzuki Indonesia. Debu dan kotoran yang menumpuk di celah engsel juga memperparah kondisi dengan meningkatkan gesekan dan merusak lapisan pelindung logam. Selain itu, pelumas rumah tangga atau oli serbaguna yang tidak sesuai dapat meninggalkan residu lengket yang justru menarik debu dan menahan kelembapan, mempercepat proses korosi.
Implikasi dari engsel pintu yang berkarat jauh melampaui sekadar penampilan. Engsel yang terkorosi dapat menyebabkan pintu sulit dibuka atau ditutup, menghasilkan bunyi berdecit yang mengganggu, dan bahkan dalam kasus ekstrem, dapat membuat engsel aus lebih cepat. Jika dibiarkan, karat ini dapat menyebar ke komponen lain seperti pegangan pintu, rangka pintu, hingga sasis, yang merupakan fondasi kendaraan. Keropos akibat karat pada sasis dapat mengurangi keamanan mobil dan berpotensi menyebabkan kegagalan komponen secara tiba-tiba, bahkan menjadikan mobil tidak layak jalan, dengan biaya perbaikan yang seringkali tidak ekonomis. Rudi, Kepala Bengkel WSW Car Body Repair and Paint Specialist, menyebutkan bahwa biaya perbaikan mobil berkarat bisa mencapai dua kali lipat dari perbaikan biasa, dengan estimasi per panel untuk mobil sekelas Toyota Agya mencapai Rp300 ribu untuk perbaikan biasa, yang berarti Rp600 ribu jika ada karat. Untuk layanan anti karat keseluruhan, biayanya bervariasi mulai dari Rp1 juta hingga Rp4 juta untuk mobil MPV/SUV, dan Rp1 juta hingga Rp2,5 juta untuk sedan/hatchback, tergantung metode dan jenis kendaraan. Beberapa bengkel seperti RustPro bahkan menawarkan garansi hingga 8 tahun untuk layanan anti karat mereka.
Untuk mengatasi karat pada engsel pintu mobil dan mencegah kerusakan lebih lanjut, langkah-langkah proaktif dan reaktif harus diterapkan. Pemilik mobil dapat memulai dengan membersihkan engsel secara menyeluruh dari debu dan kotoran menggunakan sikat halus atau kuas kecil. Setelah bersih dan kering, aplikasikan cairan anti karat atau rust remover yang berfungsi menghentikan proses oksidasi. Produk seperti WD-40 dan Rexco 50 direkomendasikan karena sifat multifungsinya dalam menghilangkan karat sekaligus melumasi. Cairan ini harus dibiarkan meresap selama beberapa menit, kemudian pintu dibuka-tutup beberapa kali agar cairan merata ke celah terdalam.
Pelumasan rutin dengan pelumas khusus engsel atau pelumas otomotif yang diformulasikan untuk bagian logam bergerak adalah krusial setelah karat berhasil diatasi. Pelumas ini tidak hanya mengurangi gesekan tetapi juga membentuk lapisan pelindung untuk mencegah air dan udara masuk ke permukaan logam, sehingga memperlambat proses korosi. Ade, kepala bengkel OSS di Jakarta Barat, menyarankan penggunaan oli mesin jahit atau silicon white grease khusus untuk engsel tengah yang sering terpapar air, sementara engsel lain bisa menggunakan penetran. Penting untuk tidak menggunakan gemuk pada engsel tengah karena dapat menyimpan debu dan kotoran, yang justru mengikis lapisan pelat. Perawatan pelumasan ini idealnya dilakukan sebulan sekali.
Jika lapisan cat pada area engsel sudah terkelupas atau rusak parah, pengecatan ulang sangat dianjurkan untuk memberikan perlindungan jangka panjang terhadap korosi. Namun, jika karat sudah terlalu tebal, menimbulkan bunyi berdecit yang persisten, atau membuat engsel macet parah, membawa mobil ke bengkel profesional menjadi pilihan terbaik. Teknisi ahli dapat melakukan body repair yang melibatkan identifikasi kerusakan, penghilangan karat dengan rust remover khusus, pengelasan jika diperlukan, pengecatan, hingga finishing. Mengabaikan karat dapat menyebabkan kerusakan yang jauh lebih mahal dan kompleks di kemudian hari, menegaskan pentingnya perawatan preventif dan penanganan dini.