Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Rahasia Telkomsel: Sahur Jadi Momen Emas Iklan Ramadan

2026-01-16 | 16:00 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-16T09:00:21Z
Ruang Iklan

Rahasia Telkomsel: Sahur Jadi Momen Emas Iklan Ramadan

Telkomsel Enterprise, unit bisnis solusi korporasi dari operator telekomunikasi terbesar di Indonesia, mengungkap pergeseran signifikan dalam pola konsumsi digital masyarakat selama bulan suci Ramadan, menyoroti waktu sahur sebagai "momen emas" baru untuk efektivitas kampanye iklan. Berdasarkan analisis data Ramadan 2025 yang tertuang dalam whitepaper "DigiAds Ramadan Insight 2026: Weaving Threads of Impact to Win Ramadan", trafik digital pada jam sahur (pukul 03.00-05.00 WIB) melonjak lebih dari 87% dibandingkan hari biasa. Temuan ini menjadi panduan krusial bagi merek dan pelaku bisnis untuk merancang strategi pemasaran yang lebih relevan dan berdampak.

Lonjakan aktivitas digital saat sahur menandakan perubahan perilaku konsumen yang sebelumnya didominasi oleh istirahat atau aktivitas persiapan ibadah. Data Telkomsel menunjukkan bahwa selain trafik digital, konsumsi televisi juga meningkat lebih dari 88% pada periode yang sama, mengindikasikan bahwa audiens berada dalam kondisi sangat reseptif terhadap konten dan iklan. Arief Pradetya, VP Digital Advertising, Wholesale, and Interconnect Telkomsel, menekankan bahwa kekuatan kampanye bukan hanya tentang seberapa luas pesan tersampaikan, tetapi juga seberapa relevan dan bermakna pesan tersebut bagi audiens. "Dengan analisis mendalam berbasis data survei dan insight dari basis pelanggan terbesar dan terluas di Indonesia, kami ingin membantu pelaku industri memaksimalkan peluang di tengah kompleksitas perilaku konsumen digital yang terus berkembang," ujar Arief.

Secara historis, bulan Ramadan selalu memicu peningkatan konsumsi rumah tangga dan aktivitas digital di Indonesia. Namun, evolusi teknologi dan adaptasi gaya hidup telah mengubah "micro-moments" krusial dalam interaksi digital. Telkomsel mencatat, secara keseluruhan, tingkat engagement pelanggan selama Ramadan 2025 meningkat hingga 112% dibandingkan hari biasa. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan aktivitas media sosial sebesar 3% secara tahunan, belanja daring naik 8% secara tahunan, serta penggunaan layanan keuangan digital yang juga tumbuh 8% secara tahunan.

Selain sahur, whitepaper tersebut juga mengidentifikasi dua momen puncak lain yang menawarkan peluang iklan signifikan: periode zuhur (pukul 11.00-14.00 WIB) yang ditandai lonjakan aktivitas browsing dan akses media sosial, serta waktu menjelang berbuka puasa (pukul 16.00-19.00 WIB) yang menjadi puncak engagement tertinggi untuk aktivitas belanja daring dan hiburan digital.

Analisis Telkomsel terhadap 8,7 juta klik dan tap kampanye Ramadan 2025 menunjukkan bahwa audiens dengan konversi tertinggi didominasi oleh 94% penganut agama Islam, dengan komposisi Milenial sebesar 39%, Gen X 29%, dan Gen Z 23%. Wilayah seperti Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten, dan Sumatera Utara menunjukkan konsentrasi audiens paling responsif. Mayoritas audiens ini aktif di media sosial (58%), rutin berbelanja online (17%), dan menggunakan layanan keuangan digital (14%). Lebih dari 54% konsumen juga diketahui meningkatkan pengeluaran selama Ramadan dengan rata-rata antara Rp3,5 juta hingga Rp7 juta, terutama untuk bahan masak (60%) dan makanan siap saji (50%).

Implikasi temuan ini sangat besar bagi strategi pemasaran di masa depan. Meskipun belanja online kini mendominasi 64% konsumen, 36% lainnya masih memilih kanal offline, menegaskan pentingnya strategi omnichannel yang konsisten dan terintegrasi di semua titik interaksi. Telkomsel Enterprise melalui solusi DigiAds-nya mengklaim 98% merek yang menggunakan layanan mereka berhasil mencapai indikator kinerja utama (KPI) kampanye Ramadan, termasuk Click-Through Rate (CTR) e-commerce di atas 2,50% dan kampanye layanan keuangan hingga 1,33%. Guna memperluas jangkauan dan presisi penargetan audiens, Telkomsel juga menjalin kemitraan baru dengan Meta untuk kapabilitas lintas platform media sosial global. Penting dicatat bahwa seluruh pengolahan data dilakukan secara agregat dan anonim, mematuhi prinsip perlindungan data pribadi yang berlaku di Indonesia.

Ke depan, merek yang ingin sukses di musim Ramadan harus mampu mengintegrasikan pemahaman mendalam tentang "micro-moments" ini dengan pesan yang kontekstual. Ini berarti iklan saat sahur mungkin perlu berfokus pada produk makanan, minuman, atau hiburan ringan yang relevan dengan persiapan berpuasa, sementara menjelang buka puasa lebih cocok untuk promosi kuliner atau hiburan "ngabuburit". Pergeseran pola perilaku konsumen digital yang dinamis ini menuntut agensi dan merek untuk terus berinovasi dalam pendekatan mereka, memanfaatkan data secara cerdas untuk menciptakan kampanye yang tidak hanya menjangkau, tetapi juga beresonansi secara mendalam dengan audiens.