Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Redmi Note 15 Pro+: Definisi Baru HP Menengah Tangguh, Anti Air & Banting IP69K

2026-01-16 | 16:13 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-16T09:13:28Z
Ruang Iklan

Redmi Note 15 Pro+: Definisi Baru HP Menengah Tangguh, Anti Air & Banting IP69K

Xiaomi telah meluncurkan Redmi Note 15 Pro+ 5G secara global pada 15 Januari 2026, menetapkan standar ketahanan baru di segmen ponsel menengah dengan sertifikasi IP66, IP68, IP69, dan IP69K yang luar biasa, menjadikannya tahan terhadap debu, rendaman air, bahkan semprotan air bertekanan tinggi dan bersuhu panas. Perangkat ini, bersama dengan Redmi Note 15 Pro 5G, diperkenalkan sebagai bagian dari seri Note 15 yang berfokus pada daya tahan ekstrem, masa pakai baterai yang diperpanjang, dan kemampuan fotografi yang ditingkatkan, menargetkan konsumen yang memprioritaskan keandalan dalam penggunaan sehari-hari.

Langkah Xiaomi untuk mengintegrasikan sertifikasi IP69K ke dalam jajaran kelas menengah menandai pergeseran signifikan dalam strategi pasar dan ekspektasi konsumen. Sebelumnya, tingkat perlindungan ini sebagian besar hanya ditemukan pada ponsel pintar khusus yang tangguh, yang seringkali memiliki desain bulky dan ditujukan untuk lingkungan industri atau ekstrem, atau pada beberapa perangkat unggulan premium. Penambahan sertifikasi IP69K berarti perangkat ini tidak hanya tahan terhadap debu dan rendaman air hingga kedalaman 2 meter selama 24 jam (IP68), tetapi juga tahan terhadap semprotan air bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi, sebuah kemampuan yang diverifikasi melalui Sertifikasi Ketahanan Tahan Air Ponsel TÜV SÜD.

Secara historis, seri Redmi Note telah secara progresif meningkatkan ketahanan perangkatnya. Redmi Note 7 pada tahun 2019 memperkenalkan perlindungan Corning Gorilla Glass 5 di kedua sisi, sebuah fitur yang tidak biasa untuk perangkat kelas menengah pada masanya. Seri-seri selanjutnya, seperti Redmi Note 10 Pro, menambahkan perlindungan percikan IP53, dan Redmi Note 13 Pro+ 5G menjadi perangkat Redmi Note global pertama yang menawarkan ketahanan air dan debu tingkat flagship IP68, bersama dengan perlindungan layar Corning Gorilla Glass Victus. Redmi Note 15 Pro+ 5G kini melanjutkan tren ini dengan apa yang disebut Xiaomi sebagai desain "REDMI Titan Durability", yang mencakup panel belakang serat kaca berkekuatan tinggi dengan ketahanan benturan hingga 10 kali lipat, serta Corning Gorilla Glass Victus 2 di bagian depan. Struktur internalnya diperkuat dengan rangka tengah yang kokoh dan motherboard berkekuatan tinggi untuk meningkatkan kekakuan secara keseluruhan. Klaim daya tahannya didukung oleh Sertifikasi Kinerja Premium SGS, dengan peringkat bintang lima untuk ketahanan jatuh, remuk, dan bengkok, serta ketahanan jatuh hingga 2,5 meter.

Implikasi dari peningkatan daya tahan ini jauh melampaui sekadar spesifikasi. Dengan menawarkan ketahanan tingkat tinggi pada perangkat kelas menengah, Xiaomi berpotensi mengganggu pasar ponsel pintar. Perangkat seperti Redmi Note 15 Pro+ 5G, yang dibanderol mulai dari sekitar 449 USD, dapat meningkatkan ekspektasi konsumen secara signifikan tentang apa yang harus mereka dapatkan dari ponsel pintar yang lebih terjangkau. Cynthia Chen, Direktur Pemasaran Redmi di Departemen Pemasaran Global Xiaomi, menyatakan bahwa seri Redmi Note telah memenangkan kepercayaan konsumen di pasar global karena investasi jangka panjang Xiaomi dalam R&D dan peningkatan berkelanjutan dalam kinerja, kualitas, dan keterjangkauan.

Fokus Xiaomi pada daya tahan dan umur panjang juga tercermin dalam kebijakan pembaruan perangkat lunak dan garansi. Perusahaan menjanjikan empat tahun pembaruan sistem operasi Android dan enam tahun pembaruan keamanan, yang merupakan tingkat dukungan yang relatif tidak umum di segmen kelas menengah. Beberapa pasar juga menawarkan garansi kecelakaan dua tahun (meliputi kerusakan layar dan cairan) serta garansi baterai empat tahun. Hal ini menunjukkan strategi untuk melawan obsolesensi terencana dan menarik konsumen yang sadar lingkungan serta ingin mengurangi frekuensi penggantian perangkat.

Tren pasar yang lebih luas menunjukkan peningkatan permintaan akan ponsel tangguh, dengan pasar ponsel tangguh global diperkirakan akan mencapai 9,3 miliar USD pada tahun 2031, tumbuh pada CAGR sebesar 7,3% dari tahun 2025 hingga 2031. Meskipun Redmi Note 15 Pro+ 5G tidak secara eksplisit diposisikan sebagai "ponsel tangguh" tradisional yang mungkin lebih tebal dan dirancang untuk aplikasi industri yang sangat spesifik, integrasi IP69K dalam desain yang ramping dan berorientasi konsumen dapat mengaburkan batas-batas kategori ini. Ini menempatkan tekanan pada produsen lain untuk meningkatkan penawaran daya tahan mereka atau berisiko tertinggal di segmen pasar yang semakin kompetitif ini. Dengan 14% pangsa pasar ponsel pintar global pada Q3 2025 dan pengiriman kumulatif seri Redmi Note lebih dari 460 juta perangkat hingga Desember 2025, Xiaomi memiliki kapasitas untuk membentuk kembali segmen menengah dengan inovasi ketahanan ini.