Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Revolusi Gmail: Google Uji Fitur Ubah Alamat Email Lama Anda

2026-01-04 | 16:39 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-04T09:39:20Z
Ruang Iklan

Revolusi Gmail: Google Uji Fitur Ubah Alamat Email Lama Anda

Google dikabarkan secara bertahap meluncurkan fitur baru yang memungkinkan pengguna mengubah alamat email utama @gmail.com yang terhubung dengan akun mereka, mengakhiri pembatasan identitas digital yang telah berlaku selama dua dekade. Fitur ini, yang pertama kali terungkap melalui pembaruan laman dukungan resmi Google dalam bahasa Hindi sekitar akhir Desember 2025 dan awal Januari 2026, memungkinkan pengguna memperbarui nama pengguna Gmail mereka tanpa harus membuat akun baru dan kehilangan data yang ada.

Selama lebih dari 20 tahun sejak peluncuran Gmail pada tahun 2004, alamat @gmail.com yang dipilih pengguna bersifat permanen, memaksa individu untuk terikat pada pilihan awal mereka. Keterbatasan ini seringkali menjadi kendala, terutama bagi mereka yang memilih nama pengguna kurang profesional saat remaja atau ingin menyesuaikan identitas digital mereka seiring perubahan karier. Hingga saat ini, satu-satunya cara untuk mendapatkan alamat Gmail baru adalah dengan membuat akun baru, sebuah proses rumit yang melibatkan transfer data manual dan seringkali mengakibatkan hilangnya integrasi dengan aplikasi pihak ketiga.

Dengan fitur yang sedang diuji ini, ketika pengguna "mengganti" alamat email mereka, alamat asli tidak dihapus. Sebaliknya, alamat lama tersebut akan tetap berfungsi penuh sebagai alias permanen, memungkinkan pengguna untuk mengirim dan menerima email dari kedua alamat tersebut dalam satu kotak masuk bersama. Alamat lama juga masih dapat digunakan untuk masuk ke layanan Google lainnya seperti YouTube, Google Maps, dan Google Drive. Google menegaskan bahwa semua data akun yang ada, termasuk email sebelumnya, foto, dan file yang disimpan, akan tetap utuh dan terhubung dengan akun baru tanpa dampak signifikan pada pengaturan atau data pengguna.

Fleksibilitas baru ini memberikan solusi praktis bagi banyak pengguna yang menginginkan alamat email yang lebih profesional atau relevan dengan fase kehidupan mereka saat ini. Fitur ini secara fundamental memisahkan konsep "Akun Google" dari "alamat Gmail", memungkinkan akun tetap menjadi satu kesatuan dengan seluruh riwayat dan data, sementara "wajah" atau alamat email masuknya dapat diubah.

Namun, Google menerapkan beberapa batasan ketat untuk mengelola keamanan akun dan mencegah penyalahgunaan. Pengguna hanya diizinkan untuk mengubah alamat utama mereka sekali setiap 12 bulan. Sepanjang masa pakai akun, pengguna dapat menambahkan maksimum tiga alamat baru, sehingga total kemungkinan alamat yang terhubung adalah empat. Setelah alamat @gmail.com baru ditambahkan, alamat tersebut tidak dapat dihapus. Meskipun demikian, pengguna memiliki opsi untuk kembali menggunakan alamat lama sebagai alamat utama jika mereka berubah pikiran, meskipun periode pendinginan 12 bulan tetap berlaku sebelum perubahan berikutnya dapat dilakukan.

Meskipun banyak detail telah terungkap melalui dokumentasi dukungan dan laporan media, Google belum mengeluarkan siaran pers resmi terkait perubahan besar ini. Peluncuran fitur ini bersifat bertahap, dengan laporan awal menunjukkan ketersediaannya terbatas pada pengguna yang mengoperasikan akun mereka dalam bahasa Hindi, menunjukkan bahwa India mungkin menjadi salah satu pasar uji coba pertama sebelum peluncuran global. Hingga kini, laman dukungan Google berbahasa Inggris masih menyatakan bahwa alamat @gmail.com "biasanya tidak dapat diubah". Masih belum jelas apakah fitur ini akan diperluas ke akun Google Workspace atau memungkinkan pengguna untuk menggabungkan dua akun terpisah yang sudah ada.

Implikasi jangka panjang dari pembaruan ini diperkirakan akan meningkatkan pengalaman pengguna secara signifikan, menawarkan kontrol lebih besar atas identitas digital mereka tanpa mengorbankan integritas data historis. Namun, pengguna perlu tetap waspada terhadap potensi masalah kecil pada layanan atau aplikasi pihak ketiga yang menggunakan "Masuk dengan Google" atau bagi pengguna Chromebook yang mungkin memerlukan penyesuaian login. Transformasi ini menunjukkan evolusi Google dalam merespons kebutuhan pengguna akan fleksibilitas identitas di lanskap digital yang terus berubah.