Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Roblox: Verifikasi Usia Amburadul, Anak Terbaca Dewasa

2026-01-18 | 06:49 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-17T23:49:17Z
Ruang Iklan

Roblox: Verifikasi Usia Amburadul, Anak Terbaca Dewasa

Platform game daring Roblox menghadapi tantangan signifikan terkait akurasi fitur verifikasi usia terbarunya, yang dilaporkan keliru mengklasifikasikan anak-anak sebagai dewasa, memicu kekhawatiran serius tentang keselamatan pengguna muda. Sistem verifikasi usia berbasis AI, yang menjadi wajib secara global pada Januari 2026 untuk fitur obrolan, telah menunjukkan kekurangan dalam implementasi awalnya, dengan laporan tentang pengguna di bawah umur yang secara tidak sengaja ditempatkan dalam kategori usia yang lebih tinggi atau bahkan orang dewasa yang salah diidentifikasi sebagai anak-anak.

Roblox, platform yang pada tahun 2024 memiliki lebih dari 85 juta pengguna aktif harian dengan sekitar 40% di antaranya berusia di bawah 13 tahun, memperkenalkan sistem verifikasi usia ini sebagai respons terhadap meningkatnya kritik dan tuntutan hukum mengenai perlindungan anak dari predator daring. Sistem ini mengandalkan kombinasi estimasi usia wajah melalui swafoto video dan verifikasi ID yang dikeluarkan pemerintah untuk pengguna berusia 13 tahun ke atas, yang diproses oleh vendor pihak ketiga, Persona. Tujuannya adalah untuk mengelompokkan pengguna ke dalam kategori usia seperti di bawah 9, 9-12, 13-15, 16-17, 18-20, dan 21+ untuk membatasi interaksi obrolan antar kelompok usia yang berbeda. Secara standar, obrolan dinonaktifkan untuk anak di bawah sembilan tahun kecuali dengan persetujuan orang tua setelah verifikasi.

Namun, laporan awal menunjukkan masalah serius pada akurasi sistem AI ini. Wired melaporkan pada Januari 2026 bahwa sistem tersebut "membuat kesalahan signifikan", mengklasifikasikan pengguna berusia 18 tahun ke atas sebagai anak-anak dan sebaliknya, bahkan dengan pengguna yang berusia 23 tahun salah diidentifikasi sebagai 16-17 tahun. Kasus lain mencatat seorang anak berusia 10 tahun yang salah diklasifikasikan sebagai 16-17 tahun. Lebih mengkhawatirkan lagi, video daring menunjukkan anak-anak berhasil mengakali sistem dengan taktik sederhana, seperti menggambar janggut dan kumis untuk terlihat lebih tua, yang membuat mereka terklasifikasi sebagai 21+. Beberapa orang tua juga secara tidak sengaja memverifikasi anak-anak mereka sebagai 21+ saat mencoba membantu proses verifikasi, yang menempatkan anak-anak tersebut dalam lingkungan obrolan dewasa. Akibat dari kegagalan teknis ini, sebuah "pasar gelap" untuk akun Roblox yang sudah diverifikasi usia dilaporkan muncul di eBay, yang dapat semakin merusak tujuan keamanan sistem.

Roblox mengakui adanya "aktor-aktor jahat di internet" dan Matt Kaufman, Chief Safety Officer Roblox, mengklaim bahwa sistem tersebut akurat dalam rentang satu hingga dua tahun untuk usia lima hingga 25 tahun, tetapi dia juga menyatakan bahwa "tidak ada sistem yang sempurna" dan perusahaan sedang "mengupayakan solusi" untuk mengatasi masalah yang ada. Roblox menekankan bahwa gambar dan video yang digunakan untuk verifikasi usia dihapus segera setelah pemrosesan untuk melindungi privasi. Meskipun beberapa pakar keamanan anak menyambut baik langkah-langkah baru ini sebagai langkah positif, masih ada ketidaksepakatan apakah perlindungan yang diberikan sudah memadai.

Implikasi dari masalah verifikasi usia ini meluas, terutama mengingat peraturan perlindungan privasi anak daring seperti Children's Online Privacy Protection Act (COPPA) di AS dan General Data Protection Regulation-Kids (GDPR-K) di Uni Eropa. Undang-undang ini mewajibkan persetujuan orang tua yang dapat diverifikasi untuk pengumpulan data dari anak di bawah usia tertentu (di bawah 13 tahun untuk COPPA, dan bervariasi antara 13-16 tahun untuk GDPR-K) dan menuntut upaya wajar untuk memverifikasi usia pengguna. Kegagalan sistem verifikasi usia Roblox berpotensi melanggar peraturan ini, menempatkan anak-anak pada risiko interaksi yang tidak pantas dan paparan konten yang tidak sesuai usia. Para advokat keselamatan anak, seperti Stephen Balkam, CEO Family Online Safety Institute, menyebut verifikasi usia sebagai "langkah yang sangat penting" menuju platform yang lebih aman, namun menekankan bahwa pemantauan harus sejalan dengan pertumbuhan pesat platform. Para ahli keamanan siber juga menyarankan pendekatan seperti verifikasi anonimitas ganda untuk mengurangi risiko dengan memisahkan informasi pribadi dari hasil verifikasi, memastikan platform hanya menerima kategori usia terverifikasi pengguna daripada detail identitas sensitif. Tantangan yang dihadapi Roblox menggarisbawahi kompleksitas dalam membangun lingkungan digital yang benar-benar aman dan sesuai usia untuk basis pengguna yang beragam.