Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Ryzen AI Max+ Debut di CES 2026: AMD Perkuat Lini Strix Halo dengan Kekuatan AI Mutakhir

2026-01-08 | 01:27 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-07T18:27:35Z
Ruang Iklan

Ryzen AI Max+ Debut di CES 2026: AMD Perkuat Lini Strix Halo dengan Kekuatan AI Mutakhir

LAS VEGAS, 7 Januari 2026 — Advanced Micro Devices (AMD) mengambil panggung utama di Consumer Electronics Show (CES) 2026, memperluas lini prosesor berperforma tinggi Strix Halo dan memperkenalkan jajaran Ryzen AI Max+ terbaru. Pengumuman ini menegaskan fokus AMD pada komputasi kecerdasan buatan (AI) di seluruh spektrum, dari PC konsumen hingga pusat data.

Dr. Lisa Su, CEO dan Ketua AMD, dalam pidato pembukaan CES 2026, menyatakan bahwa dunia sedang memasuki era "yotta-scale" AI, memprediksi peningkatan masif dalam permintaan komputasi global, jauh melampaui pusat data. Ia menekankan bahwa AI adalah teknologi terpenting dalam 50 tahun terakhir dan menjadi prioritas nomor satu bagi AMD.

Ekspansi jajaran Ryzen AI Max+ memperkenalkan dua model baru: Ryzen AI Max+ 392 (12-inti) dan Ryzen AI Max+ 388 (8-inti). Prosesor ini dirancang untuk laptop ultra-tipis premium, workstation, dan desktop ringkas, menawarkan perpaduan inti CPU "Zen 5", grafis AMD Radeon 8060S Series, dan unit pemrosesan neural (NPU) berbasis arsitektur AMD XDNA2 generasi kedua. Kedua chip baru tersebut dilengkapi NPU dengan 50 TOPS (Trillions of Operations Per Second) komputasi AI dan GPU yang mampu mencapai 60 TFLOPS (TeraFLOPS) kinerja puncak. Model Max+ 392 memiliki 12 inti CPU dan 24 thread, sementara Max+ 388 hadir dengan 8 inti CPU dan 16 thread, keduanya memiliki kecepatan boost hingga 5GHz. Perusahaan mengklaim bahwa Strix Halo akan memberikan peningkatan 40% dalam kinerja CPU multi-utas dan sekitar 90% dari kinerja GPU yang ditawarkan oleh konfigurasi Ryzen AI 9 HX 370 + RTX 4070 yang ada.

Salah satu fitur utama dari seri Ryzen AI Max+ adalah integrasi grafisnya yang kuat, dengan semua chip Strix Halo ini memiliki hingga 40 unit komputasi (CU) RDNA 3.5 (2560 shader), 64 MB cache Level 3, dan bus memori terpadu 256-bit. Kemampuan ini memungkinkan kinerja grafis terintegrasi yang unggul, menjadikannya pilihan ideal untuk bermain game tanpa kartu grafis diskrit, serta mempercepat beban kerja AI yang dibantu oleh inti GPU. Selain itu, prosesor ini mendukung memori terpadu hingga 128 GB LPDDR5X-8000.

Dalam konteks pasar PC AI yang berkembang pesat, NPU 50 TOPS ini memenuhi persyaratan Copilot+ PC Microsoft, memastikan pengalaman AI yang mulus. Analis pasar memperkirakan pangsa pasar PC AI global akan tumbuh dari 31% pada tahun 2025 menjadi 55% pada tahun 2026. AMD melihat adopsi OEM yang kuat dari prosesor Ryzen AI, dengan lebih dari 250 desain sistem di seluruh produk Ryzen AI 300, 400, dan Halo diharapkan akan tersedia di pasar pada pertengahan tahun ini.

Sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk memberdayakan pengembang AI, AMD juga meluncurkan platform pengembang Ryzen AI Halo, sebuah mini-PC bermerek AMD yang ditenagai oleh prosesor Ryzen AI Max+. Perangkat ini dirancang untuk mempercepat inovasi AI di ujung dan memungkinkan pengembang menjalankan model bahasa besar (LLM) secara lokal, dengan dukungan hingga 128GB memori terpadu dan kemampuan menjalankan model hingga 200 miliar parameter secara lokal. Platform ini juga menawarkan hingga 60 TFLOPS kinerja grafis RDNA 3.5 dan mendukung Windows dan Linux. Peluncuran Ryzen AI Halo diharapkan pada Kuartal II 2026.

Keputusan AMD untuk memperluas lini Strix Halo dengan Ryzen AI Max+ menandakan pergeseran strategis yang lebih dalam di pasar komputasi. Dengan fokus pada kinerja grafis terintegrasi yang kuat di samping kemampuan AI, AMD tampaknya menargetkan segmen pengguna yang semakin mencari solusi komputasi serbaguna dalam bentuk faktor yang ringkas dan hemat daya. Joe Macri, Wakil Presiden AMD, pada CES tahun lalu, mencatat bahwa keberadaan Apple Silicon membantu membuat chip Ryzen AI Max mungkin, dengan menyatakan bahwa konsumen lebih peduli pada apa yang dilakukan kotak itu daripada apa yang ada di dalamnya.

Langkah ini juga berpotensi mengubah dinamika pasar PC handheld gaming dan perangkat lain yang membutuhkan keseimbangan antara daya CPU dan GPU dalam paket yang efisien, mengingat Ryzen AI Max+ 388 dengan 8 inti CPU dan 40 CU GPU diposisikan sebagai prosesor Strix Halo terbaik untuk gaming. Sistem yang ditenagai oleh prosesor AMD Ryzen AI Max+ Series terbaru akan tersedia mulai Kuartal I 2026 dari mitra OEM besar termasuk Acer dan ASUS, dengan lebih banyak sistem diharapkan sepanjang tahun. Asus, misalnya, akan menghadirkan perangkat keras AMD Strix Halo pada dua notebook portabelnya tahun ini, yaitu konvertibel premium ProArt PX13 13-inci dan seri TUF Gaming A14.

Secara keseluruhan, pengumuman AMD di CES 2026 menunjukkan komitmen perusahaan untuk memimpin dalam era "AI everywhere, for everyone," sebagaimana diungkapkan oleh Dr. Lisa Su. Melalui inovasi arsitektur dan ekspansi portofolio produk, AMD berusaha untuk tidak hanya memenuhi permintaan komputasi AI yang melonjak tetapi juga untuk mendefinisikan ulang ekspektasi kinerja dan efisiensi di segmen PC AI dan edge computing.