Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Samsung: AI Cerdas untuk Lingkungan Berkelanjutan

2026-01-05 | 19:07 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-05T12:07:55Z
Ruang Iklan

Samsung: AI Cerdas untuk Lingkungan Berkelanjutan

Samsung Electronics mempercepat integrasi kecerdasan buatan (AI) ke dalam strategi keberlanjutan lingkungannya, berupaya mengurangi jejak karbon operasional dan produknya melalui optimalisasi energi serta pengelolaan sumber daya yang lebih cerdas. Inisiatif ini menandai pergeseran signifikan dalam pendekatan perusahaan teknologi global terhadap tantangan iklim, menempatkan AI sebagai pilar utama untuk mencapai target emisi nol bersih dan efisiensi material.

Samsung, sebagai produsen elektronik konsumen terbesar di dunia, menghadapi tekanan yang meningkat dari regulator dan konsumen untuk mengatasi dampak lingkungan dari siklus hidup produknya yang ekstensif, mulai dari manufaktur hingga pembuangan. Penggunaan AI, khususnya dalam perangkat rumah tangga pintar dan chip semikonduktor, telah diidentifikasi sebagai solusi potensial untuk mendorong efisiensi energi yang lebih tinggi dan memperpanjang masa pakai produk. Perusahaan telah meluncurkan berbagai program, termasuk mode hemat energi berbasis AI dalam kulkas dan mesin cuci, serta pengembangan chip memori berdaya rendah yang memanfaatkan algoritma AI untuk mengelola konsumsi daya secara dinamis. Misalnya, fitur AI Energy Mode pada perangkat rumah tangga pintar mampu menganalisis pola penggunaan dan kondisi lingkungan untuk secara otomatis menyesuaikan operasi guna mengurangi konsumsi energi. Aplikasi SmartThings Energy, yang didukung AI, memberikan pengguna kontrol dan wawasan mendalam tentang penggunaan energi mereka, memungkinkan optimalisasi yang lebih baik.

Pendekatan ini berakar pada pengumuman "New Environmental Strategy" Samsung pada September 2022, di mana perusahaan berkomitmen untuk mencapai emisi karbon nol bersih di seluruh operasional divisinya pada tahun 2050. Strategi ini mencakup investasi sebesar 7 triliun Won (sekitar 5 miliar Dolar AS) untuk inisiatif ramah lingkungan hingga tahun 2030, termasuk peningkatan teknologi penangkap karbon dan pemanfaatan energi terbarukan. Sejak pengumuman tersebut, Samsung telah memperluas aplikasi AI-nya, tidak hanya pada produk akhir tetapi juga pada proses manufaktur. Fasilitas semikonduktor, yang secara historis merupakan konsumen energi intensif, kini menggunakan AI untuk mengoptimalkan operasi peralatan dan mengurangi limbah, meskipun detail spesifik mengenai dampak AI pada pengurangan emisi di fasilitas ini masih dalam tahap pengembangan.

Namun, integrasi AI dalam strategi keberlanjutan Samsung tidak terlepas dari tantangan. Konsumsi energi yang tinggi oleh pusat data dan infrastruktur komputasi yang mendukung model AI itu sendiri menimbulkan pertanyaan tentang jejak karbon "tersembunyi" dari teknologi ini. Pengembangan model AI yang lebih besar dan kompleks memerlukan daya komputasi yang substansial, yang dapat mengimbangi sebagian dari keuntungan efisiensi yang dicapai oleh aplikasi AI. Para kritikus berpendapat bahwa perusahaan harus lebih transparan mengenai jejak karbon bersih dari seluruh ekosistem AI mereka, dari pelatihan model hingga implementasi. Selain itu, potensi "greenwashing" selalu menjadi perhatian, di mana janji-janji teknologi hijau mungkin tidak sepenuhnya terwujud tanpa audit independen dan metrik kinerja yang jelas.

Meskipun demikian, Samsung terus berinvestasi pada penelitian dan pengembangan untuk menciptakan AI yang lebih hemat energi. Visi jangka panjang perusahaan melibatkan pengembangan "AI generatif hijau" yang dapat beroperasi dengan daya yang jauh lebih rendah, mengurangi ketergantungan pada pusat data yang intensif energi. Jika berhasil, strategi Samsung ini dapat menjadi cetak biru bagi industri teknologi global, membuktikan bahwa inovasi AI dapat berfungsi sebagai katalisator untuk keberlanjutan, bukan hanya sebagai pendorong konsumsi. Keberhasilan inisiatif ini akan bergantung pada kemampuan Samsung untuk tidak hanya mengimplementasikan teknologi AI secara luas, tetapi juga secara transparan mengukur dan melaporkan dampak lingkungan bersihnya, sembari terus mengatasi konsumsi energi inheren dari infrastruktur AI itu sendiri.