Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Samsung Galaxy S26 Ultra: Layar Privasi AI Anti-Intip, Bagaimana Cara Kerjanya?

2026-01-13 | 02:48 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-12T19:48:23Z
Ruang Iklan

Samsung Galaxy S26 Ultra: Layar Privasi AI Anti-Intip, Bagaimana Cara Kerjanya?

Samsung Electronics dikabarkan akan mengintegrasikan fitur Layar Privasi berbasis kecerdasan buatan (AI) ke seluruh lini seri Galaxy S26, termasuk model Galaxy S26 Ultra, untuk mencegah pengintaian visual oleh pihak ketiga. Teknologi baru ini, yang diyakini memanfaatkan panel OLED Flex Magic Pixel dari Samsung Display, dirancang untuk secara dinamis menyesuaikan sudut pandang layar, menjadikannya terlihat jelas bagi pengguna langsung tetapi buram atau tidak terbaca dari samping. Inovasi ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran global mengenai privasi data dan pengawasan digital, dengan 34% pemilik ponsel pintar menyatakan keprihatinan tentang bagaimana informasi pribadi mereka mungkin digunakan tanpa persetujuan, dan 85% orang dewasa secara global ingin berbuat lebih banyak untuk melindungi privasi daring mereka.

Fungsi utama dari Layar Privasi berbasis AI ini adalah untuk mengakhiri praktik "shoulder surfing" atau mengintip layar, yang sering terjadi di tempat umum seperti transportasi massal atau kafe. Ketika diaktifkan, layar akan tetap terang dan jernih bagi pengguna yang melihatnya langsung, namun akan meredup atau menjadi tidak terbaca dari sudut pandang samping, berkat kontrol AI terhadap piksel panel dan penyesuaian sudut pandang secara efektif. Kemampuan adaptif AI akan memungkinkan fitur ini untuk diaktifkan secara kontekstual; misalnya, secara otomatis mengaktifkan mode privasi saat pengguna membuka aplikasi perbankan atau menonaktifkannya saat menonton video bersama teman. Solusi perangkat keras ini juga dimaksudkan untuk menghilangkan kebutuhan akan pelindung layar privasi eksternal, yang seringkali mengorbankan kualitas gambar atau kecerahan.

Pengembangan ini sejalan dengan strategi AI Samsung yang lebih luas, yang menekankan personalisasi dan keamanan data pengguna. Perusahaan telah menguraikan pendekatan AI hibrida yang memproses data sensitif di perangkat sebisa mungkin, sambil memanfaatkan komputasi awan untuk tugas yang memerlukan kecepatan atau skala lebih besar, memberikan fleksibilitas tanpa mengorbankan privasi. Direktur Pusat AI Global Samsung Research, Kim Dae-hyun, sebelumnya menegaskan komitmen perusahaan untuk memberikan layanan AI yang berpusat pada pengguna melalui Galaxy AI, dengan fitur-fitur yang dirancang untuk menjaga data pribadi tetap di perangkat dan tidak diunggah secara eksternal. Platform keamanan Samsung Knox juga berperan penting dalam ekosistem ini, melindungi miliaran perangkat dari tingkat chipset hingga aplikasi.

Kehadiran fitur Layar Privasi berbasis AI pada seri Galaxy S26, yang dilaporkan tidak tersedia pada ponsel pintar lain di dunia saat ini, dapat menjadi faktor pembeda yang signifikan di pasar yang semakin kompetitif. Seorang sumber industri menyatakan bahwa Samsung berupaya "mendiferensiasi pengalaman pengguna (UX) dengan memperkenalkan berbagai teknologi baru di Galaxy S26." Meskipun fitur ini awalnya dirumorkan terbatas pada model Ultra, laporan terbaru menunjukkan bahwa seluruh jajaran S26 akan mendapatkannya, menyoroti penekanan Samsung pada privasi sebagai fitur inti untuk semua pengguna unggulan.

Namun, integrasi AI yang mendalam dalam fitur privasi juga menimbulkan diskusi di kalangan pakar. Meskipun AI dapat meningkatkan langkah-langkah keamanan melalui deteksi ancaman waktu nyata dan analisis prediktif, kekhawatiran tentang AI membuat keputusan tanpa persetujuan dan potensi data model AI untuk bocor atau disalahgunakan tetap ada. Sekitar 30% pengguna ponsel pintar mengkhawatirkan AI akan membuat keputusan tanpa persetujuan mereka, dan persentase yang sama khawatir tentang sulitnya melindungi data pribadi dan privasi. Para ahli menekankan pentingnya transparansi, kontrol pengguna, dan kerja sama lintas fungsional antara teknologi, keamanan, dan ahli privasi untuk membangun alat AI dengan privasi yang melekat. Dengan Layar Privasi berbasis AI, Samsung berusaha menawarkan solusi nyata untuk masalah privasi sehari-hari, sekaligus menavigasi kompleksitas etika dan teknis dari kecerdasan buatan dalam perangkat konsumen.