Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Samsung Galaxy S26 Ultra: Ungkap Cara Kerja Fitur Privacy Display, Teknologi Anti-Intip Masa Depan

2026-01-11 | 20:24 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-11T13:24:07Z
Ruang Iklan

Samsung Galaxy S26 Ultra: Ungkap Cara Kerja Fitur Privacy Display, Teknologi Anti-Intip Masa Depan

Samsung Galaxy S26 Ultra, yang diperkirakan akan diluncurkan pada akhir Februari, dirumorkan akan dibekali fitur "Privacy Display" terintegrasi yang mampu membatasi sudut pandang layar secara dinamis, sebuah inovasi signifikan yang bertujuan mengatasi maraknya pengintaian layar di ruang publik atau "shoulder surfing". Teknologi ini, yang disebut-sebut eksklusif untuk model Ultra, berpotensi menghilangkan kebutuhan akan pelindung layar privasi fisik, menandai langkah maju dalam keamanan data seluler.

Fitur Privacy Display dilaporkan memanfaatkan teknologi OLED "Flex Magic Pixel" milik Samsung Display yang dikombinasikan dengan kecerdasan buatan (AI) untuk secara selektif menggelapkan piksel layar dari sudut samping, sementara tetap menjaga tampilan yang jernih bagi pengguna yang melihat langsung ke layar. Bocoran dari aplikasi Samsung Tips dan perangkat lunak One UI 8.5 yang diperbarui menunjukkan bahwa fitur ini dapat diaktifkan secara manual melalui panel pengaturan cepat atau diatur untuk aktif secara otomatis dalam skenario tertentu. Opsi otomatisasi mencakup aktivasi berdasarkan lokasi pengguna, seperti saat berada di angkutan umum atau tempat ramai, atau saat membuka aplikasi sensitif seperti aplikasi perbankan. Bahkan, dilaporkan ada pengaturan "Maximum privacy protection" yang lebih jauh meredupkan layar untuk privasi maksimal.

Kekhawatiran terhadap privasi visual meningkat seiring dengan semakin terintegrasinya perangkat seluler dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena "shoulder surfing", di mana individu mengintip layar perangkat orang lain, menjadi perhatian keamanan yang berkembang. Sebuah laporan menunjukkan bahwa 25% komuter di Australia pernah mengalami seseorang mengintip konten ponsel mereka saat menggunakan transportasi umum, dengan 23% di antaranya berinvestasi pada pelindung layar privasi fisik sebagai respons. Secara global, 9 dari 10 warga Amerika menganggap privasi daring sebagai isu penting, namun kurang dari seperempat pengguna ponsel pintar di Amerika Serikat merasa memegang kendali atas data pribadi mereka secara daring. Biaya kejahatan siber diperkirakan akan melampaui 23 triliun dolar AS setiap tahunnya pada 2027, dengan 45% warga Amerika mengalami pencurian atau paparan informasi pribadi dalam pelanggaran data selama lima tahun terakhir.

Solusi privasi layar konvensional, seperti pelindung layar fisik, bekerja menggunakan teknologi filter polarisasi atau micro-louver yang membatasi sudut pandang. Namun, pelindung ini sering kali mengurangi kecerahan layar secara permanen, mendistorsi warna, dan mengurangi kualitas tampilan secara keseluruhan bahkan saat privasi tidak dibutuhkan. Integrasi fitur privasi langsung ke dalam layar oleh Samsung menjanjikan pengalaman pengguna yang lebih unggul, dengan kemampuan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan privasi sesuai kebutuhan tanpa mengorbankan kualitas visual saat tidak digunakan.

Analis industri memandang langkah Samsung ini sebagai pembeda strategis di pasar ponsel pintar yang semakin kompetitif. Dengan penekanan pada "privasi berdasarkan desain", Samsung Display melalui paten-patennya menunjukkan pendekatan proaktif dalam menanamkan fitur privasi langsung ke dalam arsitektur teknologi. Inovasi semacam ini dapat mendorong pesaing, seperti Apple dan Google, untuk mempercepat pengembangan fitur privasi terintegrasi mereka sendiri, memicu perlombaan menuju ekosistem seluler yang lebih aman. Selain itu, fitur ini dapat menarik pengguna dari sektor-sektor sensitif seperti keuangan dan perawatan kesehatan, di mana risiko pelanggaran data sangat tinggi. Apabila Privacy Display pada S26 Ultra terbukti efektif, fitur ini bukan hanya menjadi nilai jual utama, melainkan juga dapat membentuk kembali ekspektasi konsumen dan arah diskusi regulasi seputar privasi seluler di masa depan. Pasar untuk pelindung layar privasi fisik, yang diperkirakan akan mencapai 1,81 miliar dolar AS pada 2025, mungkin akan menghadapi ancaman redundansi teknologi jika solusi terintegrasi menjadi arus utama.