:strip_icc()/kly-media-production/medias/3044009/original/039738900_1581055610-android-2618093_1920.jpg)
Spotify secara global mulai meluncurkan fitur "Aktivitas Mendengar" terbarunya pada awal Januari 2026, memungkinkan pengguna melihat apa yang sedang didengarkan teman-teman mereka secara waktu nyata langsung di dalam aplikasi, menandai langkah signifikan dalam evolusi platform streaming musik ini menuju ekosistem sosial yang lebih terintegrasi. Fitur ini, yang diperkirakan akan tersedia luas pada awal Februari, memperkuat kapabilitas pengiriman pesan dalam aplikasi Spotify yang diperkenalkan pada Agustus 2025, bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan pengguna dan mendorong penemuan musik kolaboratif.
Sejak awal kehadirannya, Spotify telah berupaya merajut pengalaman mendengarkan musik dengan interaksi sosial. Fitur "Aktivitas Teman" di aplikasi desktop telah lama memungkinkan pengguna untuk memantau aktivitas mendengarkan kontak mereka. Namun, pembaruan "Aktivitas Mendengar" kali ini membawa kemampuan tersebut ke perangkat seluler iOS dan Android, menyelaraskannya dengan fitur "Pesan" yang baru diluncurkan. Hal ini mencerminkan upaya strategis Spotify untuk mempertahankan pengguna di dalam platformnya, mengurangi kebutuhan untuk berbagi tautan musik melalui aplikasi pihak ketiga. Menurut data perusahaan, fitur "Pesan" telah digunakan oleh hampir 40 juta pengguna untuk mengirim sekitar 340 juta pesan sejak diluncurkan.
Fitur "Aktivitas Mendengar" berfungsi sebagai opsi ikut serta (opt-in) yang harus diaktifkan secara manual oleh pengguna melalui pengaturan privasi dan sosial mereka. Setelah diaktifkan, status mendengarkan pengguna atau lagu terakhir yang diputar akan muncul di samping kolom obrolan dan di bagian atas percakapan "Pesan" dengan kontak yang telah mereka ajak berinteraksi. Pengguna dapat mengetuk aktivitas mendengarkan seorang teman untuk memutar lagu tersebut, menambahkannya ke koleksi pribadi, atau bereaksi dengan salah satu dari enam emoji yang tersedia. Spotify menegaskan bahwa "Aktivitas Mendengar hanya dibagikan dengan orang yang telah Anda kirimi pesan di Spotify, dan Anda selalu memegang kendali — hanya kontak yang Anda pilih yang dapat melihat aktivitas Anda, dan Anda dapat mematikannya kapan saja,". Fitur ini juga dibatasi untuk pengguna berusia 16 tahun ke atas.
Bersamaan dengan "Aktivitas Mendengar", Spotify juga memperkenalkan "Permintaan Ikut Jam" (Request to Jam). Fitur ini memungkinkan pengguna Premium untuk mengundang teman, baik pengguna Premium maupun Free, ke sesi mendengarkan bersama secara langsung dari utas pesan. Fitur "Jam" sendiri, yang diluncurkan pada September 2023, telah menunjukkan pertumbuhan pesat, dengan pengguna aktif harian meningkat lebih dari dua kali lipat dari tahun ke tahun. Spotify menyatakan, "Dengan Jam, pengguna dapat mendengarkan dari mana saja—tetapi sulit untuk mengetahui kapan teman Anda tersedia untuk mendengarkan bersama saat Anda terpisah. Sekarang, pengguna dapat melihat kapan seseorang sudah mendengarkan, bergabung dengan mereka, dan bahkan mengirim pesan secara sinkron sambil mendengarkan sehingga mereka dapat membicarakan apa yang sedang diputar dan apa yang akan datang."
Langkah Spotify ini menggarisbawahi pergeseran strategis yang lebih luas dalam industri streaming musik, di mana platform tidak lagi sekadar menjadi perpustakaan audio, melainkan pusat interaksi sosial dan penemuan konten. Sebagaimana dicatat oleh analis, fitur sosial dapat berkontribusi pada peningkatan metrik keterlibatan pengguna sebesar 5-10%. Ini merupakan respons terhadap lanskap kompetitif yang terus berkembang, dengan pesaing seperti Apple Music dan YouTube Music juga memperkuat alat sosial mereka. Spotify Wrapped, yang diperkenalkan pada tahun 2016 dan menarik 120 juta pengguna pada tahun 2021 dengan 60 juta cerita dibagikan di media sosial, telah membuktikan potensi besar berbagi kebiasaan mendengarkan sebagai pendorong keterlibatan.
Namun, integrasi sosial yang lebih dalam juga menimbulkan pertimbangan privasi. Meskipun Spotify menekankan sifat opt-in dan kontrol pengguna, sejarah menunjukkan bahwa perubahan dalam pengaturan privasi, seperti peralihan default "Aktivitas Teman" menjadi privat sekitar tahun 2021, dapat menimbulkan ketidakpuasan di kalangan pengguna yang terbiasa dengan visibilitas yang lebih besar. Tantangan bagi Spotify adalah menyeimbangkan keinginan untuk memfasilitasi koneksi sosial dengan memastikan pengguna merasa aman dan memegang kendali penuh atas data mereka. Dengan terus mengembangkan fitur-fitur seperti "Aktivitas Mendengar", Spotify berupaya memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam inovasi pengalaman audio, sekaligus meredefinisi bagaimana musik terintegrasi dalam kehidupan sosial digital.