Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Tekno Terkini: Wajah Baru Nano Banana di Pesan & Exynos 2600 Samsung Meluncur

2026-01-01 | 04:21 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-31T21:21:30Z
Ruang Iklan

Tekno Terkini: Wajah Baru Nano Banana di Pesan & Exynos 2600 Samsung Meluncur

Google baru-baru ini merevisi antarmuka pengguna fitur Remix berbasis kecerdasan buatan (AI) Nano Banana di aplikasi Google Messages setelah menerima umpan balik pengguna, bersamaan dengan pengumuman resmi Samsung mengenai peluncuran chip Exynos 2600 yang diklaim sebagai System-on-Chip (SoC) smartphone 2nm pertama di dunia. Perubahan ini menyoroti evolusi cepat integrasi AI di perangkat lunak konsumen dan persaingan ketat dalam manufaktur semikonduktor canggih yang membentuk masa depan teknologi seluler.

Fitur Remix, yang pertama kali diperkenalkan Google pada November 2025, memungkinkan pengguna untuk membuat dan mengedit gambar menggunakan model AI Nano Banana langsung di dalam percakapan Google Messages. Integrasi ini awalnya menampilkan ikon pisang yang mencolok bersama dengan tombol "Remix", muncul saat pengguna menekan lama gambar atau saat meninjau gambar yang diterima maupun akan dikirim. Namun, visibilitas yang agresif ini memicu keluhan dari sebagian pengguna Android, yang menyuarakan ketidakpuasan mereka di forum daring seperti Reddit. Menanggapi kritik tersebut, Google telah mulai meluncurkan pembaruan beta untuk Google Messages (versi 20251212_00_RC01) yang mengurangi tampilan ikon pisang tersebut. Perubahan ini mencakup tombol "Remix" yang lebih kecil dan tidak terlalu menonjol, penghapusan ikon pisang, serta penggantian dengan ikon kilau AI yang lebih umum. Selain itu, tombol Remix di tampilan layar penuh gambar kini dipindahkan ke sudut kiri bawah, menyatu dengan antarmuka yang lebih halus. Langkah ini menunjukkan upaya Google untuk menyeimbangkan inovasi AI dengan preferensi pengalaman pengguna, menjadikan alat pengeditan gambar AI sebagai opsi yang lebih tersembunyi dibandingkan fitur yang menonjol secara universal.

Secara paralel, Samsung telah secara resmi meluncurkan Exynos 2600, chip unggulan untuk perangkat seluler yang dibangun di atas proses fabrikasi Gate-All-Around (GAA) 2 nanometer (nm), menjadikannya SoC smartphone 2nm pertama di dunia. Chipset ini menampilkan CPU 10-inti berdasarkan arsitektur ARM v9.3, dengan konfigurasi yang mencakup satu inti utama C1 Ultra yang beroperasi pada 3.8GHz (beberapa laporan awal menunjukkan hingga 4.20GHz), tiga inti C1 Pro kinerja tinggi pada 3.25GHz, dan enam inti C1 Pro kinerja menengah pada 2.75GHz. Samsung mengklaim peningkatan kinerja CPU secara keseluruhan hingga 39% dibandingkan dengan Exynos 2500 sebelumnya. Di sisi grafis, Exynos 2600 mengintegrasikan GPU Samsung Xclipse 960, yang dikembangkan menggunakan arsitektur RDNA dari AMD. Samsung menyatakan bahwa GPU ini menawarkan peningkatan kinerja komputasi hingga dua kali lipat dan kinerja ray-tracing 50% lebih baik dibandingkan GPU generasi sebelumnya. Beberapa laporan bahkan mengindikasikan bahwa Xclipse 960 adalah GPU yang dikembangkan secara in-house oleh Samsung menggunakan arsitektur AMD, menandai langkah signifikan menuju swasembada komponen.

Kecerdasan buatan menjadi fokus utama Exynos 2600, dengan unit pemrosesan saraf (NPU) yang diklaim memberikan peningkatan kinerja AI sebesar 113% dibandingkan pendahulunya. Peningkatan ini memungkinkan eksekusi model AI yang lebih besar dan lebih beragam langsung di perangkat, mendukung fitur-fitur seperti pengeditan gambar cerdas dan fungsi asisten AI yang lebih cepat dan efisien. Samsung juga memperdalam kemitraan dengan perusahaan AI Korea Selatan, Nota AI, untuk mengoptimalkan AI on-device pada Exynos 2600, memungkinkan model AI besar berjalan efisien tanpa ketergantungan pada konektivitas cloud. Chip ini juga mendukung penyimpanan UFS 4.1, DRAM LPDDR5X, dan mampu menggerakkan layar resolusi 4K hingga 120Hz.

Exynos 2600 diharapkan akan menjadi otak di balik seri Galaxy S26 dan Galaxy S26+ di pasar tertentu pada awal 2026, dan beberapa analis berspekulasi bahwa chip ini juga dapat digunakan pada model S26 Ultra. Langkah ini merupakan bagian dari strategi ganda Samsung untuk mengurangi ketergantungan pada chip Snapdragon dari Qualcomm, meskipun Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 (3nm) diperkirakan masih akan digunakan di sebagian besar model Galaxy S26 di pasar lain. Analis industri, Samir Khazaka, menyoroti bahwa investasi besar Samsung dalam pengembangan komponen in-house, termasuk rencana GPU mandiri penuh untuk Exynos 2800 pada tahun 2027, menunjukkan ambisi untuk memegang peran yang lebih dominan di pasar SoC. Namun, kinerja benchmark awal Exynos 2600 telah menunjukkan hasil yang beragam, dengan beberapa laporan yang mengklaim skor Geekbench mendekati chip Apple M5, sementara yang lain mencatat penurunan kinerja yang mengejutkan dalam tes selanjutnya, kemungkinan karena penyesuaian frekuensi clock untuk manajemen termal. Untuk mengatasi masalah panas yang kerap menghantui chip Exynos sebelumnya, Samsung telah mengintegrasikan teknologi Heat Path Block (HPB) untuk meningkatkan pembuangan panas dan memastikan kinerja tinggi yang berkelanjutan. Keberhasilan Exynos 2600 akan menjadi krusial bagi upaya Samsung untuk merebut kembali pangsa pasar prosesor aplikasi dan mengurangi biaya komponen, serta untuk menantang dominasi TSMC di pasar foundry.