
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) kembali melakukan perombakan di jajaran Dewan Komisaris dan Direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada Jumat, 12 Desember 2025, di Jakarta. Keputusan strategis ini menetapkan Budi Satria Dharma Purba sebagai Direktur Wholesale & International Service yang baru, menggantikan Honesti Basyir. Selain itu, Rofikoh Rokhim ditunjuk sebagai Komisaris Independen, mengisi posisi yang sebelumnya dipegang oleh Yohanes Surya yang mengundurkan diri pada 20 November 2025.
Perubahan ini merupakan kelanjutan dari serangkaian restrukturisasi kepemimpinan yang intensif sepanjang tahun 2025, menandakan upaya berkelanjutan Telkom dalam mengakselerasi transformasi digitalnya di tengah dinamika pasar telekomunikasi yang kompetitif. Sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 27 Mei 2025 telah menunjuk Dian Siswarini sebagai Direktur Utama, menggantikan Ririek Adriansyah yang menjabat sejak 2019, dan Muhammad Awaluddin sebagai Wakil Direktur Utama. Kemudian, dalam RUPSLB 16 September 2025, posisi Wakil Direktur Utama dihapus. Willy Saelan diangkat sebagai Direktur Human Capital Management menggantikan Henry Christiadi, dan Andy Kelana menduduki posisi baru sebagai Direktur Legal & Compliance. Selain itu, Ira Noviarti masuk sebagai Komisaris Independen menggantikan Ismail.
Susunan lengkap Dewan Komisaris Telkom terbaru meliputi Angga Raka Prabowo sebagai Komisaris Utama, didampingi Rionald Silaban, Rizal Mallarangeng, Ossy Darmawan, Silmy Karim sebagai Komisaris, serta Deswandhy Agusman, Ira Noviarti, dan Rofikoh Rokhim sebagai Komisaris Independen. Sementara itu, jajaran Direksi terbaru dipimpin oleh Dian Siswarini sebagai Direktur Utama, dengan Arthur Angelo Syailendra sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Willy Saelan sebagai Direktur Human Capital Management, Budi Satria Dharma Purba sebagai Direktur Wholesale & International Service, Veranita Yosephine sebagai Direktur Enterprise & Business Service, Seno Soemadji sebagai Direktur Strategic Business Development & Portofolio, Nanang Hendarno sebagai Direktur Network, Faizal Rochmad Djoemadi sebagai Direktur IT Digital, dan Andy Kelana sebagai Direktur Legal & Compliance.
Budi Satria Dharma Purba membawa pengalaman sebagai Chief Executive Officer (CEO) PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), anak perusahaan Telkom yang mengelola bisnis internasional, sejak Juli 2021. Rekam jejaknya di TelkomGroup mencakup lebih dari 15 tahun di industri telekomunikasi, dengan keahlian mendalam dalam bisnis wholesale dan layanan internasional. Rofikoh Rokhim, Komisaris Independen baru, adalah seorang Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia dan juga menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero). Latar belakang akademisi dan profesionalnya di bidang tata kelola perusahaan diharapkan akan memperkuat fungsi pengawasan Dewan Komisaris.
Pergantian kepemimpinan ini tidak terlepas dari agenda transformasi besar yang dicanangkan Telkom, yang dikenal sebagai strategi TLKM 30. Dalam RUPSLB 12 Desember 2025, pemegang saham juga menyetujui pemisahan (spin-off) sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) atau InfraNexia. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Telkom untuk membangun struktur usaha yang lebih fokus dan tangkas, dengan InfraNexia diproyeksikan menjadi pendorong pertumbuhan baru melalui optimalisasi aset infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan digital. Direktur Utama Dian Siswarini menyatakan bahwa Telkom akan fokus pada perampingan perusahaan (streamlining) dan penajaman fokus bisnis anak usaha guna meningkatkan nilai perusahaan dan efisiensi struktur.
Keputusan perombakan ini muncul di tengah kondisi kinerja keuangan Telkom yang menunjukkan tantangan. Pada tahun 2024, pendapatan konsolidasi Telkom tercatat Rp150,0 triliun, tumbuh 0,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, laba bersih turun menjadi Rp23,65 triliun dari Rp24,56 triliun pada tahun 2023, sebagian dipengaruhi oleh program pensiun dini (Early Retirement Program/ERP) pada kuartal II 2024. Penurunan laba bersih berlanjut pada semester I 2025, mencapai Rp10,97 triliun, turun 6,68% secara tahunan dari Rp11,76 triliun pada periode yang sama tahun 2024. Pendapatan juga turun 3,04% menjadi Rp73 triliun pada semester I 2025 dari Rp75,29 triliun pada semester I 2024.
Anggota Komisi VI DPR RI, Asep Wahyuwijaya, sebelumnya menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap struktur bisnis dan pemilihan direksi yang mampu membawa kemajuan bagi perseroan. Pendapatan terbesar Telkom Group masih didominasi oleh bisnis seluler dan IndiHome, yang menopang sekitar 75% dari total pendapatan, mengindikasikan perlunya inovasi bisnis lebih lanjut. Komisi VI DPR RI juga telah menyatakan dukungan terhadap langkah-langkah transformasi bisnis dan budaya yang dilakukan oleh Dian Siswarini dan jajaran manajemen barunya, dengan harapan Telkom dapat menjadi perusahaan digital kelas dunia yang adaptif, kompetitif, dan berpihak kepada kepentingan nasional. Transformasi ini juga mencakup reformasi budaya dan penajaman tata kelola untuk menutup celah-celah (loopholes) di seluruh proses.