Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

TelkomGroup Bawa Koneksi Internet Cepat ke Hunian Sementara Aceh Tamiang

2026-01-02 | 19:19 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-02T12:19:20Z
Ruang Iklan

TelkomGroup Bawa Koneksi Internet Cepat ke Hunian Sementara Aceh Tamiang

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TelkomGroup) telah merampungkan instalasi jaringan telekomunikasi dan akses internet gratis di kawasan Hunian Sementara (Huntara) Aceh Tamiang, memastikan konektivitas krusial bagi ribuan warga yang terdampak banjir dan longsor parah akhir November 2025. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari program strategis Danantara, sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menargetkan pembangunan 15.000 unit huntara di tiga provinsi terdampak dalam waktu tiga bulan ke depan, dengan 600 unit di antaranya di Aceh Tamiang siap dihuni pada 8 Januari 2026.

TelkomGroup menghadirkan layanan konektivitas digital yang mencakup 28 titik akses WiFi pada tahap awal, dengan target peningkatan menjadi 63 unit Access Point WiFi Managed Service (AP WMS) di seluruh kawasan Huntara. Setiap AP dirancang untuk menjangkau tiga rumah, memungkinkan masyarakat tetap terhubung dengan keluarga, mengakses informasi penting, dan mendukung kebutuhan pendidikan serta aktivitas digital di tengah masa pemulihan. Untuk layanan seluler, Telkomsel telah memastikan pemulihan jaringan 100% di Aceh Tamiang dengan dukungan 88 Base Transceiver Station (BTS) aktif dan pengoperasian satu Mobile BTS (Combat) langsung di area Huntara. Layanan internet berbasis satelit melalui Telkomsat dengan paket khusus juga disediakan untuk menjamin akses WiFi gratis tanpa batas bagi penghuni.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan peninjauan langsung pembangunan Huntara di Kampung Simpang Empat Opak, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, pada 1 Januari 2026. Prabowo menekankan keseriusan pemerintah dalam penanganan bencana ini, meskipun tidak ditetapkan sebagai bencana nasional, dan mengapresiasi kecepatan serta soliditas kerja Danantara dan BUMN. Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa program Hunian Danantara adalah wujud kehadiran negara untuk memastikan warga terdampak dapat tinggal secara layak dengan fasilitas dasar lengkap, termasuk listrik dari PLN dan konektivitas telekomunikasi dari TelkomGroup. Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menggarisbawahi komitmen TelkomGroup dalam mendukung penyediaan Huntara melalui konektivitas digital yang andal, memungkinkan koordinasi yang lebih cepat dan terintegrasi untuk manfaat masyarakat.

Bencana hidrometeorologi, yang meliputi banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025, telah berdampak pada lebih dari 100.000 jiwa di Aceh Tamiang, melumpuhkan infrastruktur vital termasuk akses transportasi dan jaringan telekomunikasi. Dalam konferensi pers pada 5 Desember 2025, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria melaporkan bahwa baru 52 persen BTS di Aceh yang aktif kembali, terutama karena masalah pasokan listrik. Menkomdigi Meutya Hafid, saat meninjau Aceh Tamiang pada 28 Desember 2025, menyatakan pemulihan jaringan telekomunikasi adalah prioritas pemerintah agar masyarakat kembali beraktivitas normal sebelum akhir 2025. Ini menegaskan peran penting telekomunikasi sebagai jalur utama komunikasi, akses informasi, dan koordinasi bantuan kemanusiaan dalam fase tanggap darurat dan transisi bencana.

Kehadiran jaringan telekomunikasi di Huntara Aceh Tamiang bukan sekadar penyediaan infrastruktur, melainkan sebuah instrumen krusial untuk pemulihan sosial dan ekonomi jangka panjang. Masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencarian sangat bergantung pada konektivitas untuk mencari nafkah baru, mengakses layanan kesehatan, serta memastikan kelanjutan pendidikan anak-anak. TelkomGroup, melalui kolaborasi dengan Sekar Telkom dan Relawan Telkom Peduli, tidak hanya fokus pada konektivitas, tetapi juga pada pemulihan psikologis anak-anak terdampak banjir di Desa Menanggini, Desa Babo, dan Desa Sulum, melalui program pendampingan dan trauma healing. Ini menunjukkan pemahaman akan dimensi kemanusiaan yang lebih luas dalam penanganan pascabencana. Sinergi lintas BUMN, termasuk PLN untuk listrik dan Himbara untuk dukungan finansial, menciptakan ekosistem pemulihan terpadu yang bertujuan membangun kembali dengan lebih baik. Inisiatif ini juga menggarisbawahi pentingnya digitalisasi dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di masa depan, di mana akses informasi dan komunikasi yang cepat dapat menyelamatkan nyawa dan mempercepat rehabilitasi.