Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

TelkomGroup Gerak Cepat Pulihkan Konektivitas Sumatera Pasca Bencana

2026-01-02 | 03:39 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-01T20:39:03Z
Ruang Iklan

TelkomGroup Gerak Cepat Pulihkan Konektivitas Sumatera Pasca Bencana

Pekan terakhir November hingga pertengahan Desember 2025 menjadi masa krusial bagi TelkomGroup, yang menggerakkan seluruh sumber daya untuk memulihkan infrastruktur telekomunikasi di Sumatra setelah wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dilanda banjir bandang dan tanah longsor. Bencana ini menyebabkan gangguan signifikan pada layanan komunikasi, mendorong operator telekomunikasi terbesar di Indonesia tersebut untuk mempercepat pemulihan Base Transceiver Station (BTS) dan Sentral Telepon Otomat (STO) demi memastikan masyarakat tetap terkoneksi.

Hingga Sabtu, 13 Desember 2025, TelkomGroup berhasil mengaktifkan kembali seluruh kantor STO di tiga provinsi terdampak. Fokus pemulihan selanjutnya beralih ke aktivasi BTS. Di Sumatra Utara dan Sumatra Barat, sekitar 90% BTS milik TelkomGroup telah beroperasi normal. Namun, Aceh masih menjadi prioritas utama dengan tingkat pemulihan aktif sekitar 50% pada pertengahan Desember 2025, dengan target mencapai 75% cakupan dalam waktu dekat.

Direktur Network Telkom, Nanang Hendarno, menjelaskan bahwa kerusakan BTS terbesar memang terjadi di Aceh, khususnya di wilayah seperti Kuala Simpang, Aceh Tamiang, yang terdampak genangan lumpur. "Kami fokuskan seluruh sumber daya yang ada di TelkomGroup untuk mempercepat recovery dari BTS yang ada di Aceh ini," ujar Nanang saat meninjau infrastruktur STO Telkom di Kecamatan Kuala Simpang pada 13 Desember 2025. Upaya pemulihan melibatkan tidak hanya Telkomsel, tetapi juga seluruh anak perusahaan TelkomGroup.

Tantangan utama di lapangan meliputi akses menuju lokasi bencana yang sulit, pasokan listrik yang tidak stabil, serta kerusakan pada jalur transmisi, terutama fiber optik. Sebagai respons, TelkomGroup mengaktifkan sejumlah backup link melalui layanan satelit dan IP radio dengan kapasitas terbatas, termasuk pengoperasian unit layanan satelit Mangostar di enam posko bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat untuk mendukung komunikasi tim teknis, relawan, dan warga yang mengungsi. Selain itu, akses internet dan fasilitas pengisian daya gratis disediakan di tujuh lokasi strategis di Sumatra, termasuk kantor wilayah Telkom dan STO, untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah pemadaman listrik total.

Kolaborasi erat dengan pemerintah juga menjadi kunci. Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Meutya Hafid, menyatakan bahwa pemerintah akan terus bersinergi dengan operator telekomunikasi untuk memastikan akses telekomunikasi di seluruh wilayah terdampak segera pulih. Meutya Hafid optimistis layanan akan kembali normal dalam lima hari ke depan seiring pemulihan listrik di wilayah terdampak, dan mengapresiasi percepatan perbaikan yang dilakukan TelkomGroup. Untuk memperkuat upaya ini, Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Telkomsel pada 22 Desember 2025 mengirimkan 100 generator, 500 telepon seluler, 50 baterai, dan 50 rectifier ke Sumatra, dengan fokus distribusi di Aceh Tamiang, Gayo Lues, dan Bener Meriah.

Di tengah upaya pemulihan pascabencana, TelkomGroup juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa logistik, sembako, perlengkapan masak, pakaian, dapur umum, serta peralatan medis dan obat-obatan. Peran vital konektivitas digital dalam situasi kedaruratan menjadi sangat nyata, di mana terputusnya komunikasi dapat memperburuk kerentanan masyarakat. Pada November 2025, data dari Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) menunjukkan 495 situs telekomunikasi di Sumatra Utara, milik PT Telekomunikasi Selular, PT Indosat Tbk, dan PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk, mati. Angka ini setara dengan 1,42% dari total 34.660 situs yang ada. Hingga Agustus 2023, Telkomsel memiliki 17.400 unit menara BTS di Pulau Sumatra, terbagi menjadi Sumatra bagian Utara (6.000 BTS), Sumatra bagian Selatan (6.000 BTS), dan Sumatra bagian Tengah (5.400 BTS), dengan cakupan jaringan 4G/LTE mencapai 96,5%. Total BTS TelkomGroup di seluruh Indonesia mencapai 233.052 unit hingga September 2023.

Resiliensi jaringan telekomunikasi di Indonesia, negara yang rawan bencana, menjadi fokus jangka panjang. Investasi berkelanjutan pada infrastruktur hibrida, simulasi rutin, dan ketahanan listrik mandiri adalah imperatif untuk menghadapi potensi bencana yang lebih besar di masa depan. TelkomGroup, melalui strategi Five Bold Moves, terus mengakselerasi digitalisasi di seluruh Indonesia, termasuk memperkuat infrastruktur untuk Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, yang mencakup penambahan 252 BTS 5G baru, 271 BTS 4G baru, serta 46 mobile BTS (Combat) untuk mengantisipasi lonjakan trafik dan potensi cuaca ekstrem. Komitmen ini sejalan dengan visi untuk memastikan konektivitas digital yang andal dan berkualitas tinggi bagi masyarakat, terutama di daerah yang paling membutuhkan.