Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

TelkomGroup Sigap Pulihkan Jaringan Telekomunikasi Sumatera Pasca Bencana

2026-01-10 | 02:11 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-09T19:11:42Z
Ruang Iklan

TelkomGroup Sigap Pulihkan Jaringan Telekomunikasi Sumatera Pasca Bencana

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TelkomGroup) berhasil merampungkan pemulihan menyeluruh jaringan telekomunikasi di wilayah Sumatra yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025 lalu. Memasuki pekan pertama Januari 2026, seluruh layanan digital di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dilaporkan telah kembali beroperasi stabil dengan tingkat ketersediaan mencapai 99,9 persen. Keberhasilan ini menandai berakhirnya fase tanggap darurat infrastruktur dan dimulainya periode penguatan layanan berkelanjutan.

Bencana alam pada akhir 2025 tersebut menyebabkan gangguan signifikan pada infrastruktur telekomunikasi di sejumlah wilayah, termasuk akses transport jaringan yang terputus dan pasokan listrik yang tidak stabil. Aceh menjadi provinsi dengan tingkat dampak tertinggi, di mana upaya pemulihan difokuskan secara intensif. TelkomGroup memastikan bahwa seluruh 289 kecamatan yang dilayani Telkomsel di Aceh kini telah kembali aktif, dengan minimal satu lokasi pemancar (site) beroperasi di setiap kecamatan. Progres pemulihan di Aceh sendiri dilaporkan mencapai 95% per 2 Januari 2026, dengan fokus lanjutan di area seperti Blangkejeren dan Takengon.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan bahwa pemulihan jaringan telekomunikasi hingga kembali normal 100 persen merupakan prioritas utama perusahaan sejak hari pertama bencana. “Berkat kerja cepat dan kolaborasi lebih dari 2.500 tim recovery tanggap bencana TelkomGroup, seluruh wilayah terdampak kembali terhubung sehingga aktivitas masyarakat dan layanan publik dapat berangsur pulih,” ujar Dian. Ia juga mengakui tantangan utama yang dihadapi tim di lapangan, seperti sulitnya akses menuju lokasi bencana, ketidakstabilan pasokan listrik, dan kerusakan pada jalur transmisi serat optik yang memerlukan upaya teknis tambahan dan waktu.

Menanggapi situasi ini, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan komitmen pemerintah untuk bersinergi dengan operator dalam mempercepat pemulihan layanan dasar masyarakat. Pada Desember 2025, Meutya Hafid melaporkan tingkat pemulihan jaringan di Sumatera Barat telah mencapai hampir 99 persen, Sumatera Utara 97 persen, sementara Aceh masih sekitar 80 persen. Untuk mempercepat progres tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Telkomsel mengirimkan 100 unit genset tambahan untuk wilayah Aceh yang prioritas.

TelkomGroup mengerahkan strategi pemulihan terintegrasi. Ini mencakup pemanfaatan akses internet berbasis satelit dari Telkomsat, penyediaan genset siaga dan mobile, sistem daya cadangan, serta optimalisasi jaringan transmisi dan akses di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang. Secara spesifik, 18 lokasi satelit, 57 adaptor daya BTS (rectifier system), 768 unit genset siaga dan mobile, serta 776 paket baterai telah digunakan. Dwi Pratomo Juniarto, EVP Telkom Regional 1 (Sumatera), menyoroti peran krusial layanan satelit sebagai cadangan yang dapat diandalkan ketika kondisi lapangan masih menantang. PT Telkom Akses juga turut mengerahkan 320 personel untuk mempercepat perbaikan.

Selain pemulihan teknis, TelkomGroup juga mengedepankan aspek kemanusiaan. Perusahaan menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp2,311 miliar antara 28 November hingga 15 Desember 2025, dan total dukungan mencapai lebih dari Rp123,23 miliar hingga 7 Januari 2026. Dukungan ini mencakup penyediaan posko internet gratis di 17 titik, bantuan logistik, layanan kesehatan, dapur umum, dukungan psikososial, serta program keringanan dan kompensasi layanan bagi pelanggan terdampak. Akses Wi-Fi gratis juga disediakan di tujuh kantor Witel (Wilayah Telekomunikasi) dan STO (Sentral Telepon Otomat), serta di area hunian sementara (Huntara) yang dibangun pemerintah sebagai bagian dari sinergi BUMN. Ketersediaan konektivitas di Huntara diharapkan dapat mendukung kehidupan sehari-hari dan mempercepat pemulihan pascabencana bagi masyarakat.

Keberhasilan pemulihan jaringan TelkomGroup di Sumatra menunjukkan kapasitas adaptasi dan ketahanan infrastruktur telekomunikasi Indonesia dalam menghadapi bencana alam. Mengingat Indonesia merupakan negara yang rentan terhadap bencana, investasi berkelanjutan dalam teknologi mitigasi, sistem daya cadangan, dan peningkatan respons cepat menjadi sangat penting untuk memastikan konektivitas yang andal, tidak hanya sebagai penunjang ekonomi, tetapi juga sebagai tulang punggung komunikasi darurat dan upaya kemanusiaan.