Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Telkomsel Perkuat Keamanan Digital dengan Siscamling: AI Anti-Penipuan Terbaru

2026-01-01 | 15:44 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-01T08:44:02Z
Ruang Iklan

Telkomsel Perkuat Keamanan Digital dengan Siscamling: AI Anti-Penipuan Terbaru

PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) secara resmi meluncurkan Sistem Cegah Scam Keliling (Siscamling), sebuah solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk memerangi miliaran percobaan penipuan digital yang mengganggu Indonesia setiap tahun. Inovasi ini diresmikan berbarengan dengan pembukaan AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Selasa, 16 Desember 2025, menandai komitmen perusahaan dalam mengadopsi teknologi mutakhir untuk keamanan pelanggan di tengah lonjakan ancaman siber.

Peluncuran Siscamling datang pada saat yang krusial. Indonesia terus menghadapi gelombang penipuan digital yang semakin canggih dan merugikan. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat kerugian akibat penipuan daring mencapai Rp18 triliun dari Agustus 2018 hingga Februari 2023, dengan 1.730 konten penipuan online teridentifikasi. Studi Center for Digital Society (CfDS) UGM pada periode yang sama menunjukkan 66,6% dari 1.700 responden di 34 provinsi pernah menjadi korban penipuan online, di mana SMS dan telepon menjadi media utama dengan proporsi 64,1%. Angka ini diperkuat oleh laporan Indonesian Anti-Scam Center (IASC) yang mencatat hampir 300 ribu laporan penipuan dengan kerugian mencapai Rp7 triliun sepanjang akhir 2024 hingga Oktober 2025. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Nezar Patria, juga mengungkapkan bahwa kerugian finansial akibat kejahatan siber dari November 2024 hingga Januari 2025 telah mencapai Rp476 miliar, dengan 1,2 juta laporan penipuan digital masuk ke sistem pengaduan publik hingga pertengahan 2025.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengungkapkan ancaman penipuan digital telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, dengan perusahaan mencatat sekitar 1,4 miliar percobaan scam terjadi di Indonesia setiap tahunnya. "Salah satunya kami pakai (AI) untuk anti scamming. Insya Allah punya kami lebih baik dari yang sudah ada namanya Siscamling, Sistem Cegah Scam Keliling," kata Nugroho, menegaskan bahwa Siscamling dirancang untuk memberikan rasa aman yang nyata bagi pelanggan agar tetap produktif dalam aktivitas digital mereka. Nugroho juga menambahkan, "Kami melihat AI bukan hanya soal profit, tetapi juga purpose atau tujuan. Salah satu bentuk nyatanya adalah Siscamling, sistem anti-scam berbasis AI yang kami hadirkan untuk melindungi pelanggan dari ancaman penipuan digital yang semakin masif".

Siscamling menawarkan pendekatan proaktif dan adaptif dengan bekerja langsung di tingkat jaringan Telkomsel, tidak memerlukan unduhan atau instalasi aplikasi tambahan oleh pelanggan. Sistem ini memberikan notifikasi risiko secara real-time pada panggilan telepon atau SMS yang terindikasi sebagai scam atau spam, serta memblokir SMS mencurigakan secara otomatis. Kecerdasan sistem ini berasal dari model AI yang terus dilatih dan disempurnakan, memanfaatkan mahadata telekomunikasi anonim dari jaringan Telkomsel, divalidasi oleh berbagai unit internal, dan terintegrasi dengan mahadata global serta analisis mendalam terhadap riwayat panggilan. Siscamling juga dirancang dengan prinsip privacy-by-design untuk memastikan perlindungan data pelanggan sesuai regulasi. Layanan ini diaktifkan secara bertahap mulai 15 Desember 2025 untuk pelanggan kartu prabayar Simpati dan pascabayar Telkomsel Halo, dengan target jangkauan seluruh pelanggan pada awal 2026, dan akan aktif otomatis bagi semua pelanggan Telkomsel yang menggunakan jaringan VoLTE tanpa biaya tambahan.

Inisiatif Telkomsel ini sejalan dengan seruan pemerintah. Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, menekankan perlunya penguatan perlindungan warga Indonesia di ruang digital melalui pengembangan dan pemanfaatan teknologi seperti AI untuk mendeteksi dan mencegah kejahatan siber sejak dini. Namun, tantangan masih besar. Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menyoroti pola penipuan digital yang semakin kompleks, melibatkan rekayasa sosial, penyalahgunaan data pribadi, pemalsuan identitas institusi resmi, hingga manipulasi sistem pembayaran. Wakil Ketua Komisi Pengaduan dan Advokasi BPKN, Intan Nur Rahmawanti, menyatakan, "Konsumen sering kali menjadi korban tanpa perlindungan yang memadai". BPKN mendesak percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Konsumen (RUUPK) untuk mengatasi tantangan transaksi digital dan kejahatan siber yang semakin kompleks.

Kehadiran Siscamling juga menambah dimensi persaingan di pasar telekomunikasi. Sebelumnya, Indosat Ooredoo Hutchison telah menghadirkan Satspam yang juga mengandalkan teknologi AI untuk perlindungan pelanggan. Ini menunjukkan bahwa operator telekomunikasi semakin mengandalkan kecerdasan buatan sebagai garis pertahanan utama melawan ancaman siber yang terus berevolusi. Namun, adopsi AI juga membawa risiko baru. Laporan Kaspersky menyoroti bahwa memasuki 2026, risiko operasional dari otomatisasi berbasis AI berpotensi memperluas dampak ancaman jika tidak dikelola dengan kontrol yang memadai. Oleh karena itu, efektivitas Siscamling akan sangat bergantung pada kemampuan Telkomsel untuk terus memperbarui model AI-nya dan beradaptasi dengan modus operandi penipuan yang tidak pernah berhenti berkembang. Telkomsel sendiri telah memanfaatkan AI di berbagai lini, mulai dari manajemen jaringan hingga layanan pelanggan, dan kini memperluasnya ke perlindungan siber.