Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Telkomsel Rampungkan Pemulihan Jaringan 100% di Aceh-Sumatera, Layanan Optimal Kembali

2026-01-12 | 19:10 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-12T12:10:41Z
Ruang Iklan

Telkomsel Rampungkan Pemulihan Jaringan 100% di Aceh-Sumatera, Layanan Optimal Kembali

Telkomsel dan TelkomGroup pada 11 Januari 2026 pukul 14.00 WIB secara resmi mengumumkan pemulihan total 100% seluruh 7.648 infrastruktur jaringan telekomunikasi mereka di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, setelah terganggu parah akibat serangkaian bencana hidrometeorologi besar. Pengumuman ini menandai berakhirnya fase tanggap darurat dan dimulainya normalisasi layanan vital bagi jutaan pengguna di wilayah tersebut.

Pemulihan menyeluruh ini berhasil menuntaskan tantangan signifikan yang ditimbulkan oleh banjir berskala besar, tanah longsor, kerusakan infrastruktur, rubuhnya tower SUTET, putusnya kabel serat optik, serta pemadaman listrik PLN yang melanda ketiga provinsi sejak akhir tahun lalu. Keberhasilan pemulihan ditandai dengan kembali beroperasinya site Ate Payung di Gampong Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, yang menjadi titik terakhir dalam rangkaian perbaikan jaringan. Seluruh 289 kecamatan di Aceh yang dilayani Telkomsel kini telah kembali terhubung, dengan minimal satu site beroperasi di setiap kecamatan. Tingkat ketersediaan layanan TelkomGroup di wilayah terdampak dilaporkan mencapai 99,9%.

Vice President Area Network Operations Sumatera Telkomsel, Nugroho A. Wibowo, menyatakan bahwa pemulihan 100% ini merupakan hasil kerja intensif dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Ia menegaskan komitmen Telkomsel untuk menjaga kualitas layanan jaringan agar tetap andal di tengah tantangan pascabencana. Proses pemulihan ini tidak hanya melibatkan perbaikan teknis tetapi juga dukungan kemanusiaan yang terintegrasi, termasuk penyediaan posko internet gratis, bantuan logistik, layanan kesehatan, dapur umum, dan dukungan psikososial. Hingga 7 Januari 2026, total dukungan TelkomGroup tercatat mencapai lebih dari Rp123,23 miliar.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyampaikan bahwa lebih dari 2.500 personel pemulihan TelkomGroup dikerahkan untuk memastikan seluruh wilayah terdampak kembali terhubung. Konektivitas dianggap sebagai layanan vital agar aktivitas masyarakat dan layanan publik dapat segera pulih. Dipercepat melalui program GALAPANA, kerja sama antara Satuan Tugas (SATGAS) DPR RI dan kementerian terkait, Telkomsel juga mengerahkan lima unit Combat (Compact Mobile BTS) untuk memperkuat cakupan jaringan di lokasi terdampak dan 316 unit genset sebagai sumber listrik cadangan. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, sebelumnya juga telah memastikan bahwa pemerintah bersama operator berkomitmen menjaga stabilitas jaringan hingga seluruh wilayah terdampak kembali pulih sepenuhnya.

Meski demikian, Telkomsel mengakui bahwa terdapat 62 site yang masih beroperasi dengan dukungan transmisi satelit dan 382 site lainnya masih sering mengalami pemadaman listrik dari PLN. Tantangan pasokan listrik dan akses di beberapa titik masih menjadi perhatian utama pasca-bencana. Perusahaan telekomunikasi ini kini beralih ke fase normalisasi, dengan fokus pada peningkatan keandalan dan kualitas jaringan secara berkelanjutan untuk mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari serta memastikan kesiapan infrastruktur menghadapi potensi gangguan di masa depan. Penguatan konektivitas digital di hunian sementara (Huntara) juga menjadi bagian dari upaya pemulihan jangka panjang, seperti penyediaan 28 Access Point (AP) WiFi di Hunian Danantara Aceh Tamiang.