:strip_icc()/kly-media-production/medias/5458870/original/087409700_1767097159-cropped-image1766990652718.jpg)
Kebiasaan sepele namun sering terabaikan oleh para pemilik sepeda motor terbukti menjadi pemicu utama percepatan korosi pada rangka, menimbulkan ancaman serius terhadap keselamatan dan nilai ekonomis kendaraan. Kondisi lembap yang berkepanjangan dan paparan zat korosif tanpa penanganan memadai menciptakan lingkungan ideal bagi proses oksidasi, yang pada gilirannya melemahkan integritas struktural motor.
Salah satu kebiasaan paling merusak adalah membiarkan motor kotor setelah terpapar air hujan, lumpur, atau genangan. Air, terutama air hujan yang bersifat asam, bercampur dengan kotoran jalanan, menciptakan elektrolit yang mempercepat perkaratan pada bagian rangka. Ahmad Fauzi, Kepala Bengkel AHASS Pekapuran, Depok, menekankan pentingnya membersihkan motor secara benar setelah melewati genangan air atau hujan, diikuti dengan pengeringan menyeluruh untuk menghilangkan kandungan asam air hujan. Mengabaikan pembersihan di area-area tersembunyi seperti bagian bawah bodi, sela-sela rangka, dan komponen logam yang sering terkena cipratan air dan lumpur juga sangat berbahaya.
Selain itu, praktik parkir di tempat terbuka yang terpapar langsung sinar matahari, hujan, atau udara lembap secara rutin berkontribusi pada kerusakan. Kelembapan tinggi, khususnya di negara tropis seperti Indonesia, mempercepat reaksi kimia antara logam dan oksigen. Dhany Ekasaputra, Promotion Manager Autochem Industry, menjelaskan bahwa karat terjadi ketika logam (Fe) bereaksi dengan udara (O2) dan air (H2O), menjadikan udara lembap sebagai pemicu awal timbulnya karat.
Metode pencucian yang salah juga mempercepat korosi. Penggunaan sabun yang tidak sesuai atau lap kotor dapat merusak lapisan pelindung cat, membuka celah bagi karat. Penting untuk menggunakan sabun cuci motor yang tepat dan memastikan motor kering sempurna setelah dicuci. Beberapa ahli bahkan menyatakan bahwa mencuci bagian luar saja tidak cukup, karena karat seringkali bermula dari bagian dalam rangka yang tidak terjangkau.
Muatan berlebih secara konsisten merupakan faktor lain yang dapat menyebabkan kerusakan rangka. Kendaraan yang sering mengangkut beban melebihi kapasitas desainnya dapat menekan sendi rangka secara berlebihan, memicu keretakan mikro atau deformasi yang kemudian menjadi titik awal karat. Kapasitas beban maksimal sepeda motor umumnya berkisar antara 110-130 kg.
Aspek kurangnya inspeksi rutin terhadap sendi dan bagian rangka yang tersembunyi juga memperburuk masalah. Banyak titik-titik vital pada rangka, terutama pada motor matik, tersembunyi di balik bodi dan sering luput dari pemeriksaan. Jika lapisan cat atau pelindung terkelupas akibat benturan ringan atau gesekan, area tersebut menjadi rentan langsung terhadap korosi.
Dampak dari rangka motor yang keropos sangat fatal. Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), menegaskan bahwa motor dengan rangka yang sudah keropos atau patah sangat berbahaya jika dipaksakan berkendara, karena dapat memengaruhi stabilitas kendaraan dan berpotensi menyebabkan kecelakaan. Joel Deksa Mastana, Advisor Teknik Roda Dua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), menambahkan bahwa perbaikan rangka yang telah keropos tidak akan pernah mengembalikan kekokohan dan kualitas seperti kondisi pabrikan, dan mengganti rangka dengan yang baru seringkali menjadi solusi terbaik.
Secara global, kerugian akibat korosi mencapai angka signifikan. Studi NACE International pada tahun 2016 memperkirakan biaya global akibat korosi sekitar 2,5 triliun dolar AS per tahun, setara dengan 3-4% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dunia. Meskipun data spesifik untuk sektor sepeda motor di Indonesia belum terkuantifikasi secara publik, kerugian di sektor industri Indonesia secara umum pernah mencapai 5 triliun rupiah dua dekade lalu akibat korosi.
Meskipun korosi adalah proses elektrokimia alami yang tidak dapat sepenuhnya dicegah, lajunya dapat dikendalikan. Ahli seperti Hendra Sugandi, pemilik bengkel Agra Jaya Motor Custom (AJMC), menyoroti bahwa rangka tanpa lapisan antikarat bawaan pabrik lebih rentan, terutama di area dengan kadar garam tinggi seperti dekat laut, atau jika ada air yang terperangkap di dalamnya. Langkah pencegahan yang efektif meliputi pencucian rutin dan pengeringan menyeluruh, aplikasi pelumas atau cairan anti karat secara berkala, serta perlindungan dari paparan langsung elemen lingkungan. Produsen seperti Yamaha, menyadari pentingnya integritas rangka, bahkan memperpanjang garansi rangka motor mereka menjadi 5 tahun atau 50.000 kilometer. Kesadaran dan tindakan proaktif dari pemilik adalah kunci untuk memperlambat proses korosi, menjaga keamanan, dan memperpanjang umur kendaraan.