Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Terobosan OpenAI: ChatGPT Health, Konsultan AI Personal untuk Kesehatan & Kebugaran Anda

2026-01-11 | 05:23 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-10T22:23:51Z
Ruang Iklan

Terobosan OpenAI: ChatGPT Health, Konsultan AI Personal untuk Kesehatan & Kebugaran Anda

OpenAI telah meluncurkan ChatGPT Health pada 7 Januari 2026, sebuah ruang khusus dalam platform chatbot kecerdasan buatannya yang dirancang untuk konsultasi kesehatan dan kebugaran yang dipersonalisasi, menandai langkah signifikan perusahaan teknologi ini ke dalam sektor layanan kesehatan konsumen. Inisiatif ini memungkinkan pengguna untuk secara aman menghubungkan catatan medis mereka dan aplikasi kebugaran pribadi guna menerima respons AI yang lebih kontekstual, meski OpenAI menekankan bahwa fitur ini bertujuan untuk mendukung, bukan menggantikan, perawatan medis profesional.

Langkah ini menyusul pengamatan OpenAI bahwa jutaan individu sudah beralih ke ChatGPT untuk pertanyaan terkait kesehatan. Lebih dari 230 juta pengguna global bertanya tentang kesehatan dan kebugaran setiap minggu, dengan sekitar 40 juta pengguna mencari informasi kesehatan setiap hari melalui platform tersebut, menurut data internal OpenAI. Fidji Simo, CEO Aplikasi OpenAI, menyatakan bahwa fitur ini dirancang untuk mengatasi masalah akses layanan kesehatan dan kontinuitas perawatan.

ChatGPT Health memungkinkan integrasi data yang aman dari catatan medis pengguna melalui kemitraan dengan b.well Connected Health, penyedia infrastruktur konektivitas data kesehatan di AS. Selain itu, pengguna dapat menghubungkan aplikasi kesehatan dan kebugaran populer seperti Apple Health, Function, MyFitnessPal, Weight Watchers, AllTrails, Instacart, dan Peloton. Dengan data ini, ChatGPT Health dapat membantu pengguna memahami hasil tes terbaru, mempersiapkan pertanyaan untuk janji temu dokter, menerima saran diet dan rutinitas olahraga yang disesuaikan, atau menavigasi opsi asuransi berdasarkan pola kesehatan mereka. Dr. Danielle Bitterman, ahli onkologi radiasi dan pimpinan klinis untuk ilmu data dan AI di Mass General Brigham Digital, mencatat bahwa pengembangan ini "menjawab kebutuhan yang belum terpenuhi" yang dirasakan masyarakat terkait layanan kesehatan mereka, di tengah kesulitan mendapatkan janji dokter dan menemukan informasi medis yang jelas.

Aspek privasi dan keamanan menjadi inti dari desain ChatGPT Health. OpenAI menyatakan bahwa percakapan dalam ruang ini tidak digunakan untuk melatih model dasarnya, dan menggunakan enkripsi serta isolasi khusus untuk menjaga data kesehatan tetap terlindungi dan terpisah dari obrolan umum. Pengguna memiliki kontrol penuh atas informasi kesehatan mereka, dengan kemampuan untuk melihat, mengedit, atau menghapus "memori" kesehatan kapan saja, serta memutuskan koneksi aplikasi pihak ketiga secara instan.

Namun, peluncuran ini terjadi di tengah lanskap regulasi yang kompleks dan kekhawatiran etika yang signifikan terkait penggunaan AI dalam layanan kesehatan. OpenAI secara eksplisit menyatakan bahwa ChatGPT Health "dirancang untuk mendukung, bukan menggantikan, perawatan medis," dan "tidak dimaksudkan untuk diagnosis atau pengobatan." Pernyataan ini muncul setelah OpenAI memperbarui kebijakan penggunaannya pada Oktober 2025, yang melarang penggunaan ChatGPT untuk memberikan "saran yang disesuaikan yang memerlukan lisensi, seperti saran hukum atau medis, tanpa keterlibatan profesional berlisensi yang sesuai." Kekhawatiran tentang "halusinasi" AI – kecenderungan model untuk menghasilkan informasi yang salah atau dibuat-buat – tetap menjadi tantangan serius. Laporan sebelumnya menunjukkan bahwa AI chatbots dapat memberikan nasihat kesehatan yang tidak akurat dan menyesatkan. Bahkan, beberapa tuntutan hukum telah diajukan terhadap OpenAI yang menuduh delusi berbahaya dan bahkan kematian yang salah akibat nasihat AI.

Perkembangan regulasi di bidang AI layanan kesehatan masih dalam tahap awal, dengan banyak aplikasi AI yang seringkali belum memiliki persetujuan regulasi. Regulator di seluruh dunia bergulat dengan bagaimana menyeimbangkan inovasi dengan keselamatan pasien dan pertimbangan etika, terutama karena AI dalam layanan kesehatan sering kali termasuk dalam kategori "risiko tinggi." Di Amerika Serikat, kepatuhan terhadap Undang-Undang Portabilitas dan Akuntabilitas Asuransi Kesehatan (HIPAA) menjadi pertimbangan utama, dan OpenAI menawarkan Business Associate Agreement (BAA) kepada organisasi layanan kesehatan untuk mendukung persyaratan kepatuhan ini.

Pengembangan ChatGPT Health telah melibatkan kolaborasi ekstensif. OpenAI menyatakan telah bekerja sama dengan lebih dari 260 dokter dari 60 negara selama dua tahun untuk mengembangkan dan mengevaluasi model yang mendukung fitur kesehatan ini. Perusahaan juga memperkenalkan HealthBench, kerangka kerja evaluasi klinis yang dirancang oleh dokter, untuk mengukur kinerja model AI dalam skenario medis realistis. Model o3 reasoning OpenAI mencetak 60 persen dalam HealthBench, dibandingkan dengan Grok milik Elon Musk sebesar 54 persen dan Gemini 2.5 Pro milik Google sebesar 52 persen.

Peluncuran ChatGPT Health akan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan kelompok kecil pengguna awal yang memiliki paket ChatGPT Free, Go, Plus, dan Pro di luar Wilayah Ekonomi Eropa, Swiss, dan Inggris. OpenAI berencana untuk memperluas akses ke semua pengguna di web dan iOS dalam beberapa minggu mendatang, meskipun integrasi catatan medis akan terbatas pada Amerika Serikat.

Meskipun potensi AI untuk merevolusi layanan kesehatan sangat besar, mulai dari mengurangi beban kerja administratif bagi dokter hingga memberdayakan pasien dengan informasi yang lebih baik, tantangan terkait akurasi, privasi data, dan kebutuhan akan pengawasan manusia tetap menjadi fokus utama. Seiring AI terus berkembang, keseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan pasien akan tetap menjadi area pengawasan ketat bagi regulator dan etikus di seluruh dunia.