Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Terungkap! Bahaya Tersembunyi Meletakkan HP di Dasbor Mobil

2026-01-22 | 16:47 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-22T09:47:16Z
Ruang Iklan

Terungkap! Bahaya Tersembunyi Meletakkan HP di Dasbor Mobil

Fenomena umum menempatkan telepon genggam di dashboard mobil, yang seringkali dianggap praktis untuk navigasi atau akses mudah, ternyata menyimpan serangkaian risiko serius mulai dari kerusakan perangkat hingga ancaman keselamatan berkendara. Kebiasaan ini, yang kian marak di kalangan pengemudi, berpotensi memicu konsekuensi jangka panjang yang kerap diabaikan.

Dashboard mobil merupakan area yang sangat rentan terhadap paparan sinar matahari langsung, yang dapat menyebabkan peningkatan suhu ekstrem di dalam kabin, terutama saat mobil terparkir. Suhu di dalam mobil dapat mencapai 60°C atau bahkan 70°C dalam cuaca panas. Paparan suhu tinggi ini berdampak signifikan pada perangkat elektronik, khususnya baterai lithium-ion yang menjadi standar di hampir semua ponsel pintar modern. Baterai dirancang untuk beroperasi optimal dalam rentang suhu tertentu, dan suhu di atas batas normal dapat mempercepat degradasi baterai, mengurangi kapasitasnya, dan memperpendek masa pakainya secara permanen. Panas berlebih dapat menyebabkan baterai mengembang akibat gas yang terakumulasi, menekan komponen internal, dan dalam kasus ekstrem, memicu kebocoran elektrolit yang korosif atau bahkan ledakan baterai. Studi menunjukkan bahwa ketika suhu naik dari 25°C menjadi 55°C, laju degradasi penyimpanan daya maksimum baterai lithium-ion meningkat dari 4,22% menjadi 13,24% setelah 260 siklus.

Selain baterai, komponen lain pada ponsel juga rentan terhadap kerusakan akibat panas. Layar ponsel, misalnya, dapat mengalami perubahan warna atau retakan karena panas berlebihan merusak kristal cair atau dioda pemancar cahaya. Lem yang merekatkan komponen internal juga bisa meleleh, menyebabkan ponsel melengkung atau mengalami masalah sensitivitas sentuhan dan malfungsi perangkat keras lainnya. Modul Optical Image Stabilization (OIS) pada kamera ponsel, yang menggunakan magnet-magnet kecil, sangat rentan terhadap guncangan dan panas. Paparan suhu tinggi dan getaran terus-menerus di dashboard dapat menggeser magnet ini, mengakibatkan kamera eror, sulit fokus, atau viewfinder bergoyang, dengan biaya perbaikan yang bisa mencapai jutaan rupiah.

Dari sisi keselamatan, menaruh ponsel di dashboard menjadi pemicu gangguan konsentrasi utama bagi pengemudi. Objek yang ditempatkan di dashboard dapat menghalangi visibilitas pandangan depan, terutama jika ponsel berukuran besar atau diposisikan secara tidak tepat. Hal ini memecah fokus pengemudi dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di kondisi lalu lintas padat. Sebuah artikel otomotif bahkan menyebut bahwa penempatan yang tidak tepat bisa membuat pengemudi sering mengalihkan mata dari jalan ke layar ponsel, meningkatkan potensi tabrakan. Di Indonesia, penggunaan ponsel saat berkendara secara eksplisit dilarang dalam Pasal 106 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang mewajibkan pengemudi untuk berkendara dengan wajar dan penuh konsentrasi. Pelanggaran terhadap aturan ini dapat dikenai denda hingga Rp750.000 atau kurungan pidana paling lama 3 bulan. Data Korlantas Polri tahun 2019 mencatat 5.000 kasus kecelakaan di Indonesia disebabkan oleh gangguan mengemudi, termasuk penggunaan ponsel, yang menempatkannya sebagai penyebab kecelakaan terbesar kedua dari tujuh faktor penyebab. Pengendara motor disebut mendominasi pelanggaran penggunaan ponsel saat berkendara.

Lebih jauh, dalam skenario kecelakaan atau pengereman mendadak, ponsel yang tidak terpasang kokoh di dashboard dapat terlempar dengan kekuatan tinggi ke dalam kabin. Ini tidak hanya menimbulkan risiko cedera serius bagi pengemudi atau penumpang, terutama jika berbarengan dengan mengembangnya airbag, namun juga berpotensi menyebabkan ledakan. Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana, menegaskan bahwa dashboard harus bebas dari barang apa pun, termasuk yang berdimensi kecil, karena selain mengganggu mengemudi, juga bisa memicu kebakaran atau ledakan.

Untuk meminimalkan risiko ini, para ahli menyarankan agar ponsel disimpan di laci penyimpanan dalam mobil yang terbebas dari paparan sinar matahari dan suhu panas. Penggunaan dudukan ponsel khusus yang kokoh dan tidak menghalangi pandangan juga direkomendasikan. Penting untuk mengaktifkan petunjuk audio untuk navigasi agar pengemudi tidak perlu terus-menerus melihat layar ponsel. Langkah-langkah pencegahan ini esensial untuk menjaga keselamatan berkendara dan memperpanjang umur perangkat elektronik.