Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Ancaman Karat Mengintai: Jangan Biarkan Tangki Bensin Anda Kosong

2026-01-22 | 21:12 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-22T14:12:08Z
Ruang Iklan

Ancaman Karat Mengintai: Jangan Biarkan Tangki Bensin Anda Kosong

Membiarkan tangki bensin kendaraan dalam kondisi kosong atau terisi minim secara berkelanjutan meningkatkan risiko korosi internal, sebuah masalah yang dapat mengancam integritas sistem bahan bakar dan performa mesin. Fenomena ini, yang sering kali diabaikan oleh banyak pemilik kendaraan, terjadi akibat proses kondensasi uap air di dalam ruang kosong tangki yang kemudian bereaksi dengan logam dinding tangki.

Proses kondensasi merupakan penyebab utama karat pada tangki bensin yang sering kosong. Saat suhu lingkungan berubah, seperti perbedaan suhu antara siang dan malam hari, udara di dalam tangki yang tidak terisi penuh akan mengalami pendinginan. Udara lembap di ruang kosong tersebut kemudian mengembun, membentuk tetesan air pada dinding tangki. Karena massa jenis air lebih berat daripada bahan bakar, air ini akan mengendap di dasar tangki. Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, uap air yang menempel pada permukaan logam tangki akan memicu reaksi kimia antara oksigen dan material logam, mempercepat proses korosi.

"Musuh tangki bensin adalah kelembaban," ungkap Susanto, pemilik bengkel Las Sus Bayat, Klaten, pada Oktober 2025. "Dari pabrikan sebenarnya sudah ada [lapisan anti karat], cuma karena usia pemakaian, tergores, bisa saja mengelupas sehingga muncul karat." Karat yang muncul dari sisi dalam tangki ini dapat mengikis permukaan logam, bahkan berpotensi menyebabkan kebocoran.

Meskipun beberapa model kendaraan modern kini menggunakan tangki bahan bakar berbahan plastik resin yang tahan korosi, mayoritas kendaraan, terutama model lama, masih mengandalkan tangki berbahan logam besi. Tangki berbahan besi, meski lebih kuat dan mudah diperbaiki jika terbentur, rentan terhadap karat jika tidak dirawat dengan baik.

Dampak dari tangki bensin berkarat tidak terbatas pada kerusakan fisik tangki itu sendiri. Partikel karat yang terlepas dapat terbawa aliran bahan bakar, menyumbat saringan bahan bakar, merusak pompa bahan bakar (fuel pump), hingga mengganggu kinerja injektor atau karburator. Wory Anggodo, General Repair Astrido Toyota, Pondok Cabe, Jakarta Selatan, pada Januari 2025, menyoroti bahwa tumpukan kotoran di dasar tangki, bila terhisap, akan menyumbat filter bensin. Hal ini akan memberatkan kerja fuel pump dan berpotensi menyebabkan mesin mati mendadak akibat terputusnya pasokan bahan bakar. Selain itu, fuel pump yang tidak terendam bahan bakar secara cukup akan lebih cepat panas dan berisiko mengalami kerusakan.

Implikasi jangka panjang dari masalah ini meliputi penurunan performa mesin, peningkatan konsumsi bahan bakar, dan biaya perbaikan yang signifikan. Membersihkan tangki bensin yang berkarat memerlukan proses pengurasan, yang biayanya dapat bervariasi. Untuk sepeda motor, biaya kuras tangki di bengkel resmi Honda pernah berkisar antara Rp 30.000 hingga Rp 50.000 pada tahun 2021. Sementara itu, biaya perbaikan atau penggantian tangki yang sudah parah bisa jauh lebih tinggi.

Untuk mencegah karat, para ahli menyarankan agar tangki bensin selalu terisi setidaknya seperempat atau bahkan diusahakan penuh. Mengisi tangki penuh meminimalkan ruang udara di dalamnya, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya kondensasi. Selain itu, penggunaan bahan bakar berkualitas sesuai rekomendasi pabrikan juga penting karena bensin berkualitas rendah dapat mengandung partikel yang mempercepat korosi. Pembersihan tangki secara rutin juga direkomendasikan untuk menghilangkan endapan kotoran dan karat yang mungkin sudah terbentuk.