:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462491/original/076001700_1767582042-Samsung_Galaxy_26_Series.jpg)
Samsung Electronics bersiap meluncurkan tiga lini ponsel pintar utama pada awal 2026, yang meliputi seri Galaxy S26 sebagai penawaran premium, serta Galaxy A57 5G dan Galaxy A37 5G untuk segmen menengah, dengan peluncuran seri flagship diperkirakan pada 25 Februari 2026 di San Francisco. Perusahaan Korea Selatan ini mengindikasikan bahwa strategi penetapan harga untuk seri Galaxy S26 tidak akan mengalami kenaikan dibandingkan pendahulunya, sebuah keputusan krusial di tengah proyeksi kontraksi pasar global dan lonjakan biaya komponen.
Strategi tersebut muncul saat pasar ponsel pintar global diperkirakan akan menyusut sekitar 2 persen pada 2026, terutama karena kenaikan harga memori dan komponen chip lainnya. Wakil Presiden Mobile eXperience (MX) Daniel Araujo sebelumnya menyatakan pada panggilan pendapatan kuartal ketiga 2025 bahwa pasar ponsel pintar secara keseluruhan diperkirakan mendatar dalam nilai dan volume pada 2026. Samsung, melalui unit bisnis MX yang dipimpin oleh TM Roh, berupaya mempertahankan profitabilitas melalui penjualan yang berfokus pada flagship dan peningkatan efisiensi, bahkan dengan dugaan pengorbanan margin untuk menjaga harga.
Seri Galaxy S26, yang akan mencakup model S26, S26+, dan S26 Ultra, diperkirakan akan mempertahankan harga awal yang sama dengan seri S25 di Amerika Serikat, yaitu sekitar $799 untuk Galaxy S26, $999 untuk Galaxy S26+, dan $1.299 untuk Galaxy S26 Ultra. Keputusan ini merupakan respons strategis terhadap tekanan biaya komponen yang meningkat serta persaingan pasar yang ketat, sekaligus menargetkan kepemimpinan di era kecerdasan buatan (AI) dengan mengintegrasikan teknologi AI ke dalam jajaran produknya.
Khusus untuk Galaxy S26 Ultra, bocoran spesifikasi menunjukkan peningkatan signifikan. Perangkat ini akan kembali menggunakan bingkai Armor Aluminum 2.0, beralih dari Titanium, yang diklaim memiliki konduktivitas termal 15 hingga 20 kali lebih baik. Langkah ini didorong oleh kebutuhan disipasi panas yang lebih efektif untuk chipset generasi berikutnya, Snapdragon 8 Elite Gen 5, yang diperkirakan beroperasi pada kecepatan clock 4.74GHz. Perubahan material juga diharapkan mengurangi bobot perangkat menjadi sekitar 214 gram. Model Ultra akan menampilkan pengaturan empat kamera belakang, dipimpin oleh sensor utama 200 megapiksel, ditambah lensa ultra-wide 50 megapiksel, lensa telefoto 12 megapiksel dengan zoom optik 3x, dan lensa telefoto periskop 50 megapiksel dengan zoom optik 5x. Layar privasi yang dapat dikontrol secara elektronik untuk mengurangi visibilitas dari sudut samping juga menjadi fitur yang dikabarkan. Ponsel ini akan didukung oleh baterai 5.000 mAh dengan dukungan pengisian daya kabel 60W. Sementara itu, Galaxy S26 dan S26+ diharapkan menawarkan peningkatan inkremental, dengan model standar diperkirakan memiliki baterai 4.300 mAh. Seluruh seri S26 kemungkinan akan menjalankan Android 16 dengan One UI 8.5.
Di segmen menengah, Samsung bersiap meluncurkan Galaxy A57 5G dan Galaxy A37 5G, diperkirakan pada sekitar Maret 2026, menyusul peluncuran seri flagship. Galaxy A57 5G telah muncul dalam daftar sertifikasi Bureau of Indian Standards (BIS), menandakan peluncuran yang semakin dekat di pasar tersebut. Galaxy A57 5G diperkirakan akan ditenagai oleh chipset Exynos 1680 dengan GPU Xclipse 550, menampilkan layar Super AMOLED FHD+ 6,7 inci 120Hz. Kabar menarik lainnya, Galaxy A57 mungkin menjadi ponsel Samsung A-series pertama yang menggunakan panel OLED fleksibel yang sebagian dipasok oleh produsen China CSOT, yang dapat menghasilkan bezel lebih tipis. Ponsel ini akan dilengkapi dengan baterai 5.000 mAh dengan pengisian daya 45W, serta pengaturan tiga kamera belakang dengan sensor utama 50 megapiksel.
Adapun Galaxy A37 5G, model ini diperkirakan menggunakan chipset Snapdragon 6 Gen 4 atau Exynos 1430, juga dengan layar Super AMOLED FHD+ 6,7 inci 120Hz dan baterai 5.000 mAh dengan pengisian daya 45W. Kameranya akan mencakup sensor utama 50 megapiksel, ultra-wide 8 megapiksel, dan makro 5 megapiksel. Kedua model A-series ini diharapkan hadir dengan RAM 8GB dan opsi penyimpanan 128GB atau 256GB.
Samsung secara keseluruhan mengarahkan strategi 2026-nya untuk berfokus pada AI dan kepemimpinan chip 2nm, dengan investasi signifikan pada fasilitas manufaktur di Taylor, Texas, untuk produksi chip generasi berikutnya. Namun, perusahaan juga menghadapi tantangan terkait peningkatan biaya DRAM, yang dapat memengaruhi harga ponsel kelas bawah, meskipun Samsung dengan cadangan kas besar dan perjanjian pasokan jangka panjang mungkin lebih terisolasi untuk model premiumnya. Perusahaan memproyeksikan pertumbuhan penjualan 5G akan menguat pada 2026, menyusul Apple yang memimpin pengiriman 5G pada 2024. Peluncuran ponsel-ponsel ini mencerminkan upaya Samsung untuk menyeimbangkan inovasi teknologi dengan menjaga daya saing harga di tengah lanskap ekonomi dan industri yang menantang.