:strip_icc()/kly-media-production/medias/5401136/original/069644400_1762157936-Samsung_galaxy_s26__Doc.Gizmochina_.jpg)
Sejumlah bocoran desain Samsung Galaxy S26 Ultra yang beredar pada akhir Desember 2025 mengindikasikan perombakan signifikan pada modul kamera belakang, menampilkan tata letak yang disebut-sebut menyerupai desain seri Galaxy Z Fold. Perubahan ini menandai potensi evolusi dalam filosofi desain Samsung untuk lini flagship non-lipatnya, yang secara historis memiliki desain kamera yang lebih individual pada setiap lensanya.
Bocoran video dan gambar unit dummy yang dibagikan oleh tipster populer Steve H. McFly (@OnLeaks) memperlihatkan Galaxy S26 Ultra dengan tiga sensor kamera utama yang tersusun vertikal dalam "pulau" kamera yang menonjol, ditambah sensor keempat dan lampu kilat LED yang terpisah. Desain ini sangat kontras dengan pendahulunya, Galaxy S24 Ultra dan S25 Ultra, di mana sensor-sensor tersebut menonjol langsung dari panel belakang tanpa modul terpadu. Publikasi teknologi seperti Forbes dan Techgenyz mencatat bahwa modul kamera baru ini berpotensi menyerupai desain yang terlihat pada Galaxy Z Fold 7.
Implikasi dari pergeseran desain ini cukup luas, menyoroti potensi strategi Samsung untuk menyatukan estetika di seluruh jajaran produk premium mereka. Desain "pulau" kamera yang terpadu pada S26 Ultra dapat mencerminkan upaya untuk menciptakan identitas visual yang lebih kohesif antara seri S dan seri Z Fold, yang sebelumnya memiliki bahasa desain yang berbeda untuk modul kameranya. Henry Hongmin Kim, Wakil Presiden dan Kepala Grup Strategi Desain, Mobile eXperience (MX) Business di Samsung Electronics, sebelumnya menyatakan bahwa "Galaxy Visual Identity System" bertujuan untuk menyatukan berbagai desain produk dan faktor bentuk ke dalam satu identitas yang kohesif, berfokus pada "Desain Esensial".
Secara historis, Samsung telah menunjukkan komitmen terhadap inovasi desain dan pengalaman pengguna, meskipun ada perubahan strategi yang terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2023, Samsung mengindikasikan perubahan strategi untuk lebih fokus pada daya saing produk dan pengalaman pengguna daripada sekadar pengurangan biaya. Penunjukan Mauro Porcini sebagai Chief Design Officer untuk divisi DX pada April 2025 lebih lanjut menegaskan komitmen perusahaan terhadap peningkatan aspek estetika dan fungsional produk.
Namun, desain modul kamera yang lebih besar pada Galaxy S26 Ultra memicu kekhawatiran di kalangan pengguna mengenai potensi ponsel bergoyang saat diletakkan di permukaan datar. Fenomena "goyangan meja" ini bukan hal baru dalam desain smartphone dengan tonjolan kamera asimetris, dan dengan modul yang "menonjol ganda" seperti pada Galaxy Z Fold 7, masalah ini bisa menjadi lebih nyata pada S26 Ultra. Alasan di balik tonjolan kamera yang lebih besar diduga karena sasis yang lebih tipis yang dikembangkan Samsung untuk S26 Ultra, serta kebutuhan untuk mengakomodasi sensor yang lebih besar dan apertur f/1.4 yang lebih lebar pada sensor utama 200MP, yang memungkinkan lebih banyak cahaya masuk dan meningkatkan kinerja dalam kondisi minim cahaya.
Pasar modul kamera ponsel global diproyeksikan mencapai USD 47,87 miliar pada tahun 2026 dan diperkirakan tumbuh menjadi USD 85,81 miliar pada tahun 2035, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 6,7%. Permintaan akan pencitraan berkualitas tinggi di smartphone mendorong lebih dari 50% produksi modul baru menuju sensor 12-64MP. Tren menuju sistem multi-lensa dan fitur fotografi berbasis AI juga semakin terintegrasi dalam lebih dari 45% smartphone baru secara global. Galaxy S26 Ultra sendiri dikabarkan akan mempertahankan pengaturan empat kamera dari pendahulunya, termasuk sensor utama 200 megapiksel, ultra-lebar 50 megapiksel, telefoto 3x 12 megapiksel, dan lensa zoom periscope 5x 50 megapiksel. Peningkatan pemrosesan gambar, pengurangan silau melalui lensa yang ditingkatkan dengan lapisan baru, dan akurasi warna kulit yang lebih baik juga diharapkan.
Peluncuran seri Galaxy S26 diperkirakan akan sedikit lebih lambat dari biasanya, kemungkinan pada Februari 2026, bukan Januari, dengan penjualan dimulai Maret 2026. Penundaan ini kabarnya disebabkan oleh penataan ulang lini perangkat Samsung menjelang peluncuran. Ponsel ini diharapkan ditenagai oleh chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 atau Exynos 2600, tergantung wilayah, dengan rumor peningkatan pengisian daya 60W dan teknologi layar "Flex Magic Pixel" baru.