Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Tips Perawatan Rem EV Optimal Saat Hujan Deras

2026-01-06 | 10:03 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-06T03:03:08Z
Ruang Iklan

Tips Perawatan Rem EV Optimal Saat Hujan Deras

Musim hujan di Indonesia, yang seringkali intens, menimbulkan tantangan signifikan bagi perawatan rem pada kendaraan listrik, yang karakteristik pengeremannya berbeda jauh dengan mobil konvensional. Rem mobil listrik, yang sebagian besar mengandalkan sistem regeneratif, kurang mengandalkan rem gesek hidrolik sehari-hari, berpotensi menyebabkan karat dan penurunan performa jika tidak dirawat dengan benar. Data menunjukkan bahwa kampas rem mobil listrik dapat memiliki usia pakai yang jauh lebih awet karena pengereman regeneratif mengurangi penggunaan rem gesek tradisional. Namun, hal ini justru dapat memicu masalah lain di musim hujan, seperti korosi pada cakram dan kaliper akibat jarang digunakan untuk menghasilkan gesekan yang membersihkan permukaannya.

Fenomena ini dijelaskan oleh Product Expert PT Hyundai Motors Indonesia, Bonar Pakpahan, yang menyatakan bahwa "tergantung dari setelan level braking, mungkin friction braking (pengereman) bisa tidak sering dipakai. Makanya pada umumnya atau kecenderungannya mobil-mobil listrik dengan sistem regenerative braking itu umur pakai kampas rem atau cakram itu jauh lebih awet." Rem regeneratif bekerja dengan mengubah energi kinetik kendaraan menjadi energi listrik untuk mengisi ulang baterai saat deselerasi atau pengereman ringan, sehingga motor listrik berfungsi sebagai generator. Berbeda dengan mobil pembakaran internal yang sepenuhnya mengandalkan gesekan kampas dan cakram, mobil listrik hanya menggunakan rem hidrolik sebagai cadangan atau saat pengereman mendadak.

Dampak langsung dari musim hujan terhadap rem mobil listrik meliputi peningkatan risiko karat pada cakram rem serta potensi berkurangnya performa pengereman karena permukaan cakram menjadi licin. Kelembapan tinggi juga dapat memengaruhi kualitas minyak rem. Jika minyak rem terkontaminasi air, respons pengereman dapat menurun. Henry Sada, Direktur Utama PT Autochem Industry, menyoroti sifat higroskopis cairan rem yang mudah menyerap air dari udara. Kontribusi air sebanyak 3 persen dalam cairan rem dapat menurunkan titik didihnya hingga sekitar 100 derajat Celcius, berpotensi menyebabkan vapor lock dan kegagalan fungsi rem.

Untuk mengatasi tantangan ini, pemilik mobil listrik perlu menerapkan strategi perawatan yang proaktif. Pertama, pembersihan cakram rem dan kaliper secara berkala sangat dianjurkan, terutama setelah melintasi genangan air atau jalan berlumpur, untuk mencegah penumpukan kotoran dan korosi. Kedua, pemeriksaan rutin kondisi minyak rem adalah krusial guna memastikan kelembapan tidak memengaruhi kinerja rem. Ketiga, meski pengereman regeneratif dimanfaatkan secara maksimal, penting untuk secara berkala melakukan pengereman hidrolik ringan. Tindakan ini membantu menjaga kebersihan kampas dan cakram dari lapisan kotoran atau karat yang mungkin terbentuk.

Selain perawatan komponen, adaptasi gaya berkendara juga fundamental. Dalam kondisi jalan licin akibat hujan, daya cengkeram roda berkurang sehingga sistem rem regeneratif mungkin bekerja tidak optimal. Pengemudi disarankan untuk mengatur mode regenerative braking ke tingkat yang lebih rendah jika memungkinkan, menjaga jarak pengereman yang lebih panjang, dan menghindari pengereman mendadak untuk menjaga stabilitas kendaraan. Pengabaian perawatan rutin dan penyesuaian gaya berkendara ini dapat berimplikasi pada masalah keamanan jangka panjang dan mempercepat degradasi komponen rem yang seharusnya lebih awet pada mobil listrik. Oleh karena itu, servis rutin sesuai buku manual, yang mencakup pemeriksaan rem regeneratif, kampas, cakram, serta sistem hidrolik, sangat penting untuk menjaga performa optimal dan keselamatan berkendara. Teknisi profesional akan melakukan kalibrasi ulang sistem dan membersihkan komponen yang terkena air untuk memastikan proses regenerasi energi berjalan maksimal.