:strip_icc()/kly-media-production/medias/5431513/original/081098200_1764740584-post27175_1.jpg)
Udara yang masuk ke dalam sistem bahan bakar solar, atau yang dikenal dengan istilah "masuk angin", merupakan masalah krusial yang terus menghantui mesin diesel modern, termasuk yang berteknologi Common Rail. Kondisi ini secara langsung mengganggu proses transfer solar dari tangki ke ruang pembakaran, berpotensi menyebabkan mesin mogok total dan kerusakan komponen injeksi presisi tinggi yang dapat menelan biaya puluhan juta Rupiah.
Sejak era mesin diesel konvensional hingga Common Rail, fenomena "masuk angin" telah menjadi tantangan. Perbedaannya terletak pada kompleksitas sistem. Mesin diesel Common Rail, yang mengandalkan tekanan bahan bakar sangat tinggi dan stabil (bisa mencapai ribuan Bar) untuk pembakaran optimal, sangat rentan terhadap gangguan udara. Udara memiliki kompresibilitas tinggi, sehingga saat pompa bahan bakar bekerja, tekanan yang seharusnya mendorong solar akan diserap oleh udara, mengakibatkan solar tidak mampu keluar dari injektor dan tekanan injeksi melemah.
Penyebab utama "masuk angin" meliputi tangki solar yang dibiarkan kosong atau terlalu sedikit, proses penggantian filter solar yang tidak tepat, atau adanya kebocoran halus pada sambungan saluran bahan bakar. David, pemilik bengkel mobil Toyota Dunia Usaha Motor, menegaskan bahwa tangki bahan bakar yang kosong menciptakan celah bagi udara untuk tersedot ke dalam pompa injeksi. Selain itu, kualitas bahan bakar yang buruk yang mengandung kotoran atau air, gangguan pada sistem injeksi, filter udara yang kotor, atau ketidakseimbangan tekanan udara juga dapat memicu masalah ini.
Gejala "masuk angin" sangat jelas dan memerlukan penanganan segera. Mesin akan sulit dinyalakan atau bahkan mati mendadak saat berjalan atau idle. Performa mesin menurun drastis, terutama saat akselerasi atau menanjak, disertai getaran hebat. Asap putih tebal juga bisa muncul, mengindikasikan pembakaran yang tidak sempurna. Pada kasus parah, suara "klak-klak" dari area pompa injeksi dapat terdengar akibat pompa bekerja tanpa pelumasan solar yang memadai. Menurut Didi Ahadi, Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor (TAM), jika pompa sudah terasa berat setelah dipompa, itu menandakan bahwa solar sudah berhasil dimampatkan dan udara terbuang.
Untuk mengatasi "masuk angin", prosedur "bleeding" atau membuang udara dari sistem bahan bakar adalah solusi. Sanusi, Workshop Head Isuzu Astra Biz Centre BSD, Tangerang, menjelaskan bahwa skema bleeding mirip dengan membuang angin pada sistem rem hidrolis. Pada mesin diesel konvensional, ini melibatkan pemompaan priming pump yang umumnya berada di atas saringan bahan bakar atau dekat pompa bahan bakar mekanis, sambil mengendurkan baut bleeder atau salah satu injektor hingga solar keluar tanpa busa. Untuk mesin Common Rail, prosesnya lebih otomatis, cukup dengan memutar kunci kontak ke posisi ON dan OFF berulang kali (minimal tujuh kali) sebelum menghidupkan mesin. Proses ini mengaktifkan electric fuel pump di tangki untuk mendorong solar dan mengeluarkan udara.
Pencegahan menjadi kunci utama. Jangan membiarkan tangki solar kosong, sebaiknya isi bahan bakar saat indikator mendekati huruf E atau setidaknya tersisa 20 persen. Selalu pastikan penggantian filter solar dilakukan oleh teknisi yang berpengalaman dan menguasai prosedur bleeding sistem modern. Perawatan rutin sistem injeksi, seperti membersihkan injektor dan pompa bahan bakar, juga membantu mencegah masalah ini. Iwan Abdurahman, Repair Service Manager Workshop Department Technical Service Division PT Toyota Astra Motor (TAM), menekankan pentingnya memahami perbedaan kontrol antara mesin konvensional dan Common Rail dalam penanganan masalah ini. Mengabaikan masalah "masuk angin" tidak hanya menyebabkan mesin sulit dihidupkan, tetapi juga berpotensi merusak komponen vital seperti injektor dan high-pressure pump, yang biaya perbaikannya bisa sangat mahal.