Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Uji Vivo X300 Pro Ungkap Performa Brutal dan Baterai Super Irit

2026-01-14 | 21:15 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-14T14:15:24Z
Ruang Iklan

Uji Vivo X300 Pro Ungkap Performa Brutal dan Baterai Super Irit

Vivo X300 Pro telah menjalani serangkaian pengujian ekstensif, memperlihatkan kapabilitas kinerja tinggi yang didukung oleh chipset MediaTek Dimensity 9500 dan manajemen daya yang secara umum efisien, meskipun terdapat perbedaan evaluasi terkait ketahanan baterai di bawah beban kerja berkelanjutan. Smartphone flagship terbaru Vivo ini, yang mulai tersedia di pasar global pada akhir 2025, khususnya di India pada 2 Desember 2025, dan di Tiongkok pada 13 Oktober 2025, menempatkan dirinya sebagai pesaing serius di segmen premium, terutama menargetkan para penggemar fotografi.

Unit ini mengintegrasikan System-on-Chip (SoC) MediaTek Dimensity 9500 berbasis arsitektur 3 nanometer, yang mencakup inti C1-Ultra 4.21 GHz, tiga inti C1-Premium 3.5 GHz, dan empat inti C1-Pro 2.7 GHz, dilengkapi GPU Arm G1-Ultra. Menurut pengujian sintetis, Vivo X300 Pro mencatat skor AnTuTu sekitar 3,5 juta dan skor multi-core Geekbench sekitar 10.200, menandakan peningkatan performa CPU hingga 32% dibandingkan generasi Dimensity 9400. Namun, laporan dari Notebookcheck menunjukkan bahwa perangkat mengalami penurunan performa signifikan di bawah beban kerja berkelanjutan, sebuah aspek yang memerlukan perhatian untuk penggunaan intensif jangka panjang. Meskipun demikian, ulasan lain seperti dari Gadgets 360 dan 91Mobiles memuji performa keseluruhan sebagai "flagship-grade" dan "kuat di segala sisi".

Dari sisi efisiensi daya, Vivo X300 Pro dilengkapi baterai silikon karbon Li-Ion 6510 mAh di pasar global dan Asia, sementara varian Eropa menerima kapasitas 5440 mAh. Pengisian daya didukung teknologi 90W kabel dan 40W nirkabel. Mengenai efisiensi, beberapa pengulas menemukan daya tahan baterai "tidak sesuai ekspektasi mengingat kapasitasnya", sementara yang lain melaporkan "performa baterai yang impresif" dan "daya tahan baterai yang sangat baik". Resolusi layar 1260 x 2800 piksel disebut sebagai "kompromi yang sukses antara kualitas dan konsumsi energi", yang berkontribusi pada efisiensi daya secara keseluruhan. Kualitas tampilan didukung oleh panel LTPO AMOLED 6,78 inci dengan refresh rate adaptif 1-120Hz, kecerahan puncak 4500 nits, dan peredupan PWM 2160Hz, menawarkan pengalaman visual yang premium sekaligus berpotensi mengoptimalkan konsumsi daya.

Secara historis, seri X Vivo telah menjadi ujung tombak inovasi fotografi seluler perusahaan, sering kali berkolaborasi dengan Zeiss untuk mengintegrasikan teknologi pencitraan canggih. Vivo X300 Pro melanjutkan tradisi ini dengan setup tiga kamera serbaguna, termasuk sensor utama 50MP, kamera telefoto 200MP dengan optik Zeiss APO, dan lensa ultrawide 50MP. Lensa telefoto 200MP ini menawarkan zoom optik hingga 3,5x dan zoom digital hingga 100x, dilengkapi stabilisasi CIPA 5.5-rated yang setara dengan kualitas profesional. Chip pencitraan Vivo V3+ yang baru dikembangkan turut mendukung kapabilitas fotografi. PetaPixel mencatat bahwa "X300 Pro terasa seperti sebuah langkah maju yang besar, tidak hanya meninggalkan seri X200 di belakang, tetapi juga semakin merendahkan nama besar seperti Apple, Samsung, dan Google" dalam hal performa kamera.

Implikasi peluncuran Vivo X300 Pro bagi pasar smartphone global cukup signifikan. Dengan harga sekitar $1,099 hingga $1,600 di berbagai pasar, dan spesifikasi kelas atas seperti RAM LPDDR5X hingga 16GB dan penyimpanan UFS 4.1 hingga 512GB, serta sertifikasi IP68/IP69 untuk ketahanan air dan debu, Vivo X300 Pro berupaya untuk menantang dominasi pemain lama. Kehadiran Origin OS 6 berbasis Android 16 secara global juga menandai strategi Vivo untuk menyelaraskan pengalaman perangkat lunak di seluruh wilayah. Perangkat ini tidak hanya menyoroti kemajuan MediaTek dalam memproduksi chipset flagship yang kompetitif, tetapi juga menegaskan ambisi Vivo untuk menjadi pemimpin di segmen fotografi smartphone, mendorong batas-batas inovasi kamera dalam genggaman. Persaingan di segmen premium kini tidak hanya berpusat pada kekuatan pemrosesan mentah, melainkan juga pada kemampuan pencitraan yang terintegrasi secara holistik dan pengalaman pengguna yang seimbang.