:strip_icc()/kly-media-production/medias/3112342/original/030287200_1587879363-DSC08077.jpg)
Vivo secara resmi meluncurkan dua perangkat seluler terbarunya untuk segmen menengah di Tiongkok, Vivo Y50s 5G dan Vivo Y50e 5G, pada 5 Januari 2026. Peluncuran ini menegaskan komitmen perusahaan untuk memenuhi permintaan pasar akan ponsel 5G yang terjangkau dengan daya tahan baterai superior, sebuah fitur krusial di tengah adopsi jaringan generasi kelima yang semakin meluas. Kedua model hadir dengan baterai berkapasitas 6.000mAh, menempatkan mereka dalam persaingan ketat di kategori ponsel menengah yang mengutamakan daya tahan.
Keputusan Vivo untuk memfokuskan lini Y-series pada baterai berkapasitas besar dan konektivitas 5G yang andal mencerminkan strategi yang berorientasi pada nilai di pasar yang semakin kompetitif. Perusahaan membidik konsumen yang mencari pengalaman smartphone praktis tanpa harus mengeluarkan biaya untuk perangkat kelas atas. Segmen ini, yang mencakup pelajar, profesional muda, pengguna keluarga, dan pembeli 5G pertama kali, memprioritaskan fungsi inti dan daya tahan perangkat dalam penggunaan sehari-hari.
Vivo Y50s 5G dan Vivo Y50e 5G sama-sama ditenagai oleh prosesor octa-core MediaTek Dimensity 6300 dan dilengkapi layar LCD datar 6,74 inci dengan resolusi HD+ (720x1600 piksel) serta kecepatan refresh 90Hz. Keduanya juga memiliki sertifikasi IP64 untuk ketahanan terhadap debu dan percikan air, sebuah fitur yang menambah nilai ketahanan di kelas harganya. Perbedaan utama terletak pada kemampuan pengisian daya dan jenis penyimpanan. Vivo Y50s 5G mendukung pengisian cepat 44W Flash Charge dan dilengkapi penyimpanan UFS 2.2 yang lebih cepat, dengan pilihan RAM hingga 12GB. Sementara itu, Vivo Y50e 5G mendukung pengisian daya 15W dan menggunakan penyimpanan eMMC 5.1 dengan konfigurasi RAM 6GB dan penyimpanan internal 128GB. Kedua model berjalan pada Android 15 berbasis OriginOS 5, menawarkan pengalaman perangkat lunak terbaru.
Di pasar Tiongkok, Vivo Y50e 5G dengan konfigurasi 6GB RAM dan 128GB penyimpanan dibanderol mulai dari CNY 1.499, atau sekitar $215. Untuk Vivo Y50s 5G, harga dimulai dari CNY 1.799 (sekitar $260) untuk varian 6GB RAM dan 256GB penyimpanan, dengan opsi yang lebih tinggi hingga CNY 2.299 (sekitar $330) untuk model 12GB RAM dan 256GB penyimpanan. Penawaran harga ini menempatkan kedua perangkat pada posisi yang kompetitif di tengah tren pasar smartphone menengah pada tahun 2025-2026, di mana konsumen semakin mencari keseimbangan antara kinerja, fitur, dan nilai.
Daya tahan baterai yang panjang menjadi faktor penentu utama bagi konsumen di segmen ini, mengingat konsumsi daya yang lebih tinggi oleh jaringan 5G. Dengan baterai 6.000mAh, Vivo Y50s 5G dan Y50e 5G menonjol dalam kategori ini, bersaing dengan perangkat lain seperti Moto G86 Power dengan baterai 6.720 mAh atau Redmi Note 88 Ultra 5G yang memiliki 7.000mAh. Fokus pada daya tahan baterai dan konektivitas 5G yang stabil menunjukkan bahwa Vivo berupaya menyediakan solusi praktis bagi pengguna yang sangat bergantung pada perangkat mereka sepanjang hari untuk pekerjaan, hiburan, dan komunikasi. Fitur-fitur tambahan seperti kamera belakang 13MP, kamera depan 5MP, Bluetooth 5.4, USB Type-C, jack headphone 3,5mm, dan sensor sidik jari yang dipasang di samping melengkapi paket ini, menjadikannya pilihan yang komprehensif untuk penggunaan sehari-hari.