:strip_icc()/kly-media-production/medias/5362600/original/043682100_1758870763-image_2025-09-26_140311587.jpg)
Xiaomi 17 Max, varian terbaru yang dinanti-nanti dari jajaran ponsel pintar premium Xiaomi, diperkirakan akan meluncur pada April 2026, menargetkan pasar Tiongkok sebelum potensi ekspansi global. Perangkat ini diproyeksikan menjadi model kelima dalam seri Xiaomi 17 yang telah memperkenalkan Xiaomi 17, 17 Pro, 17 Pro Max, dan 17 Ultra sejak September 2025.
Penambahan model "Max" ini mengindikasikan strategi Xiaomi untuk memperluas penawaran flagshipnya, memberikan opsi yang lebih besar di samping model Pro dan Ultra yang sudah ada. Berbeda dengan Xiaomi 17 Pro dan 17 Pro Max yang dilengkapi layar sekunder di bagian belakang, bocoran terbaru menunjukkan bahwa Xiaomi 17 Max kemungkinan tidak akan menyertakan fitur tersebut. Keputusan ini dapat menempatkan 17 Max sebagai alternatif yang lebih "praktis" atau memposisikannya secara strategis di bawah model Pro yang lebih mahal, menghindari kanibalisasi penjualan di segmen premium.
Xiaomi 17 Max diharapkan membawa spesifikasi kelas atas yang menonjol. Perangkat ini dirumorkan akan ditenagai oleh chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang kuat, prosesor flagship yang pertama kali diadopsi oleh seri Xiaomi 17 pada peluncurannya di September 2025. Layarnya diperkirakan akan membentang 6,8 atau 6,9 inci dengan panel OLED, menempatkannya di antara ponsel terbesar di segmennya. Dari sisi daya, Xiaomi 17 Max dirumorkan mengemas baterai berkapasitas besar 7.500mAh, sebuah angka yang signifikan di pasar ponsel pintar flagship, didukung pengisian daya cepat 100W melalui kabel dan 50W nirkabel. Untuk fotografi, sistem kameranya diharapkan menyertakan sensor telefoto periskop, sebuah fitur yang biasanya ditemukan pada perangkat flagship kelas atas, yang mengindikasikan fokus pada kemampuan zoom dan fotografi jarak jauh. Model ini juga diperkirakan akan menjalankan HyperOS 3 berbasis Android 16.
Langkah Xiaomi ini terjadi di tengah pasar ponsel pintar global yang kompetitif. Pada Q3 2025, Xiaomi berhasil mempertahankan posisi ketiga dengan pangsa pengiriman 14% dan pertumbuhan 2% year-on-year. Sepanjang tahun 2025, perusahaan ini mempertahankan pangsa pasar 13%, didorong oleh strategi premiumisasi dan portofolio produk yang seimbang antara perangkat flagship dan kelas menengah.
Strategi Xiaomi untuk tahun 2026 lebih dari sekadar ponsel pintar. Perusahaan telah menguraikan rencana untuk memperdalam ekosistemnya, mencakup tablet, perangkat wearable, TV pintar, dan produk rumah tangga terhubung. India, misalnya, telah ditetapkan sebagai pasar strategis kedua terpenting setelah Tiongkok. Selain itu, Xiaomi berkomitmen besar pada pengembangan teknologi internal, dengan investasi R&D sebesar 200 miliar yuan ($27,7 miliar) selama lima tahun ke depan. Fokus utamanya termasuk pengembangan chipset sendiri (seperti prosesor flagship 3nm XRING O1), sistem operasi proprietary, dan model bahasa besar AI untuk meningkatkan intelijen perangkat. Ini menunjukkan ambisi Xiaomi untuk mengurangi ketergantungan pada platform pihak ketiga dan menjadi pemimpin dalam inovasi teknologi inti.
Meskipun fokus saat ini pada peluncuran seri 17, Xiaomi juga akan menghadapi tantangan regulasi di masa depan. Peraturan Baterai Uni Eropa 2023/1542, yang akan sepenuhnya berlaku mulai tahun 2027, mengharuskan baterai dalam perangkat elektronik portabel dapat dilepas dengan mudah oleh pengguna akhir. Hal ini dapat memicu perubahan desain yang signifikan pada model ponsel Xiaomi setelah seri 17, mendorong perusahaan untuk menyeimbangkan inovasi desain dengan tuntutan keberlanjutan dan kemudahan perbaikan oleh pengguna.