Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Solusi Satria-1 & Starlink Dikerahkan Menkomdigi Atasi Blank Spot di Aceh-Sumut-Sumbar

2025-11-29 | 23:11 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-29T16:11:50Z
Ruang Iklan

Solusi Satria-1 & Starlink Dikerahkan Menkomdigi Atasi Blank Spot di Aceh-Sumut-Sumbar

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyatakan telah mengerahkan Satelit Republik Indonesia (Satria-1) dan layanan internet satelit Starlink untuk mempercepat pemulihan sinyal telekomunikasi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, secara langsung melaporkan perkembangan upaya pemulihan ini.

Gangguan jaringan komunikasi terjadi secara luas akibat bencana hidrometeorologi basah yang melanda ketiga provinsi tersebut. Banyak menara Base Transceiver Station (BTS) mengalami kerusakan atau tidak berfungsi, menyebabkan putusnya akses komunikasi bagi ribuan warga. Kendala utama dalam pemulihan di lapangan adalah ketersediaan pasokan listrik yang masif padam serta akses transportasi yang sulit menuju lokasi-lokasi terdampak.

Untuk mengatasi situasi darurat ini, Kemkomdigi telah berkoordinasi erat dengan berbagai pihak, termasuk operator seluler serta penyelenggara satelit Starlink dan PSN, selain mengoptimalkan penggunaan Satria-1. Satria-1, sebagai satelit multifungsi pertama milik pemerintah, dirancang untuk menyediakan akses internet di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah blank spot, dan kini perannya diperkuat untuk mendukung pemulihan komunikasi di zona bencana. Sementara itu, Starlink telah menyediakan akses internet gratis di wilayah terdampak banjir di Sumatera sebagai bentuk dukungan penanganan darurat. Tim teknis telah mulai memasang perangkat Starlink di lokasi-lokasi terdampak untuk memastikan koneksi langsung dapat digunakan oleh masyarakat, posko pengungsian, fasilitas kesehatan, hingga relawan di lapangan.

Hingga Sabtu, 29 November 2025, pukul 00.00 WIB, sebanyak 707 menara BTS telah berhasil dipulihkan dan kembali beroperasi normal dalam kurun waktu 24 jam. Keberhasilan ini memungkinkan masyarakat di sejumlah kecamatan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk kembali menghubungi keluarga mereka. Meskipun demikian, masih terdapat 1.756 menara BTS yang dalam proses pemulihan. Selain itu, jalur backbone di Sumatera Utara yang menghubungkan ruas Rantau-Padang Sidempuan dan Sibolga-Barus-Manduamas, serta jalur Banda Aceh-Bireun dan Samalanga di Aceh, yang sebelumnya terputus akibat longsor, juga telah berhasil dipulihkan. Menteri Meutya Hafid berharap percepatan pemulihan akses komunikasi dapat terus dilakukan setiap hari.