Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Apple Tata Ulang Produksi Chip iPhone: India Jadi Basis Perakitan, Gandeng Semikonduktor Lokal

2026-01-03 | 03:26 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-02T20:26:56Z
Ruang Iklan

Apple Tata Ulang Produksi Chip iPhone: India Jadi Basis Perakitan, Gandeng Semikonduktor Lokal

Apple dilaporkan tengah menjajaki diskusi awal dengan perusahaan semikonduktor lokal di India untuk proses perakitan dan pengemasan chip iPhone, menandai pergeseran signifikan dalam strategi rantai pasok global raksasa teknologi AS tersebut. Langkah ini berpotensi memperdalam jejak manufaktur Apple di India, melampaui perakitan perangkat akhir menuju produksi komponen inti yang lebih kompleks.

Diskusinya, yang masih dalam tahap eksplorasi, melibatkan CG Semi, sebuah perusahaan yang sedang membangun fasilitas perakitan dan pengujian semikonduktor pihak ketiga (Outsourced Semiconductor Assembly and Test - OSAT) pertama di Sanand, Gujarat. Fasilitas CG Semi merupakan usaha patungan yang melibatkan Murugappa Group, Renesas dari Jepang, dan Stars Microelectronics dari Thailand. Sumber yang mengetahui pembahasan tersebut mengindikasikan bahwa jenis chip yang akan ditangani di fasilitas Sanand belum dapat dipastikan, meskipun chip terkait layar (display driver integrated circuits - DDIC) diperkirakan menjadi kandidat awal. Saat ini, chip kontrol layar iPhone dipasok oleh perusahaan seperti Samsung, Novatek, Himax, dan LX Semicon, yang sebagian besar masih mengandalkan fasilitas fabrikasi dan pengemasan di Korea Selatan, Taiwan, dan Tiongkok.

Upaya Apple ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mendiversifikasi rantai pasokan globalnya dan mengurangi ketergantungan pada Tiongkok, sebuah kebijakan yang sering disebut sebagai "China Plus One". Pergeseran ini didorong oleh gejolak geopolitik, termasuk ketegangan perdagangan AS-Tiongkok dan risiko rantai pasokan yang terekspos selama pandemi COVID-19. Pemerintah India secara agresif menarik investasi asing melalui berbagai skema insentif, seperti Production Linked Incentive (PLI) senilai lebih dari 24 miliar dolar AS untuk 14 sektor, dan India Semiconductor Mission (ISM), yang bertujuan menjadikan negara itu sebagai pusat manufaktur semikonduktor global pada tahun 2035.

Apple telah mempercepat ekspansinya di India dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan itu merakit iPhone senilai 22 miliar dolar AS di India dalam 12 bulan hingga Maret 2025, meningkat hampir 60 persen dibandingkan periode sebelumnya. Angka ini menempatkan kontribusi India sekitar 20 persen dari total produksi iPhone global. Bahkan, Apple disebut menargetkan agar sebagian besar iPhone yang dijual di Amerika Serikat dapat diproduksi di India pada akhir 2026. Foxconn, Tata Electronics (yang mengakuisisi operasi Wistron), dan Pegatron saat ini mengoperasikan fasilitas manufaktur iPhone di India.

Langkah Apple untuk menjajaki perakitan chip di India akan menjadi tonggak penting. Ini menunjukkan kepercayaan Apple terhadap kemampuan teknis India yang berkembang untuk menangani tugas-tugas bernilai lebih tinggi, yang sebelumnya didominasi oleh negara-negara dengan ekosistem semikonduktor yang lebih matang. Namun, setiap kemitraan berpotensi menjadi tantangan besar bagi mitra lokal seperti CG Semi, karena harus memenuhi standar kualitas dan keandalan Apple yang sangat ketat. Selain itu, upaya diversifikasi ini juga menghadapi hambatan dari Tiongkok, yang telah menolak memberikan izin ekspor untuk peralatan produksi yang dibutuhkan Apple di India. Jika terealisasi, inisiatif ini tidak hanya akan memperkuat ekosistem semikonduktor India tetapi juga menempatkan negara itu sebagai pilar sentral dalam rantai pasok global Apple di masa depan.