Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Duel 5G OpenSignal: Telkomsel Kokoh di Puncak Kualitas Sinyal Indonesia

2025-12-24 | 18:31 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-24T11:31:15Z
Ruang Iklan

Duel 5G OpenSignal: Telkomsel Kokoh di Puncak Kualitas Sinyal Indonesia

Telkomsel, operator telekomunikasi seluler terbesar di Indonesia, kembali mengukuhkan dominasinya dalam layanan 5G setelah meraih sebagian besar penghargaan dalam laporan terbaru OpenSignal "Mobile Network Experience Report" edisi Desember 2025. Laporan ini menyoroti keunggulan Telkomsel dalam kecepatan unduh dan unggah 5G, serta ketersediaan jaringan 5G, di tengah lanskap pasar yang semakin kompetitif dan upaya konsolidasi operator.

Analisis OpenSignal yang dikumpulkan dari 1 Agustus hingga 29 Oktober 2025, menunjukkan bahwa Telkomsel memimpin secara signifikan dalam kategori kecepatan unduh dan unggah 5G secara keseluruhan maupun spesifik 5G. Telkomsel berhasil menyabet 10 penghargaan secara langsung dan satu penghargaan bersama, meningkatkan raihan sebelumnya yang hanya 7 penghargaan tunggal dan satu bersama. Keunggulan ini termasuk meraih kemenangan untuk "5G Video Experience" dan memperkuat posisinya di "Consistent Quality" dengan skor 72,4%, unggul satu persen dari IM3. Sementara itu, IM3 (Indosat Ooredoo Hutchison) meraih tiga penghargaan tunggal untuk "Games Experience", "Time on Network", dan "Reliability Experience". XLSmart, entitas baru hasil merger XL Axiata dan Smartfren, memenangkan penghargaan tunggal untuk "Voice App Experience" dan "5G Voice App Experience", serta berbagi podium dengan Telkomsel untuk "5G Games Experience".

Dominasi Telkomsel dalam kecepatan 5G bukan hanya tercermin di tingkat nasional, melainkan juga di tingkat regional, dengan mengumpulkan 58 kemenangan tunggal dan 30 kemenangan bersama di berbagai wilayah. Khusus di Jawa, Telkomsel juga unggul dalam kecepatan unduh, pengalaman video, dan konsistensi jaringan terbaik. Peningkatan signifikan 5G Download Speed Telkomsel mencapai 11Mbps, memperlebar jarak dengan pesaing utama seperti Indosat dan XL.

Keberhasilan Telkomsel ini didukung oleh strategi ekspansi jaringan 5G yang terencana dan bertahap. Hingga pertengahan 2025, Telkomsel telah mengoperasikan lebih dari 1.400 BTS 5G di wilayah Jabodetabek, serta memperluas jaringan ke berbagai kota besar seperti Denpasar, Badung, Makassar, Manado, Ambon, dan Jayapura. Fokus ekspansi Telkomsel ditargetkan pada kawasan strategis seperti bandara, pusat bisnis, kawasan industri, dan destinasi wisata prioritas nasional. Telkomsel juga telah mengadopsi teknologi 5G Standalone (SA) melalui kemitraan strategis dengan ZTE, yang diharapkan dapat mendukung transformasi digital industri dan menyediakan konektivitas siap masa depan.

Namun, adopsi 5G di Indonesia secara keseluruhan masih menghadapi sejumlah tantangan. Data Global System for Mobile Communications Association (GSMA) per 2023 menunjukkan tingkat adopsi 5G di Indonesia baru mencapai 1%, jauh di bawah dominasi 4G sebesar 94%. Angka ini diperkirakan akan naik menjadi 32% pada tahun 2030. Laporan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) per Oktober 2025 mencatat cakupan 5G baru menjangkau sekitar 8,92% populasi, sementara cakupan terhadap zona pemukiman sekitar 4,4%.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Marwan O. Baasir, menyebutkan bahwa tantangan utama adopsi dan pengembangan infrastruktur 5G di Indonesia terkait spektrum frekuensi ideal (2,6 GHz, 3,5 GHz, dan 26 GHz), pengembangan teknologi fiber optik, biaya investasi yang mahal, serta terbatasnya ketersediaan perangkat 5G. Ketidakpastian alokasi spektrum frekuensi menjadi hambatan bagi operator untuk melakukan ekspansi lebih lanjut. Lelang spektrum frekuensi yang dijadwalkan oleh Kominfo untuk tahun 2025 diharapkan dapat mengatasi keterbatasan ini dan memperluas akses ke pita frekuensi yang krusial.

Menteri Komunikasi dan Informatika sebelumnya, Johnny G. Plate, pada tahun 2021 telah menyoroti lima aspek kebijakan yang diperlukan untuk mendukung persiapan dan tata kelola 5G yang komprehensif: regulasi, spektrum frekuensi radio, model bisnis, infrastruktur, serta ekosistem, perangkat, dan talenta digital. Kominfo sendiri telah menyiapkan peta jalan 5G nasional dan fokus memfasilitasi pergelaran infrastruktur di 13 lokasi hingga 2024, mencakup enam ibu kota provinsi di Jawa, lima destinasi wisata super prioritas, Ibu Kota Negara (IKN), dan satu industri manufaktur.

Sementara itu, operator lain juga menunjukkan progres. Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), setelah merger pada Januari 2022, terus berupaya memperluas jaringan 4G ke daerah pedesaan dan berinvestasi pada teknologi 5G, meskipun fokus utamanya masih pada 4G karena penetrasi perangkat 5G yang terbatas. Vikram Sinha, Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, menyatakan bahwa 5G sudah "saatnya" dan IOH berencana untuk memperluas cakupan 5G ke beberapa kota termasuk Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi. IOH juga telah berinvestasi dalam teknologi AI-RAN melalui kemitraan dengan Nokia dan NVIDIA untuk meningkatkan kinerja jaringan, efisiensi energi, dan pemanfaatan spektrum.

XL Axiata, yang baru-baru ini menyelesaikan proyek modernisasi jaringan lima tahun dengan Nokia di Jawa Tengah, termasuk penyebaran 5G di empat kota (Semarang, Yogyakarta, Surakarta, dan Pekalongan) pada tahun 2023, juga menunjukkan komitmennya. XL Axiata juga telah bermitra dengan Ericsson untuk menerapkan solusi dual-mode 5G Core, yang akan mengintegrasikan layanan 4G dan 5G dalam satu jaringan inti berbasis cloud-native, dimulai di Jawa Timur.

Merger XL Axiata dan Smartfren, yang secara definitif disepakati pada Desember 2024 dan memperkenalkan operator baru XLSmart pada April 2025, diperkirakan akan meningkatkan kapabilitas jaringan secara signifikan. XLSmart dilaporkan telah meningkatkan cakupan 4G di Indonesia Timur, Kalimantan, dan Bali melalui inisiatif National Roaming dan MOCN.

Meskipun Telkomsel memimpin dalam metrik kecepatan dan ketersediaan 5G, pasar telekomunikasi Indonesia terus berkembang dengan upaya signifikan dari semua operator untuk memperluas dan meningkatkan kualitas jaringan mereka. Persaingan yang sehat dan investasi berkelanjutan akan menjadi kunci dalam mendorong adopsi 5G yang lebih luas dan mewujudkan potensi penuh teknologi ini untuk transformasi digital Indonesia.