Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Daftar Smartphone Terancam Mahal 2026: Efek Krisis RAM Global

2026-01-07 | 09:17 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-07T02:17:45Z
Ruang Iklan

Daftar Smartphone Terancam Mahal 2026: Efek Krisis RAM Global

Harga ponsel pintar diperkirakan akan mengalami kenaikan signifikan pada tahun 2026, didorong oleh krisis pasokan memori RAM global yang intensif akibat lonjakan permintaan dari infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Pergeseran prioritas manufaktur chip memori global untuk memenuhi kebutuhan server AI yang masif telah menciptakan kelangkaan pasokan untuk perangkat konsumen, memaksa produsen ponsel untuk menaikkan harga atau mengurangi spesifikasi perangkat.

Krisis ini berakar pada permintaan luar biasa untuk High Bandwidth Memory (HBM) dan DRAM canggih yang dibutuhkan oleh pusat data AI. Produsen memori terkemuka seperti Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology mengalihkan kapasitas produksi canggih mereka ke memori server berprofit margin tinggi, mengurangi pasokan untuk aplikasi konsumen seperti ponsel pintar. Fenomena ini diperparah oleh langkah Nvidia yang mulai menggunakan chip memori bergaya ponsel pintar (LPDDR) di server AI-nya, menciptakan permintaan mendadak yang tidak mampu ditangani oleh industri.

Akibatnya, harga kontrak DRAM konvensional diproyeksikan melonjak 55-60% secara kuartalan pada kuartal pertama 2026, sementara harga NAND Flash diperkirakan naik 33-38% dalam periode yang sama. Beberapa laporan menunjukkan harga memori dapat meningkat 40% lagi hingga kuartal kedua 2026. Secara kumulatif, harga memori server dilaporkan akan naik hingga 70% pada kuartal ini, yang bersama dengan kenaikan pada tahun 2025, dapat menggandakan harga pada pertengahan 2026.

Dampak langsung terhadap ponsel pintar bervariasi. IDC awalnya memproyeksikan sedikit penurunan harga rata-rata ponsel pada tahun 2026, namun kini merevisi menjadi kenaikan 2% dan bahkan skenario pesimistis menunjukkan kenaikan harga rata-rata hingga 8%. Counterpoint Research merevisi proyeksi Harga Jual Rata-Rata (ASP) untuk tahun 2026 menjadi kenaikan 6,9% dari perkiraan semula 3,9%. Bahkan, ASP ponsel pintar bisa mencapai rekor $511, naik dari $440 tahun sebelumnya.

Segmen ponsel pintar kelas bawah dan menengah akan menjadi yang paling terpukul karena margin keuntungan yang tipis. Direktur Riset Counterpoint, MS Hwang, menyatakan bahwa biaya bahan baku (Bill of Materials/BoM) untuk ponsel di bawah $200 telah meningkat 20-30% sejak awal tahun. Francisco Jeronimo, Wakil Presiden Perangkat Klien di IDC, menekankan bahwa produsen di segmen ini "harus membebankan biaya kepada konsumen" karena margin yang lebih ketat. Produsen seperti Xiaomi, Oppo, Realme, Honor, Vivo, TCL, Transsion, Lenovo, dan Huawei, yang bergantung pada margin tipis, diperkirakan akan merasakan tekanan paling tajam. Beberapa merek, seperti Infinix dan Tecno, dilaporkan telah mengumumkan kenaikan harga.

Sebaliknya, merek-merek besar seperti Apple dan Samsung berada dalam posisi yang lebih baik untuk menghadapi krisis ini karena cadangan kas yang besar dan perjanjian pasokan memori jangka panjang yang mencakup 12-24 bulan di muka. Namun, bahkan mereka tidak kebal. Model flagship terbaru pada tahun 2026 kemungkinan besar tidak akan melihat peningkatan RAM, tetap pada 12GB untuk model Pro daripada meningkat menjadi 16GB, sebagai upaya untuk menjaga stabilitas harga. Apple bahkan mungkin mengevaluasi ulang strategi harga untuk model baru dan mengurangi atau menghapus potongan harga pada versi lama.

Selain kenaikan harga, implikasi lain adalah potensi penurunan spesifikasi. Francisco Jeronimo dari IDC memprediksi bahwa ponsel pintar kelas menengah dan entry-level pada tahun 2026 dapat kembali menggunakan konfigurasi RAM 4GB untuk mempertahankan harga di pasar yang sensitif terhadap biaya. Laporan lain menyebutkan bahwa model kelas menengah mungkin akan membatasi RAM hingga 8GB, sementara model high-end yang saat ini memiliki 16GB RAM bisa kembali ke 12GB. Senior Analis Counterpoint, Ivan Lam, memperingatkan bahwa biaya bahan baku ponsel pintar dapat meningkat lebih dari 15% di segmen menengah hingga atas, menggerogoti margin atau memengaruhi pertumbuhan, bahkan menyebabkan produsen mengorbankan lensa kamera tambahan, menurunkan spesifikasi layar, atau menghapus fitur seperti pengisian daya nirkabel.

Krisis memori ini diperkirakan akan menyebabkan penurunan pengiriman ponsel pintar global sebesar 2,1% pada tahun 2026. Konsumen diperkirakan akan mempertahankan perangkat lama mereka lebih lama. Para analis industri memperingatkan bahwa kelangkaan memori, terutama untuk DRAM dan NAND, diperkirakan akan berlanjut hingga dan melampaui tahun 2026, bahkan hingga 2027 atau 2028. Ini menandai berakhirnya era memori yang murah dan melimpah, setidaknya dalam jangka menengah, dengan teknologi menjadi lebih mahal yang didorong oleh kendala pasokan daripada pertumbuhan permintaan.