Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Apple Lindungi Identitas Siri: Gemini Terintegrasi Tanpa Nuansa Google

2026-01-17 | 06:54 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-16T23:54:13Z
Ruang Iklan

Apple Lindungi Identitas Siri: Gemini Terintegrasi Tanpa Nuansa Google

Apple telah mengonfirmasi bahwa integrasi model kecerdasan buatan Gemini dari Google ke dalam asisten virtual Siri akan mempertahankan identitas dan standar privasi khas Apple, dengan penekanan agar pengalaman pengguna tidak terasa seperti berinteraksi dengan produk Google. Kesepakatan multi-tahun antara dua raksasa teknologi ini, yang diumumkan pada 12 Januari 2026, menandai perubahan arsitektural terbesar pada Siri sejak peluncurannya, dengan pembaruan yang diproyeksikan tiba pada akhir 2026.

Laporan internal dan pernyataan resmi menegaskan bahwa Apple akan memegang kendali signifikan atas cara Gemini beroperasi di balik layar Siri. Apple memiliki hak untuk meminta penyesuaian pada model Google dan bahkan melakukan fine-tuning sendiri untuk memastikan respons Siri selaras dengan "suara" dan perilaku yang diinginkan Apple. Dalam prototipe saat ini, tidak ada branding Google atau Gemini yang terlihat dalam respons AI, bertujuan agar pengguna merasakan Siri yang semakin cerdas, bukan sebagai asisten Google yang disamarkan. Ini berarti Siri akan tetap menjadi antarmuka yang dirancang Apple, sementara Gemini menyediakan kapabilitas pemahaman bahasa, penalaran, dan generasi respons yang lebih canggih di bagian backend.

Komitmen privasi menjadi pilar utama dalam kemitraan ini. Apple menegaskan bahwa semua fitur Apple Intelligence, termasuk yang didukung Gemini, akan terus mematuhi "standar privasi terkemuka di industri." Pemrosesan data akan dilakukan baik secara on-device maupun melalui platform Private Cloud Compute milik Apple, sebuah arsitektur yang dirancang untuk menjaga informasi sensitif agar tidak keluar dari kendali Apple dan tidak dapat diakses atau disimpan oleh Google untuk pelatihan model. Penekanan ini secara langsung menjawab kekhawatiran yang muncul mengingat perbedaan historis pendekatan privasi antara kedua perusahaan.

Latar belakang kemitraan ini berakar pada evaluasi internal Apple yang menunjukkan bahwa model "Apple Foundation Models" buatan sendiri belum mencapai performa yang memadai. Siri telah lama dikritik karena tertinggal dari asisten AI pesaing. Dengan bermitra, Apple dapat "mempercepat waktu ke pasar dan mengurangi risiko eksekusi" dengan memanfaatkan teknologi yang sudah matang dan siap pakai. Setelah evaluasi menyeluruh, Apple menyimpulkan bahwa teknologi AI Google "menyediakan fondasi paling kapabel untuk Apple Foundation Models." Kesepakatan ini diperkirakan bernilai sekitar 1 miliar dolar AS per tahun bagi Google.

Implikasi kemitraan ini meluas melampaui peningkatan fungsionalitas Siri. Bagi Google, ini adalah kemenangan distribusi yang signifikan, karena model AI-nya kini akan terintegrasi dalam ekosistem Android dan iOS, menjangkau sebagian besar pengguna smartphone global. Namun, kemitraan ini juga memicu kekhawatiran antimonopoli mengenai konsentrasi kekuatan di sektor AI, seperti yang diutarakan oleh beberapa analis dan Elon Musk, CEO xAI. Dari sisi pengguna, Siri yang didukung Gemini diharapkan akan lebih baik dalam pengetahuan umum, dukungan emosional, percakapan yang lebih alami, memahami permintaan yang tidak jelas, dan memberikan saran proaktif berdasarkan konteks aplikasi lain. Meskipun Apple sebelumnya telah mengintegrasikan ChatGPT dari OpenAI untuk pertanyaan kompleks, kemitraan dengan Google Gemini ini bersifat lebih fundamental dan strategis, membentuk tulang punggung kecerdasan AI baru pada perangkat Apple. Ada kemungkinan di masa depan, pengguna mungkin akan memiliki opsi untuk memilih model AI mana yang akan mendukung asisten mereka.