
Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) telah mengungkapkan bahwa upaya konsolidasi jaringan dan peningkatan kapasitas infrastruktur digital menjadi faktor utama di balik peningkatan kecepatan internet di Indonesia, meskipun secara keseluruhan kecepatan nasional masih tertinggal dari negara-negara tetangga. Perusahaan telekomunikasi ini menegaskan komitmennya terhadap investasi berkelanjutan dan penggunaan teknologi mutakhir untuk mempercepat transformasi digital di Tanah Air.
Pada Agustus 2024, Indosat Ooredoo Hutchison, bekerja sama dengan penyedia solusi TIK global Huawei, menuntaskan proyek konsolidasi dan transformasi jaringan inti berskala besar menjadi cloud core. Proyek ini mencakup lebih dari 100 juta pengguna dan 26 lokasi di seluruh Indonesia, dan merupakan pencapaian pertama di dunia yang diselesaikan dalam 14 bulan. Transformasi ini menghasilkan peningkatan signifikan pada pengalaman jaringan, termasuk kecepatan unduh rata-rata di Kalimantan yang lebih cepat 15% dan pengurangan Round Trip Time (RTT) sebesar 11% untuk penggunaan Facebook. Pelanggan di Jawa Tengah juga mengalami peningkatan kinerja saat bermain game dan menonton video langsung.
Desmond Cheung, Director and Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menyatakan, "Kami merasa terhormat dapat menciptakan tolok ukur baru bagi industri telekomunikasi. Proyek konsolidasi jaringan inti ini adalah bukti dari komitmen kami untuk memberikan pengalaman digital kelas dunia kepada pelanggan kami."
Selain konsolidasi, Indosat secara aktif mengoptimalkan jaringannya di 434 lokasi prioritas dan menambah kapasitas di 527 titik, yang menyediakan sekitar 33% kapasitas lebih besar dari rata-rata trafik data harian untuk mengantisipasi lonjakan trafik. Dukungan dari Command Center 24/7 yang berbasis Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dan otomatisasi turut memastikan ketersediaan dan kualitas jaringan tetap optimal. Sepanjang tahun 2023, Indosat juga memperkuat infrastruktur telekomunikasi dengan menambah 42.000 Base Transceiver Station (BTS) 4G, sehingga totalnya mencapai 229.000 situs, dengan 179.000 di antaranya adalah BTS 4G. Penambahan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan dan memperluas konektivitas hingga ke daerah pedesaan. Pada akhir 2024, jumlah BTS 4G IOH telah mencapai 196.000 situs.
Peningkatan ini terjadi di tengah data yang menunjukkan bahwa kecepatan internet Indonesia masih tertinggal dibandingkan rata-rata global dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Per Juni 2024, median kecepatan unduh internet seluler Indonesia tercatat 28,35 Mbps, menempatkannya di posisi ke-80 secara global dari 108 negara, jauh di bawah rata-rata global 56,43 Mbps. Singapura, misalnya, memiliki kecepatan median 104,98 Mbps, sementara Malaysia mencapai 98,84 Mbps. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi pada September 2023 juga menyampaikan keprihatinan atas peringkat internet Indonesia yang menempati posisi ke-9 dari 10 negara ASEAN.
Konsolidasi operator telekomunikasi, termasuk merger Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia yang membentuk IOH pada tahun 2021, telah menjadi strategi kunci yang didukung pemerintah untuk menciptakan operator yang lebih kuat, meningkatkan kualitas jaringan, dan mencapai efisiensi biaya. Menurut Ian Yosef, seorang Dosen ITB, konsolidasi akan membentuk persaingan usaha yang lebih sehat dan mewujudkan pemerataan infrastruktur jaringan di seluruh Indonesia. IOH telah memperoleh pengakuan atas konsistensi kualitas jaringannya dari OpenSignal pada Mobile World Congress 2024, mencapai skor konsistensi 64,8% di sepanjang tahun 2023.
Ke depan, Indosat terus mendukung target pemerintah untuk meningkatkan kecepatan fixed broadband minimal 100 Mbps. Indosat HiFi dan layanan MNC Play yang didukung Indosat sudah dilengkapi dengan perangkat Customer Premises Equipment (CPE) yang mampu menangani kecepatan tersebut, meskipun permintaan untuk paket kecepatan di atas 100 Mbps belum sebanyak permintaan untuk kecepatan yang lebih rendah. Perseroan juga berencana memperluas jaringannya ke Maluku dan Papua pada tahun 2024. Integrasi AI ke dalam operasional juga menjadi fokus Indosat, dengan visi menjadi "AI TechCo", yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan mempercepat pertumbuhan PDB Indonesia hingga 6,9% per tahun, membantu negara ini keluar dari perangkap pendapatan menengah pada 2038 dan mencapai visi Indonesia Emas 2045. Upaya ini mencerminkan komitmen Indosat untuk tidak hanya meningkatkan layanan telekomunikasi, tetapi juga berperan dalam mendorong kemajuan ekosistem digital dan ekonomi Indonesia secara menyeluruh.