:strip_icc()/kly-media-production/medias/4967528/original/090475000_1728792867-photo_2024-10-13_11-05-36.jpg)
Pertengahan Januari 2026, pasar smartphone di Indonesia menunjukkan pergeseran signifikan, dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang sebelumnya identik dengan perangkat premium, kini mulai terdemokratisasi dan tersedia di segmen harga terjangkau. Fenomena ini, yang telah menjadi tren kuat sepanjang 2025, menggarisbawahi komitmen produsen untuk menghadirkan fitur-fitur cerdas bagi konsumen dengan anggaran terbatas, memicu persaingan ketat di kategori ponsel seharga sekitar Rp 1 jutaan.
Menurut laporan NielsenIQ, pasar smartphone Indonesia pada 2025 mengalami pergeseran perilaku konsumen. Meskipun segmen menengah dan premium menunjukkan peningkatan signifikan, ponsel entry-level masih menjadi penopang utama pertumbuhan pasar secara volume, didorong oleh permintaan kuat di segmen harga terjangkau. Associate Director Kantar Indonesia, Ummu Hanni, pada Februari 2025 menyatakan bahwa hampir 60 persen konsumen Indonesia telah mengadopsi AI setidaknya sekali dalam enam bulan terakhir, terutama untuk pencarian informasi (79 persen) dan kebutuhan kreatif seperti mengedit konten (70 persen). Ini menunjukkan kesiapan konsumen Indonesia terhadap integrasi AI dalam perangkat sehari-hari.
Transsion Group, melalui merek seperti Infinix, telah menjadi pemain dominan di segmen ultra low-end (di bawah $100 atau sekitar Rp 1,6 juta) pada tahun 2024, dan terus menunjukkan pertumbuhan agresif. Pergeseran ini bukan hanya tentang ketersediaan, tetapi juga relevansi. AI di ponsel harga Rp 1 jutaan umumnya berfokus pada peningkatan pengalaman fotografi, efisiensi daya, dan beberapa fitur produktivitas ringan. Para produsen menanamkan AI untuk mengoptimalkan kinerja kamera dengan deteksi pemandangan otomatis, memperbaiki tone warna, menghemat RAM, hingga manajemen baterai yang lebih cerdas.
Berikut adalah lima ponsel di kisaran harga Rp 1 jutaan yang menonjol dengan fitur AI relevan di awal 2026:
1. Xiaomi Redmi 13C
Redmi 13C hadir dengan sistem tiga kamera AI 50 MP yang dirancang untuk menghasilkan gambar berkualitas tinggi dengan detail tajam di berbagai kondisi pencahayaan. Teknologi AI-nya secara otomatis menyesuaikan warna, kontras, dan pencahayaan untuk hasil foto optimal, serta dilengkapi fitur AI Scene Detection. Fitur filmCamera juga memungkinkan pengguna menciptakan gambar artistik dengan filter klasik. Ponsel ini ditenagai prosesor MediaTek Helio G85 yang andal, dengan harga di kisaran Rp 1,8 juta.
2. Infinix Smart 8 Pro
Infinix Smart 8 Pro menonjol dengan dual kamera AI 50MP yang didukung Ring Flashlight, memastikan hasil jepretan optimal bahkan dalam kondisi minim cahaya, dengan AI yang mengatur pencahayaan dan mengurangi noise. Perangkat ini juga dilengkapi fitur Magic Ring, animasi interaktif di sekitar kamera depan untuk notifikasi, status pengisian daya, dan panggilan. Dilengkapi chipset Helio G36, RAM 8GB yang dapat diperluas, dan baterai 5000 mAh, Infinix Smart 8 Pro menawarkan keseimbangan performa dan efisiensi.
3. realme C51
realme C51 mengusung kamera AI 50MP yang berfokus pada peningkatan kualitas foto, terutama dengan fitur Super Night untuk gambar lebih cerah di malam hari. Ponsel ini memiliki desain dual-tone yang stylish dan fitur Mini Capsule (notifikasi interaktif mirip Dynamic Island) di layar 6,7 inci dengan refresh rate 90Hz. realme C51 juga didukung baterai 5000mAh dengan pengisian cepat 33W, menjadikannya pilihan menarik dengan harga terjangkau.
4. OPPO A18
OPPO A18 menawarkan fitur penghemat daya berbasis AI yang memungkinkan ponsel bertahan hingga 25 jam bahkan saat daya tersisa 5 persen. Fitur AI Portrait Retouching pada kamera utamanya yang 8MP dan kamera depannya 5MP dirancang untuk memperindah hasil foto portrait secara alami. Selain itu, OPPO A18 menyematkan AI untuk perlindungan pengisian daya, mempelajari kebiasaan pengguna untuk penjadwalan cerdas. Dengan chipset MediaTek Helio G85 dan baterai 5000mAh, ponsel ini dipasarkan seharga sekitar Rp 1,7 jutaan.
5. Samsung Galaxy A05s
Samsung Galaxy A05s, meskipun diluncurkan pada akhir 2023, tetap relevan di 2026 sebagai opsi terjangkau dengan potensi AI. Ponsel ini dibekali kamera utama 50MP dan kamera depan 13MP, yang dengan sentuhan AI mampu menghasilkan konten yang memukau. Pada pertengahan 2025, diperkirakan Samsung A05s akan mulai mendapatkan pembaruan One UI 7 yang berpotensi membawa beberapa fitur dasar Galaxy AI, seperti terjemahan pesan atau peningkatan gambar yang bersifat on-device. Ditenagai Snapdragon 680 dan RAM 6GB yang dapat diperluas, Galaxy A05s menawarkan performa yang mumpuni.
Kehadiran fitur AI di segmen harga Rp 1 jutaan ini mencerminkan strategi produsen untuk memperluas akses teknologi cerdas ke basis konsumen yang lebih luas. Tren ini tidak hanya meningkatkan fungsionalitas ponsel entry-level, tetapi juga mempercepat inklusi digital, memungkinkan lebih banyak pengguna merasakan manfaat AI dalam aktivitas sehari-hari tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Namun, tantangan terkait kemampuan pemrosesan dan efisiensi energi untuk menjalankan model AI yang lebih kompleks tetap menjadi fokus pengembangan di masa mendatang. Pengamat industri, Irvan Maulana, pada Januari 2026 menyoroti bahwa biaya komputasi AI yang terus meningkat berisiko memperlebar kesenjangan digital jika tidak diimbangi dengan investasi strategis pada penguatan kemampuan operasional sistem AI yang efisien. Oleh karena itu, inovasi di segmen ini akan terus berputar pada optimalisasi hardware dan software agar fitur AI dapat berjalan optimal dan berkelanjutan di perangkat dengan harga terjangkau.