:strip_icc()/kly-media-production/medias/5407908/original/056215800_1762757535-samsung-s26-ultra.jpeg)
Laporan industri terbaru mengindikasikan bahwa Samsung Galaxy S26 Plus, yang diperkirakan akan diumumkan pada 25 Februari 2026, disebut-sebut hanya akan membawa peningkatan spesifikasi perangkat keras yang minimal dibandingkan pendahulunya, menimbulkan pertanyaan tentang strategi Samsung di segmen pasar ponsel premium yang semakin kompetitif dan tertekan biaya. Sumber rantai pasokan dan publikasi teknologi Korea Selatan seperti The Elec melaporkan bahwa keputusan Samsung untuk mempertahankan model Plus di menit-menit terakhir telah membatasi ruang inovasi teknis.
Keputusan Samsung untuk mempertahankan model Galaxy S26 Plus dilaporkan muncul setelah pembatalan model Galaxy S26 Edge yang lebih ramping. Menurut laporan dari Android Authority dan Phandroid, Samsung awalnya merencanakan untuk mengganti varian Plus dengan model "Edge" yang berfokus pada desain tipis. Namun, penjualan yang kurang memuaskan dari Galaxy S25 Edge, yang hanya terjual 1,31 juta unit dibandingkan lebih dari 12 juta untuk model S25 lainnya, serta kinerja serupa dari iPhone 17 Air, membuat Samsung membalikkan arah pada akhir 2025. Perubahan strategis yang mendadak ini, seperti yang diungkapkan oleh laporan dari The Elec dan Android Police, menyebabkan tim insinyur harus mengandalkan komponen yang sudah tersedia, sehingga menghambat peningkatan signifikan pada Galaxy S26 Plus.
Spesifikasi utama yang disebut akan stagnan pada Galaxy S26 Plus meliputi layar AMOLED QHD+ 6,66 inci yang hampir identik dengan S25 Plus, mempertahankan resolusi dan teknologi panel yang sama. Kapasitas baterai juga diperkirakan tetap pada 4.900mAh (berdasarkan kapasitas terukur 4.755mAh), sama dengan model sebelumnya, dan kecepatan pengisian daya kabel diperkirakan tidak berubah pada 45W. Konfigurasi kamera juga diproyeksikan tidak banyak berubah, dengan sensor utama 50MP, ultrawide 12MP, telefoto 10MP dengan 3x zoom, dan kamera depan 12MP.
Meskipun demikian, beberapa pembaruan minor diharapkan hadir. Galaxy S26 Plus akan ditenagai oleh prosesor generasi berikutnya, kemungkinan besar Exynos 2600 yang dibangun dengan teknologi 2nm di beberapa pasar atau Snapdragon 8 Elite Gen 5 di pasar lain, yang merupakan peningkatan performa dibandingkan generasi sebelumnya. Perangkat ini juga dikabarkan akan mendukung teknologi pengisian nirkabel Qi2, yang berpotensi meningkatkan kecepatan pengisian nirkabel melebihi batas 15W yang lama. Samsung juga secara agresif mengintegrasikan fitur-fitur Galaxy AI baru sebagai bagian dari visi "AI Transformation" yang lebih luas untuk 2026, yang akan menjadi titik fokus utama perangkat ini.
Kondisi pasar smartphone global pada tahun 2026 menunjukkan tren inovasi yang semakin inkremental, dengan fokus pada peningkatan baterai, faktor bentuk, dan perbaikan kamera yang tidak revolusioner. Analis dari Omdia dan Counterpoint Research memperkirakan pasar smartphone global akan mengalami kontraksi sekitar 1-2,1% pada tahun 2026, didorong oleh kenaikan biaya komponen kritis seperti chip dan memori. Kenaikan harga memori LPDDR5/LPDDR5X dan NAND flash, yang melonjak 70-100% lebih tinggi dari awal 2025, merupakan konsekuensi dari permintaan tinggi untuk pusat data AI, yang secara langsung bersaing dengan industri smartphone untuk pasokan komponen yang sama. Lonjakan biaya produksi smartphone sebesar 8-15% ini diperkirakan akan menyebabkan kenaikan harga perangkat premium atau penurunan spesifikasi pada model menengah.
Di tengah tantangan ini, strategi Samsung untuk tahun 2026 sangat berpusat pada kepemimpinan AI dan pengembangan chip 2nm. Perusahaan juga berinvestasi besar pada segmen ponsel lipat, yang diproyeksikan tumbuh 30% secara tahunan pada 2026 dan menjadi pendorong utama inovasi serta profitabilitas industri. Sementara itu, model flagship teratas, Galaxy S26 Ultra, diperkirakan akan menerima peningkatan yang lebih substansial, termasuk RAM dan penyimpanan berkapasitas lebih tinggi, manajemen termal yang lebih baik, sensor kamera baru, dan pengisian daya 60W, menjadikannya fokus utama Samsung untuk menarik konsumen premium. Dengan sedikitnya peningkatan berarti pada Galaxy S26 Plus di tengah kenaikan biaya dan fokus pada AI serta Ultra, Samsung menghadapi tantangan untuk meyakinkan konsumen akan nilai perangkat ini dalam siklus peningkatan yang semakin menuntut.