:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5174075/original/042227300_1742896750-MacBook_Pro_M4_012.jpeg)
Apple bersiap meluncurkan lini MacBook paling komprehensif dalam beberapa tahun pada 2026, mencakup setidaknya empat model baru, termasuk versi yang lebih terjangkau untuk memperluas pangsa pasar dan MacBook Pro premium dengan layar sentuh OLED yang menandai perubahan filosofi desain historis perusahaan. Strategi ini, yang diungkap melalui laporan rantai pasok dan analisis industri, mengindikasikan upaya Apple untuk mendefinisikan ulang posisi mereka di pasar laptop dari segmen anggaran hingga profesional tingkat atas.
Pusat perhatian dalam pengembangan ini adalah debut MacBook Pro dengan layar sentetuh OLED, yang diprediksi akan memasuki produksi massal pada akhir 2026. Analis terkemuka Ming-Chi Kuo menyatakan bahwa model MacBook ini akan mengintegrasikan teknologi sentuh "on-cell" untuk pertama kalinya, memungkinkan deteksi sentuhan langsung di lapisan layar untuk presisi yang lebih baik dan profil yang lebih tipis. Perubahan ini mencerminkan pengamatan Apple terhadap perilaku pengguna iPad, menunjukkan bahwa kontrol sentuh dapat meningkatkan produktivitas dan pengalaman pengguna dalam skenario tertentu. Selain sentuhan, MacBook Pro OLED ini diharapkan menampilkan teknologi Tandem OLED yang sama dengan iPad Pro M4, menawarkan warna lebih cerah, kontras radikal, dan potensi efisiensi daya 20 hingga 30 persen. Desain ulang ini juga dikabarkan akan membawa bingkai yang lebih tipis, lebih ringan, dan kamera depan berlubang (hole-punch) yang menggantikan "notch", berpotensi mengadopsi konsep mirip Dynamic Island pada iPhone. Model Pro ini akan ditenagai oleh chip M6, yang dibangun dengan teknologi 2nm mutakhir TSMC, menjanjikan peningkatan performa dan efisiensi energi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun, inovasi ini diperkirakan akan menaikkan harga sebesar 300 hingga 400 dolar AS dibandingkan model saat ini, dengan perkiraan harga dasar model 14 inci antara 2.199 hingga 2.399 dolar AS.
Secara paralel, Apple juga merencanakan masuk ke segmen pasar laptop yang lebih murah dengan "MacBook Murah" yang dirumorkan, dengan perkiraan peluncuran pada musim semi 2026. Laptop ini diharapkan memiliki harga antara 599 hingga 899 dolar AS, secara signifikan di bawah harga awal MacBook Air saat ini yang 999 dolar AS. Model ini akan ditenagai oleh chip A18 Pro yang berasal dari iPhone, yang diklaim lebih cepat dari chip Apple M1 pertama dalam penggunaan multi-core dan memiliki skor GPU serupa. Untuk menjaga biaya tetap rendah, laptop ini akan menggunakan layar LCD standar berukuran 12,9 atau 13 inci, tanpa teknologi Mini-LED atau ProMotion, serta port USB-C biasa tanpa dukungan Thunderbolt. Produksi massal untuk MacBook yang terjangkau ini diharapkan dimulai pada kuartal keempat 2025. Langkah ini merupakan pergeseran strategis Apple untuk bersaing langsung dengan laptop Windows dan Chromebook di pasar pendidikan dan konsumen umum, serta menarik pembeli iPad yang mencari pengalaman laptop lebih tradisional.
Selain itu, lini MacBook pada 2026 akan mencakup penyegaran MacBook Air dengan chip M5 pada beberapa bulan pertama tahun ini, yang menawarkan peningkatan performa CPU 10-15 persen dan peningkatan GPU 36 persen. Sementara itu, model MacBook Pro yang dilengkapi chip M5 Pro dan M5 Max, yang dibangun di atas proses 3-nanometer generasi ketiga TSMC, juga diperkirakan akan diluncurkan pada awal 2026, mungkin pada Januari. Model-model ini dirancang untuk pengguna profesional yang memerlukan kekuatan pemrosesan tinggi untuk tugas seperti pengeditan video dan rendering 3D.
Pergeseran ini menandai momen penting bagi Apple. Secara historis, Apple menentang konsep laptop layar sentuh, dengan pendiri Steve Jobs pernah menyatakan bahwa "lengan Anda ingin lepas" setelah penggunaan yang lama. Keputusan untuk memperkenalkan MacBook Pro layar sentuh menunjukkan evolusi signifikan dalam filosofi produk perusahaan dan respons terhadap tren pasar yang berkembang. Di tengah kompetisi yang semakin ketat dari Intel dengan prosesor Panther Lake-nya dan Qualcomm dengan seri Snapdragon X2 untuk Windows di ARM, serta berbagai inovasi dari produsen laptop Windows lainnya, langkah Apple ini dipandang sebagai upaya untuk memperkuat posisi kepemimpinan teknologinya dan memikat pelanggan setia Mac dengan inovasi yang signifikan. Lini produk yang terdiversifikasi pada 2026 menunjukkan Apple menyeimbangkan ambisi untuk mempertahankan posisi premiumnya sambil secara agresif mengejar peluang di segmen pasar baru.