Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Krisis Chip Memori Global Mendorong Produsen HP Memutar Otak dengan DRAM Bekas

2026-10-27 | 07:05 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-10-27T00:05:04Z
Ruang Iklan

Krisis Chip Memori Global Mendorong Produsen HP Memutar Otak dengan DRAM Bekas

Kelangkaan chip memori global terus mencekik industri teknologi, memaksa sejumlah produsen smartphone untuk mencari solusi kreatif demi menjaga jalur produksi tetap berjalan. Di tengah pasokan yang menyusut dan harga yang melonjak, beberapa merek, terutama dari Tiongkok, mulai memanfaatkan komponen memori DRAM daur ulang yang diambil dari perangkat elektronik bekas. Langkah ini, meski dapat membantu memenuhi target produksi jangka pendek, menimbulkan pertanyaan serius mengenai ketahanan dan performa jangka panjang perangkat yang menggunakan komponen tersebut.

Krisis chip memori ini diperkirakan akan berlanjut melampaui tahun 2027, menandakan masalah struktural yang dalam di industri. Produsen memori raksasa seperti Samsung Electronics dan SK Hynix dilaporkan memprioritaskan produksi chip memori dengan margin keuntungan lebih tinggi untuk kebutuhan server kecerdasan buatan (AI) dan aplikasi memori dengan bandwidth tinggi (HBM). Pergeseran fokus ini secara otomatis mengurangi alokasi pasokan chip untuk segmen smartphone, yang sebelumnya merupakan pasar utama.

Laporan riset dari Counterpoint Research mengungkapkan bahwa pada kuartal kedua tahun 2026, beberapa merek smartphone, khususnya yang berbasis di Tiongkok, terpaksa memangkas target produksi dan berupaya menekan biaya akibat lonjakan harga DRAM. Pengiriman smartphone global juga dilaporkan turun 11% secara tahunan pada periode tersebut, mencapai level terendah sejak 2013, dengan biaya material (BoM) untuk smartphone kelas bawah melonjak hingga 70%.

Solusi Jangka Pendek: DRAM Daur Ulang

Menjelang akhir kuartal ketiga tahun 2026, diwartakan oleh GizmoChina, beberapa produsen mulai meningkatkan kembali target produksi mereka. Peningkatan ini dimungkinkan berkat pasokan DRAM bekas yang berhasil mereka peroleh. Komponen memori ini didapatkan dari berbagai sumber, termasuk komputer lama, server, dan bahkan smartphone bekas yang dibuang.

Prosesnya melibatkan pembersihan, pengujian ulang, dan kemudian pemasangan chip DRAM bekas ini ke dalam smartphone baru. Beberapa produsen bahkan dikabarkan mempertimbangkan untuk membenamkan komponen daur ulang ini secara khusus pada smartphone segmen entry-level atau kelas menengah ke bawah untuk menekan biaya produksi. Pasar seperti Huaqiangbei di Shenzhen, Tiongkok, disebut-sebut sebagai pusat perdagangan chip DRAM daur ulang ini.

Risiko Penggunaan Komponen Daur Ulang

Meskipun solusi ini menawarkan kelegaan sementara bagi produsen, penggunaannya tidak tanpa risiko signifikan. Chip bekas yang telah beroperasi selama 5 hingga 6 tahun memiliki potensi besar untuk mengalami penurunan performa, lebih rentan terhadap kebocoran data, dan kerusakan sel memori yang lebih cepat.

Meskipun pengujian awal dapat menyaring chip yang sudah rusak, ketahanan jangka panjang smartphone yang menggunakan komponen daur ulang ini tetap menjadi pertanyaan besar. Chip yang sudah menua mungkin hanya memiliki sisa masa pakai yang terbatas, yang bisa berdampak pada durabilitas perangkat secara keseluruhan dan pengalaman pengguna. Selain itu, ada kekhawatiran tentang transparansi, karena konsumen mungkin tidak diberitahu secara jelas mengenai penggunaan komponen daur ulang dalam ponsel baru mereka.

Menurut Counterpoint Research, pemanfaatan DRAM bekas ini hanyalah solusi jangka pendek yang lebih mencerminkan betapa parahnya krisis komponen saat ini, bukan strategi berkelanjutan untuk masa depan. Situasi ini menyoroti perlunya inovasi lebih lanjut dalam rantai pasokan dan pengembangan teknologi untuk mengatasi kelangkaan chip yang diperkirakan masih akan terus membayangi industri.