Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera sejak Rabu, 26 November 2025, telah mengganggu layanan telekomunikasi secara signifikan. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melaporkan bahwa total 495 menara Base Transceiver Station (BTS) di Sumatera Utara, 16 BTS di Sumatera Barat, dan 799 BTS di Aceh tidak dapat beroperasi, berdampak pada jaringan Telkomsel, XL Axiata (sebelumnya XLSmart), dan Indosat Ooredoo Hutchison. Gangguan ini setara dengan 1,42 persen dari total 34.660 situs telekomunikasi yang ada di Sumatera Utara, dan 0,12 persen dari 12.865 situs di Sumatera Barat.
Gangguan layanan telekomunikasi terutama disebabkan oleh terputusnya aliran listrik dari PLN, kerusakan transmisi, dan pada beberapa kasus, kerusakan perangkat keras. Akses jalan yang terputus akibat banjir dan longsor juga menjadi kendala utama dalam mobilisasi tim teknisi dan genset untuk memulihkan situs-situs yang terdampak. Cuaca ekstrem yang terjadi pada 24-25 November 2025 dipicu oleh pengaruh Badai Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B.
Dampak pada Jaringan Telkomsel
Telkomsel melaporkan sebanyak 336 situsnya terdampak di Sumatera Utara. Gangguan terjadi di beberapa kabupaten dengan persentase yang bervariasi. Di Kabupaten Tapanuli Tengah, 167 situs atau 23,19 persen dari total 720 situs eksisting tidak berfungsi. Kota Sibolga mengalami dampak signifikan dengan 35 situs terdampak, mewakili 26,52 persen dari 132 situs. Di Kabupaten Tapanuli Selatan, 53 situs (9,03%) dari 587 situs terganggu, sementara di Kabupaten Nias, 23 situs (13,07%) dari 176 situs terdampak. Beberapa wilayah lain yang terdampak termasuk Kabupaten Deli Serdang (3 situs), Humbang Hasundutan (1 situs), Nias Barat (12 situs), Nias Selatan (41 situs), Nias Utara (24 situs), Samosir (1 situs), Serdang Bedagai (1 situs), Tapanuli Utara (21 situs), Gunungsitoli (47 situs), Medan (64 situs), dan Padang Sidempuan (2 situs). GM Region Network Operations & Productivity Sumbagut Telkomsel, Nurdianto, menyatakan keprihatinan atas bencana tersebut dan memastikan upaya percepatan pemulihan jaringan terus dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak.
Di Sumatera Barat, Telkomsel mencatat 16 situsnya terdampak, atau sekitar 0,25 persen dari total 6.508 situs yang ada di provinsi tersebut. Situs-situs yang mati tersebar di beberapa kecamatan, termasuk Gunung Talang (3 situs), Junjung Sirih (2 situs), Pauh Duo (3 situs), dan Tigo Lurah (2 situs).
Dampak pada Jaringan XL Axiata
XL Axiata, yang dalam beberapa laporan disebut sebagai XLSmart atau PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk, melaporkan 80 situsnya di Sumatera Utara terdampak bencana, setara dengan 0,19 persen dari 8.746 situs eksisting di provinsi tersebut. Beberapa lokasi yang mengalami gangguan termasuk Kecamatan Andam Dewi (2 situs atau 33,33%), Angkola Barat (2 situs atau 28,57%), Bawolato (5 situs atau 27,73%), Botomuzoi (1 situs atau 33,33%), Fanayama (1 situs atau 11,11%), Gido (4 situs atau 19,05%), Gomo (4 situs atau 28,57%), dan Gunungsitoli (27 situs atau 24,11%).
Di Aceh, XL Axiata melaporkan 208 situsnya terdampak. Untuk Sumatera Barat, XL Axiata menyatakan tidak ada situsnya yang terdampak langsung oleh banjir terkini di bulan November 2025, meskipun sebelumnya perusahaan ini aktif menyalurkan bantuan untuk korban banjir lahar dingin Gunung Marapi di Sumatera Barat pada Mei 2024 dan longsor di Kabupaten Karo, Sumatera Utara pada Desember 2024.
Dampak pada Jaringan Indosat
Indosat Ooredoo Hutchison juga mengalami gangguan layanan dengan 79 situsnya terdampak di Sumatera Utara, mencakup 0,77 persen dari total 10.174 situs eksisting di provinsi tersebut. Indosat menyampaikan empati atas bencana yang terjadi dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat penanganan gangguan.
Di Aceh, Indosat melaporkan 334 situsnya terdampak. Sementara itu, untuk wilayah Sumatera Barat, Indosat juga tidak melaporkan situsnya terdampak langsung pada kejadian banjir November 2025 ini. Namun, pada Januari 2024, Indosat menghadapi kendala jaringan di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, akibat banjir yang menyebabkan akses jalan terputus dan pemadaman listrik.
Upaya Pemulihan
Ketiga operator seluler berupaya keras memulihkan layanan dengan menggunakan genset sebagai sumber daya alternatif untuk situs-situs yang listriknya padam. Mereka juga melakukan routing transmisi ke titik-titik yang masih dapat melayani untuk mengatasi gangguan transmisi. Kemkomdigi, melalui Direktorat Pengendalian Infrastruktur Digital, terus memantau kualitas layanan telekomunikasi dan berkoordinasi dengan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio serta pemerintah daerah setempat untuk mempercepat pemulihan. Kendala akses jalan yang terputus menjadi tantangan signifikan dalam mobilisasi tim dan peralatan untuk perbaikan. Operator berharap kondisi cuaca membaik agar akses ke lokasi bencana dapat dibuka dan layanan komunikasi dapat segera normal kembali bagi masyarakat yang terdampak.