Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Konektivitas Super Cepat 100 Mbps Komdigi Pacu Pemulihan Bencana Aceh, Sumut, Sumbar

2025-12-07 | 19:47 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-07T12:47:34Z
Ruang Iklan

Konektivitas Super Cepat 100 Mbps Komdigi Pacu Pemulihan Bencana Aceh, Sumut, Sumbar

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah bergerak cepat memulihkan dan menyediakan akses internet berkecepatan tinggi di berbagai lokasi bencana yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini diambil untuk memastikan konektivitas warga tetap terjaga pascabanjir dan tanah longsor yang berdampak signifikan pada infrastruktur telekomunikasi di wilayah tersebut.

Menurut data Komdigi per Sabtu (6/12/2025), sebanyak 413 titik internet publik di tiga provinsi terdampak bencana telah berhasil dipulihkan dan dapat digunakan kembali oleh masyarakat. Sementara itu, 189 titik lainnya masih dalam proses pemulihan bertahap seiring dengan kembalinya pasokan listrik dan bahan bakar.

Untuk mengatasi keterbatasan akses, Komdigi juga telah mengaktifkan 17 titik layanan internet darurat berbasis satelit pemerintah, yakni Satria-1, yang dipastikan memiliki kapasitas minimal 100 Mbps. Kecepatan ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan komunikasi mendesak dan akses informasi bagi warga di lokasi yang infrastruktur telekomunikasinya belum pulih sepenuhnya. Beberapa lokasi pemasangan layanan internet Satria-1 ini meliputi Bandara Dr. Fredric Lumban Tobing di Sibolga, SMAN 1 Plus Matauli Pandan, RSUD Pandan, Posko Kantor Kecamatan Tapian Nauli, Kantor BPBD Pandan di Sumatera Utara. Di Aceh, layanan ini menjangkau Masjid Raya Pase Panton Labu, Masjid At Taqwa Langkahan, Posko Kantor Camat Indra Makmur, Posko GOR Aceh Tamiang, dan Posko Masjid Al Ikhsan Sungai Liput. Sementara di Sumatera Barat, titik-titik tersebut termasuk Posko Jorong Bukik Malanca di Agam dan UPT BNPB Regional Padang.

Selain Satria-1, Komdigi juga mendistribusikan 32 unit perangkat Starlink sebagai upaya tambahan. Sebanyak 20 unit dialokasikan untuk Aceh dan 12 unit untuk Sumatera Utara, dengan kemampuan menyediakan kecepatan internet hingga 300 Mbps dan jangkauan hingga 1 kilometer, serta dapat digunakan oleh 60 pengguna secara bersamaan. Perangkat Starlink ini disediakan secara gratis selama masa penanggulangan bencana dan berfungsi sebagai jaringan cadangan ketika Base Transceiver Station (BTS) mengalami gangguan.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa layanan darurat ini menjadi prioritas pemerintah untuk menyambungkan kembali konektivitas warga yang terputus akibat bencana. Ia menekankan pentingnya akses internet agar masyarakat dapat terhubung dengan keluarga, memperoleh informasi resmi dari pemerintah, dan menghindari berita hoaks.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Digital melalui Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital melaporkan bahwa hingga 2 Desember 2025, total 3.380 BTS di 63 kabupaten/kota di ketiga provinsi terdampak. Pemulihan infrastruktur telekomunikasi terus diupayakan bekerja sama dengan operator seluler, pemerintah daerah, dan penyedia infrastruktur, meskipun menghadapi tantangan seperti akses lokasi, pemulihan listrik, dan kondisi fisik jaringan transmisi. Pemprov Sumatera Utara juga telah menyediakan akses internet gratis di lokasi pengungsian Tapanuli Tengah, yang menjadi salah satu daerah paling terdampak banjir dan longsor sejak 25 November 2025.