:strip_icc()/kly-media-production/medias/5436472/original/002419500_1765175172-samsung-galaxy-s26-ultra.jpg)
Dalam laporan terbaru yang beredar luas di komunitas teknologi, Samsung Galaxy S26 Ultra dikabarkan akan membawa serangkaian peningkatan signifikan pada sistem kameranya, dengan fokus pada optimasi perangkat lunak dan peningkatan optik, bukan sekadar penggantian sensor utama. Perangkat unggulan ini, yang diharapkan diluncurkan pada acara Galaxy Unpacked sekitar Februari 2026, disebut akan menawarkan pengalaman fotografi yang lebih realistis dan detail, menanggapi kritik terhadap pemrosesan gambar Samsung di masa lalu.
Menurut berbagai bocoran, termasuk dari leaker terkemuka @UniverseIce, Galaxy S26 Ultra akan memperkenalkan opsi pengambilan gambar 24 megapiksel (MP) sebagai mode resolusi tinggi standar, berbeda dari kebiasaan 12MP sebelumnya. Mode 24MP ini, yang diakses melalui fitur Camera Assistant di Good Lock, diklaim dapat menghasilkan detail yang lebih kaya tanpa efek over-sharpening atau purple fringing yang kerap muncul pada foto resolusi tinggi Samsung sebelumnya, seperti yang kadang terlihat pada aplikasi Expert RAW. Meskipun bukan pengaturan bawaan, mode ini akan tersedia langsung di mode Foto dan Potret, menghindari kerumitan berpindah aplikasi. Proses pemotretan 24MP ini dilaporkan tidak memiliki shutter lag, namun membutuhkan sekitar tiga detik untuk pemrosesan latar belakang setiap gambar.
Lebih jauh, sumber lain mengindikasikan bahwa Galaxy S26 Ultra akan mengadopsi pendekatan "realisme" dalam reproduksi warna, menjauh dari citra yang sangat kontras dan saturasi tinggi yang menjadi ciri khas Samsung. Perubahan filosofi ini bertujuan menyajikan gambar yang lebih akurat merepresentasikan lingkungan sebenarnya, termasuk warna kulit yang lebih natural dan detail yang lebih jelas pada area bayangan, berkat minimnya pemrosesan pasca-foto yang berlebihan. Pergeseran ini menunjukkan upaya Samsung untuk memenuhi preferensi pengguna yang mencari kualitas gambar otentik, menempatkannya sejajar dengan filosofi fotografi kompetitor seperti Google Pixel.
Di sisi perangkat keras, meskipun sensor utama 200MP kemungkinan akan dipertahankan dari generasi sebelumnya, peningkatan kunci terletak pada bukaan lensa (aperture) yang lebih lebar. Aperture kamera utama diprediksi akan meningkat menjadi f/1.4 dari f/1.7 pada S25 Ultra, yang secara signifikan memungkinkan lebih banyak cahaya masuk ke sensor. Peningkatan ini sangat krusial untuk fotografi dalam kondisi cahaya rendah, mengurangi kebutuhan akan sensitivitas ISO tinggi yang dapat menimbulkan noise digital, serta memungkinkan kecepatan rana yang lebih cepat untuk meminimalkan blur akibat goyangan kamera.
Tak hanya itu, lensa telefoto periskop 50MP, yang diperkirakan akan tetap dengan kemampuan zoom optik 5x, juga disebut akan mendapatkan bukaan lensa yang lebih lebar, berpotensi dari f/3.4 menjadi f/2.9. Peningkatan ini, bersama dengan lapisan optik baru untuk menekan efek lens flare, akan menghasilkan foto zoom yang lebih tajam dan konsisten, terutama dalam kondisi cahaya malam atau backlight. Sejarah panjang teknologi periskop dalam smartphone, yang dipelopori oleh Huawei P30 Pro pada 2019 dan kemudian diadopsi Samsung pada seri Galaxy S Ultra, menunjukkan komitmen terhadap kemampuan zoom optik tanpa menambah ketebalan perangkat. Pasar kamera smartphone global sendiri diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 6,18% hingga $9.847,75 juta pada tahun 2033, dengan inovasi dalam AI dan fotografi komputasi menjadi pendorong utama.
Implikasi dari strategi peningkatan ini cukup mendalam. Samsung tampaknya tidak lagi hanya berfokus pada balapan megapiksel, melainkan pada kualitas gambar yang dapat digunakan secara praktis dan disukai konsumen. Pergeseran ke pemrosesan yang lebih "realistis" dapat menarik segmen pengguna yang menginginkan foto yang lebih mendekati tampilan aslinya, tanpa editan otomatis yang terlalu agresif. Analisis industri menunjukkan bahwa pada tahun 2026, inovasi kamera akan lebih bersifat evolusioner daripada revolusioner, dengan fokus pada fitur AI, stabilisasi yang ditingkatkan, lensa teleskopik yang lebih baik, dan sensor yang lebih besar untuk cahaya rendah. Meskipun ada rumor tentang sensor "global shutter" untuk seri S27, Galaxy S26 Ultra akan menjadi jembatan penting dalam evolusi ini, dengan peningkatan yang menargetkan pengalaman pengguna sehari-hari.
Integrasi chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang lebih cepat juga akan mendukung pemrosesan gambar beresolusi tinggi ini, memastikan pengalaman yang mulus. Perangkat ini diharapkan hadir dengan Android 16 dan antarmuka One UI 8, dijanjikan pembaruan Android hingga tujuh kali, menunjukkan komitmen Samsung terhadap dukungan jangka panjang. Dengan fokus pada penyempurnaan optik, algoritma cerdas, dan nuansa fotografi yang lebih natural, Galaxy S26 Ultra berupaya memperkuat posisinya di pasar smartphone premium yang sangat kompetitif, di mana kualitas kamera menjadi salah satu faktor penentu utama bagi konsumen. Namun, perlu dicatat bahwa beberapa laporan juga mengindikasikan potensi stagnasi pada beberapa aspek hardware kamera untuk S26 Ultra, dengan inovasi besar mungkin ditunda hingga seri S27 atau S28. Ini menunjukkan bahwa Samsung mungkin sedang menyeimbangkan antara peningkatan bertahap dan inovasi fundamental jangka panjang, sambil juga mempertimbangkan tren desain ponsel yang lebih tipis dan ringan.