:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5377312/original/048394600_1760088267-iPhone_17_Series_01.jpeg)
Spekulasi intens berputar di kalangan konsumen dan analis teknologi mengenai model iPhone mana yang akan menerima pembaruan iOS 27 yang akan datang, sebuah sistem operasi yang diproyeksikan rilis sekitar tahun 2035. Pertanyaan kompatibilitas ini bukan sekadar keingintahuan teknis, melainkan cerminan kekhawatiran yang lebih luas tentang siklus hidup produk, dampak lingkungan, dan nilai investasi perangkat mahal dalam menghadapi inovasi perangkat keras yang kian pesat.
Apple, secara historis, terkenal dengan durasi dukungan perangkat lunak yang lebih panjang dibandingkan banyak pesaingnya, dengan rata-rata lima hingga tujuh tahun pembaruan iOS utama untuk setiap model iPhone setelah peluncurannya. Sebagai contoh, iPhone 6s, yang dirilis pada tahun 2015, menerima dukungan hingga iOS 15, memberikan pembaruan keamanan bahkan hingga tahun 2025. Namun, pola ini berfluktuasi, dan perangkat yang lebih tua seperti iPhone XS, XR, dan XS Max, yang dirilis pada 2018, tidak kompatibel dengan iOS 26 yang diluncurkan pada September 2025.
Penentuan kompatibilitas iOS tidak dilakukan secara arbitrer. Fitur-fitur baru dalam setiap versi iOS menuntut kapasitas pemrosesan dan memori yang semakin tinggi. iOS 18, misalnya, memperkenalkan fitur "Apple Intelligence" yang hanya dapat dijalankan pada iPhone dengan chip A17 Pro atau yang lebih baru, serta Mac dan iPad dengan chip seri M. Fitur pelacakan mata di iOS 18 juga memerlukan setidaknya iPhone 12 atau yang lebih baru, atau iPhone SE generasi ketiga. Lonjakan persyaratan perangkat keras ini diperkirakan akan semakin signifikan untuk iOS 27, yang kemungkinan besar akan memanfaatkan kemajuan besar dalam kecerdasan buatan (AI) on-device.
Integrasi AI generatif yang mendalam dalam smartphone diproyeksikan akan mencapai lebih dari 1 miliar perangkat pada tahun 2027. Chipset yang lebih canggih, seperti Snapdragon 8 Gen 3 dan MediaTek Dimensity 9300, telah memungkinkan lebih banyak fungsi AI beroperasi langsung di perangkat, meningkatkan kecepatan pemrosesan dan pengalaman pengguna. Para ahli memprediksi bahwa chip Apple Silicon di masa depan akan menampilkan Neural Engine yang jauh lebih kuat, dirancang khusus untuk menangani tugas AI yang kompleks secara on-device, meningkatkan privasi dan kecepatan. Kemampuan AI ini dapat mencakup asisten pribadi yang lebih cerdas, antarmuka yang lebih intuitif, dan fitur kesehatan canggih.
Mengingat tren ini, model iPhone yang kemungkinan besar akan menerima iOS 27 adalah perangkat yang dilengkapi dengan chipset paling mutakhir pada saat rilisnya, dan yang memiliki arsitektur memori dan pemrosesan yang cukup kuat untuk menopang fitur-fitur AI generatif yang akan menjadi inti dari sistem operasi tersebut. Model-model iPhone "Pro" atau "Ultra" masa depan, yang secara historis menerima dukungan lebih lama dan dilengkapi dengan spesifikasi tertinggi, memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan kompatibilitas dalam jangka panjang. Analis industri mengamati bahwa perangkat unggulan cenderung menjadi investasi jangka panjang yang lebih baik karena dukungan yang lebih lama.
Namun, kebijakan dukungan jangka panjang Apple juga telah menghadapi kritik terkait dugaan "planned obsolescence" atau keusangan terencana. Apple pernah menghadapi gugatan karena secara diam-diam memperlambat iPhone lama melalui pembaruan perangkat lunak, yang disebut perusahaan bertujuan untuk memperpanjang masa pakai baterai yang menua. Perdebatan ini menggarisbawahi ketegangan antara inovasi yang menuntut perangkat keras baru dan harapan konsumen akan durabilitas perangkat.
Implikasi dari daftar kompatibilitas iOS 27 ini meluas beyond sekadar fungsionalitas. Bagi konsumen, hal ini memengaruhi keputusan pembelian, dengan perangkat yang lebih baru berpotensi menawarkan nilai penggunaan yang lebih lama. Bagi lingkungan, praktik pembaruan perangkat lunak memengaruhi volume limbah elektronik. Apple sendiri telah menetapkan tujuan untuk menjadi karbon netral pada tahun 2030, termasuk produk, operasi, dan rantai pasokannya, serta berinvestasi dalam penggunaan material daur ulang. Namun, percepatan siklus pembaruan perangkat keras akibat fitur AI yang intensif dapat mempercepat pergantian smartphone, berpotensi meningkatkan limbah elektronik.
Meskipun daftar definitif iPhone yang akan menerima iOS 27 masih jauh dari konfirmasi, analisis tren historis Apple, percepatan inovasi AI, dan persyaratan perangkat keras yang terus meningkat menunjukkan bahwa hanya model-model iPhone terbaru dengan chip tercanggih pada periode 2032-2034 yang memiliki peluang realistis untuk menjalankan sistem operasi tersebut sepenuhnya. Konsumen yang memprioritaskan umur panjang perangkat lunak perlu mempertimbangkan model-model kelas atas yang dirilis dalam beberapa tahun mendatang, mengingat investasi ini akan menjadi penentu utama akses ke fitur dan keamanan masa depan.