:strip_icc()/kly-media-production/medias/5448218/original/087798800_1766023037-Potret_tampak_sisi_belakang_iQOO_15__Liputan6.comArief_Ferdian_Maulana_.jpeg)
Bocoran informasi mengenai iQOO 15 Ultra, yang dijadwalkan meluncur di Tiongkok pada awal Februari 2026 sebelum Festival Musim Semi, mengindikasikan bahwa perangkat tersebut akan dibekali baterai berkapasitas masif 7.000 mAh dan potensi dukungan pengisian daya cepat hingga 200W. Kombinasi kapasitas daya tahan tinggi dan kecepatan pengisian ekstrem ini menempatkan iQOO 15 Ultra sebagai penantang serius di segmen ponsel cerdas flagship yang berorientasi pada kinerja, khususnya untuk para gamer seluler.
Detail awal yang beredar luas di media teknologi, sebagian besar melalui tipster Digital Chat Station di Weibo, menyebutkan iQOO 15 Ultra akan menjadi versi yang disempurnakan dari iQOO 15 standar. Meskipun perangkat ini awalnya terdaftar dengan dukungan pengisian daya 100W pada platform sertifikasi 3C Tiongkok, bocoran terbaru menunjukkan adanya kemungkinan peningkatan menjadi 200W selama siklus hidup produk. Langkah ini menandai kembalinya iQOO ke kecepatan pengisian daya ultra-cepat yang terakhir terlihat pada iQOO 11 Pro tahun 2022, yang kala itu memiliki baterai 4.700 mAh. Model iQOO 15 sebelumnya juga telah dilengkapi baterai 7.000 mAh dengan pengisian daya 100W.
Perkembangan ini mencerminkan tren industri yang lebih luas, di mana kapasitas baterai 7.000 mAh atau lebih kini mulai menjadi standar di segmen flagship, didorong oleh peningkatan permintaan pengguna untuk daya tahan baterai yang lebih lama di tengah kompleksitas aplikasi AI, fotografi komputasi, dan kebutuhan gaming yang intensif. Inovasi dalam teknologi anoda silikon-karbon memungkinkan peningkatan kapasitas baterai tanpa mengorbankan desain perangkat yang ramping. OPPO Find X9 Pro, Realme GT 8 Pro, dan OnePlus 15 adalah beberapa contoh flagship lain yang telah mengadopsi baterai berkapasitas serupa. Samsung bahkan baru-baru ini meluncurkan smartphone 5G dengan baterai 8.000 mAh dan pengisian daya 200W.
Dalam konteks pengisian daya ultra-cepat, iQOO memiliki rekam jejak sebagai pionir. Pada Juli 2022, iQOO menjadi yang pertama memperkenalkan smartphone komersial dengan dukungan pengisian daya 200W, membuka "era sepuluh menit" untuk pengisian penuh. Merek lain seperti Realme dengan GT Neo5 bahkan telah mendorong batas hingga 240W. Peningkatan daya pengisian yang signifikan ini, dikombinasikan dengan baterai besar, berpotensi mengubah pengalaman pengguna secara fundamental, mengurangi waktu tunggu pengisian daya secara drastis, dan memungkinkan sesi gaming atau penggunaan berat yang lebih panjang. Hal ini krusial bagi target pasar gamer yang membutuhkan perangkat yang selalu siap. Selain itu, iQOO 15 Ultra juga dikabarkan akan dilengkapi dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan chip gaming iQOO Q3, layar Samsung 2K 6,85 inci dengan refresh rate 144Hz atau 165Hz, serta fitur pendingin aktif dan tombol bahu fisik, menegaskan fokusnya pada kinerja gaming.
Namun, adopsi teknologi pengisian daya sangat cepat seringkali menimbulkan kekhawatiran tentang degradasi baterai. Arus tinggi selama pengisian cepat dapat memicu pembentukan dendrit, struktur seperti jarum yang dapat mengurangi kapasitas baterai seiring waktu. Meskipun demikian, penelitian terbaru menunjukkan bahwa smartphone modern dan kendaraan listrik (EV) dilengkapi dengan sistem manajemen baterai (BMS) canggih yang mencakup protokol keamanan untuk mencegah overheating dan memitigasi degradasi. Beberapa studi bahkan tidak menemukan korelasi signifikan antara perilaku pengisian daya dan degradasi baterai pada EV setelah penggunaan ekstensif. Untuk smartphone, pengujian aktual menunjukkan bahwa pengisian cepat tidak secara signifikan merusak baterai, dan dalam beberapa kasus, pengisian lambat justru dapat menyebabkan degradasi yang sedikit lebih tinggi. Para ahli merekomendasikan untuk menghindari penggunaan ponsel saat pengisian cepat guna mencegah penumpukan panas yang berlebihan.
Dengan iQOO 15 Ultra, perusahaan induk Vivo berupaya menyeimbangkan antara daya tahan baterai yang superior dan kecepatan pengisian daya yang revolusioner. Keputusan untuk mengintegrasikan baterai 7.000 mAh dengan potensi 200W pengisian cepat, bersama dengan fitur-fitur gaming khusus, menunjukkan strategi yang jelas untuk mendominasi pasar smartphone gaming kelas atas. Implikasi jangka panjangnya adalah perubahan ekspektasi konsumen terhadap smartphone, di mana daya tahan dan kecepatan pengisian akan menjadi faktor penentu utama, menekan produsen lain untuk berinovasi lebih lanjut dalam manajemen daya. Keberhasilan iQOO 15 Ultra akan bergantung pada seberapa efektif iQOO dapat meyakinkan pasar bahwa kombinasi daya dan kecepatan ekstrem ini tidak mengorbankan keandalan atau masa pakai baterai, sebuah narasi yang didukung oleh kemajuan teknologi baterai dan sistem manajemen daya saat ini.