Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

One UI 8.5 Beta: Tantangan Navigasi Satu Tangan

2026-01-19 | 19:49 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-19T12:49:24Z
Ruang Iklan

One UI 8.5 Beta: Tantangan Navigasi Satu Tangan

Program beta One UI 8.5 Samsung yang baru diluncurkan dinilai menghadapi tantangan serius dalam ergonomi penggunaan satu tangan, memicu perdebatan di kalangan pengguna dan pengembang tentang komitmen perusahaan terhadap prinsip desain awal antarmuka tersebut. Sejak program beta untuk seri Galaxy S25 dimulai pada 8 Desember 2025, banyak laporan mengemuka yang menunjukkan bahwa penambahan fitur baru dan opsi kustomisasi justru mengorbankan kemudahan navigasi fundamental, sebuah pilar utama yang mendefinisikan One UI pada peluncuran perdananya di tahun 2018.

Ketika Samsung memperkenalkan One UI pada akhir 2018, antarmuka ini disambut sebagai solusi inovatif untuk mengatasi kesulitan penggunaan ponsel layar besar dengan satu tangan. Filosofi desainnya berpusat pada penempatan elemen interaktif kunci di bagian bawah layar, menjadikannya mudah dijangkau ibu jari pengguna. Pendekatan ini secara signifikan membedakan Samsung dari kompetitor dan diakui luas karena fokusnya pada fungsionalitas dan kenyamanan.

Namun, tujuh tahun kemudian, dengan rilis beta One UI 8.5 yang berbasis Android 16, fokus pada penggunaan satu tangan tampak terpinggirkan. Para kritikus dan pengguna mencatat adanya "penumpukan fitur" dan kustomisasi yang berlebihan, termasuk ratusan animasi pembuka kunci, yang dituding membuat perangkat lunak menjadi "sulit dikendalikan" dan mengaburkan identitas inti One UI. Sebuah analisis menyoroti bahwa Samsung "kehilangan fokus pada apa yang membuatnya istimewa," dengan aspek penggunaan satu tangan tidak lagi menjadi prioritas utama.

Pengamatan menunjukkan bahwa elemen-elemen penting di bagian atas layar masih sulit dijangkau dalam penggunaan sehari-hari. Selain itu, inkonsistensi dalam penempatan bilah pencarian di berbagai aplikasi menghambat pembentukan memori otot pengguna, sementara tombol-tombol krusial seperti edit, daya, dan pengaturan di panel Quick Settings tetap berada di area atas yang sulit dijangkau, meskipun opsi kustomisasi lainnya memungkinkan pengguna memindahkan berbagai elemen. Keluhan tentang kelambatan animasi dan inkonsistensi gerakan juga masih sering terdengar di kalangan penguji beta.

Meskipun demikian, Samsung tidak sepenuhnya mengabaikan isu ini. Pembaruan beta One UI 8.5 secara diam-diam telah menyertakan peningkatan pada modul "One Hand Operation+" di dalam platform Good Lock, yang diklaim membuat gerakan lebih lancar dan stabil, khususnya untuk ponsel Galaxy dengan layar besar. Peningkatan ini dianggap krusial bagi pengguna yang mengandalkan gestur kustom untuk navigasi. Selain itu, beberapa penyesuaian desain memang bertujuan untuk ramah satu tangan, seperti pemindahan fungsi pencarian di menu pengaturan ke bagian bawah. Panduan pengembang Samsung sendiri menekankan pentingnya tata letak responsif dan menjaga elemen tetap mudah dijangkau untuk perangkat layar besar. Dalam aspek visual, One UI 8.5 berfokus pada "gerakan yang lebih mulus, elemen UI mengambang, dan efek kaca cair yang halus," dengan bilah navigasi mengambang dirancang untuk membuat tindakan lebih mudah diidentifikasi dan antarmuka terasa lebih ringan, terutama pada tampilan yang lebih besar.

Tantangan penggunaan satu tangan menjadi isu yang semakin relevan di industri smartphone seiring dengan terus bertambahnya ukuran layar. Sebuah studi tahun 2025 menunjukkan bahwa 61% pengguna mengoperasikan ponsel mereka dengan satu tangan hampir sepanjang waktu. Tren desain UI/UX untuk tahun 2025-2026 juga menekankan pentingnya desain inklusif, antarmuka adaptif, dan interaksi multimodal (suara, gestur, sentuhan) yang mempertimbangkan situasi saat tangan pengguna sibuk. Bahkan Google, dalam pengembangan Android 17 yang akan datang, dilaporkan tengah melakukan penyesuaian untuk meningkatkan "kewarasan" penggunaan satu tangan pada layar besar, seperti memisahkan gestur untuk notifikasi dan Quick Settings.

Meskipun Samsung telah menunjukkan upaya untuk mengatasi masalah ini melalui pembaruan fitur seperti One Hand Operation+, kritik yang terus-menerus terhadap One UI 8.5 beta menggarisbawahi ketegangan yang mendalam antara inovasi fitur yang ambisius dan pemeliharaan dasar ergonomi. Keberhasilan jangka panjang One UI akan sangat bergantung pada kemampuan Samsung untuk menyeimbangkan penambahan fitur-fitur canggih dengan pengalaman pengguna yang intuitif dan nyaman, terutama karena perangkat seluler terus berevolusi ke arah ukuran layar yang lebih besar.