Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Terkuak! Samsung Galaxy A37 dan A57 Siap Hadir dengan Pengisian Daya Kilat

2026-01-19 | 07:31 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-19T00:31:02Z
Ruang Iklan

Terkuak! Samsung Galaxy A37 dan A57 Siap Hadir dengan Pengisian Daya Kilat

Chip terbaru Samsung Galaxy A37 dan Galaxy A57 akan dibekali kemampuan pengisian daya cepat 45W, menandai peningkatan signifikan pada lini kelas menengah perusahaan yang dijadwalkan meluncur sekitar Maret 2026. Kapasitas pengisian daya ini secara mengejutkan melampaui kemampuan pengisian daya 25W yang diperkirakan akan hadir pada model flagship Galaxy S26 dan Galaxy S26+ yang akan datang, meskipun Galaxy S26 Ultra diproyeksikan mencapai 60W.

Konfirmasi dukungan pengisian daya 45W ini berasal dari berbagai basis data sertifikasi, termasuk TÜV Rheinland dan 3C di Tiongkok, yang mencantumkan model SM-A5760 untuk Galaxy A57 5G. Bagi Galaxy A37, ini merupakan lompatan substansial dari pendahulunya, seperti Galaxy A35 yang hanya mendukung pengisian daya 25W dan membutuhkan waktu sekitar 1 jam 30 menit untuk pengisian penuh. Sementara itu, Galaxy A55 juga mendukung pengisian daya 25W, membutuhkan sekitar 1 jam 3 menit untuk penuh. Peningkatan ke 45W ini diharapkan dapat mengurangi waktu pengisian daya secara drastis, meningkatkan pengalaman pengguna di segmen pasar menengah. Galaxy A37 diperkirakan akan memiliki baterai berkapasitas 5.000mAh (kapasitas terukur 4.905mAh), sementara kapasitas baterai Galaxy A57 diproyeksikan serupa.

Langkah strategis Samsung untuk menghadirkan pengisian daya 45W pada seri A-nya menunjukkan upaya untuk menjembatani kesenjangan fitur antara perangkat kelas menengah dan premium. Secara historis, Samsung cenderung lebih konservatif dalam kecepatan pengisian daya dibandingkan merek-merek Tiongkok seperti OnePlus dan Xiaomi, yang seringkali menawarkan 80W hingga 120W di beberapa pasar. Dengan membekali seri A terbaru dengan kecepatan pengisian daya yang bahkan melampaui model flagship inti mereka, Samsung berupaya mengatasi salah satu keluhan utama konsumen mengenai waktu pengisian yang lambat dan meningkatkan daya saingnya di pasar yang sangat ramai. Analis industri melihat ini sebagai respons terhadap permintaan konsumen untuk pengisian daya yang lebih cepat di semua titik harga, menjadikan fitur ini sebagai nilai jual yang kuat bagi segmen pengguna yang mengandalkan ponsel mereka sepanjang hari.

Implikasi jangka panjang dari strategi ini dapat mencakup peningkatan kepuasan pelanggan dan penguatan posisi Samsung di segmen kelas menengah, yang merupakan volume penjualan terbesar perusahaan. Dengan menawarkan fitur yang sebelumnya hanya ditemukan pada model yang lebih mahal, Samsung tidak hanya menanggapi tren pasar tetapi juga membentuk ekspektasi baru bagi konsumen di kategori harga ini. Meskipun Galaxy S26 Ultra tetap menjadi yang terdepan dengan 60W, ketersediaan 45W pada seri A menunjukkan komitmen Samsung untuk menyediakan nilai lebih di seluruh portofolio produknya. Pengembangan teknologi baterai oleh Samsung SDI, termasuk penelitian material anoda silikon-karbon, menunjukkan adanya fondasi teknis yang lebih luas untuk mendukung kecepatan pengisian yang lebih tinggi dan kepadatan energi yang lebih baik di masa depan, meskipun implementasi untuk EV (kendaraan listrik) baru akan dimulai pada tahun 2027. Inovasi semacam ini pada akhirnya dapat mengalir ke perangkat seluler, memastikan bahwa Samsung dapat terus bersaing dalam perlombaan pengisian daya cepat tanpa mengorbankan keamanan atau masa pakai baterai.